Jan 7, 2019

Menyusuri Setiap Sudut Kota New Delhi, India

Pusat keramaian New Delhi, Cannaught Place
Pusat keramaian New Delhi, Cannaught Place
Baca cerita sebelumya: Taj Mahal (Agra), I'm Here!

Setelah 3 hari yang sangat menyenangkan di Agra, kami akhirnya berpindah tempat menuju kota tujuan selanjutnya yaitu New Delhi. Kami sempat kena scam sebelum perjalanan menuju Delhi. Jadi kami itu request untuk diantar menuju ke terminal bus, di perjalanan di driver rickshaw ini menanyakan kita mau kemana, kita jawablah mau ke New Delhi. Alhasil si driver malah membawa kita ke travel gitu, bukan terminal khusus bus. Memang travel ini juga bus, hanya milik swasta, si driver sampai mengantar saya sampai ke loket pembelian #hmmm sudah terlihat jelas modusnya.

Tapi karena kepo akhirnya saya menanyakan harganya berapa dan ternyata harganya bahkan lebih murah dibandingkan bus pemerintah yang ada di terminal umum. Murah sih, tapi ternyata bisnya jauh lebih nyaman yang bis pemerintah di terminal. ACnya benar-benar panas, seperti tidak berfungsi, jadi 4 jam perjalanan kami hanya mengandalkan angin yang dari kipas angin yang ada di dalam bus. Ahhhh #tipsbackpacker ini harus jeli sih liat harga dan fasilitas pemilihan bus karena beda harga memang yang pasti beda kualitas juga. Tapi we still enjoyed the trip kok!

Memasuki kota New Delhi, gedung-gedung tinggi semakin terlihat jauh lebih modern memang dibanding kota lainnya seperti Jaipur dan Agra yang sangat tradisional. Tapi saat itu bus menurunkan penumpang bukan di terminal dan hampir setengah penumpang turun, sedangkan hanya sedikit sekali yang bisa berbahasa inggris saat itu, jadi dengan feeling bismillah kami tidak turun dan sepakat untuk turun di pemberhentian selanjutnya.

Di pemberhentian selanjutnya juga kami gak tau itu ada dimana, sempat ditawari rickshaw juga saat turun dari bus untuk diantar sampai hostel tapi semuanya mahal. Tapi insting backpacker selalu melekat di diriku alhamdulillah menemukan petunjuk stasiun metro. Metro ini seperti LRTnya Jakarta nanti. DI stasiun kami beli tiket dan langsung menanyakan ke petugas ke stasiun mana kita berhenti untuk menuju lokasi hostel yang sudah kami pesan. Bayangkan naik metro hanya Rs 5 sedangkan tadi rickshaw memberikan harga ke kami Rs 200, untung banyak uhuy!!!

Main Bazaar, New Delhi
Main Bazaar, New Delhi
Dari stasiun metro terakhir, kami turun di stasiun dekat jalan Main Bazaar, dimana tempat kami menginap. Untuk para backpacker seluruh dunia pasti nginapnya disini karena disini banyak terdapat hostel dan juga tempat makan dan dekat juga dengan stasiun. Tapi memang suasananya crowded banget apalagi kalo siang hari, waaaah suara klakson sudah seperti kicauan burung gak berhenti-berhenti buuuuu. Bahkan di tempat kami tinggal, kalau malem masih terdengar itu suara suara klakson di jalan raya!

Kami sebenarnya ke New Delhi ini atas dasar kepo aja ingin tahu New Delhi seperti apa, yang katanya kota paling padat di dunia dan memang benar sih, kayanya setiap kemana pun pasti ramai wkwkwkw. Kami menghabiskan 5 hari di New Delhi karena kami akhirnya decide untuk menuju Kashmir dengan menggunakan pesawat (awalnya punya plan untuk overland naik bis, tp setelah survey takutnya jalan masih tertutup salju nanti malah batal ke Kashmir). Tapi karena beli tiket pesawat itu juga kami jadi ngirit banget di New Delhi, hampir 100% tempat yang kami kunjungi itu gratis alias tanpa tiket masuk. Padahal banyak tempat-tempat bagus yang tapi tiketnya mahal sekali hiks seperti Qutub Minar, Humayun's Tomb, Akshardham Temple.

Tapi walaupun tidak ke tempat-tempat tersebut, tapi kami tetap masih bisa jalan dan explore New Delhi di sisi lain, banyak juga lokasi-lokasi yang tidak berbayar dan tetap menarik.

Cannaught Place


Cannaught Place
Cannaught Place
Tempat ini bisa dibilang pusat kota dan pusat keramaiannya New Delhi. Dimana banyak sekali anak-anak gaul delhi berkumpul di daerah sini dan juga ekspatriat-ekspatriat pun ngumpulnya disini. Banyak restaurant dan toko-toko fashion di sekeliling tempat ini, bagi yang mau belanja cantik mungkin bisa mengexplore daerah ini. Disini juga terdapat stasiun utama metronya yaitu Rajiv Chowk. 

Daerah ini juga menjadi pusat perkantoran New Delhi terlihat dari banyaknya warga yang berpakaian rapih dan juga berdandan khas ekskutif kantoran (ingin juga kaya gini sih tapi malas wkwkwk). Salah satu daerah juga dimna bisa mendapatkan KFC di New Delhi uhuy! tapi kecewanya juga sih makan KFC di India pun ada currynya, padahal tujuan utama ke KFC tuh menghindari curry. Ahhhh Curry everywhere! :D


Lotus Temple


Lotus Temple
Lotus Temple
Kuil ini adalah kuil unik yang terkenal di New Delhi. Diberikan nama lotus karena bentuknya yang seperti teratai. Hampir semua wisatawan yang datang ke Delhi wajib mengunjungi kuil ini. Kuil ini disebut unik karena kuil ini adalah lokasi untuk beribadah bagi siapapun, tidak memandang agama ras dan keturunan apapun. Jadi di dalam kuil ini hanya terdapat kursi dan kesunyian karena semua pengunjung dilarang sama sekali untuk berbicara dan bersuara. Disana pengunjung diharapkan bisa berkonsentrasi dan berdoa kepada Tuhannya masing-masing dengan tenang. Peaceful banget ya!

Untuk bisa masuk kedalam kuil ini butuh perjuangan juga karena harus rela antri dan panas-panasan mana disana saat itu sedang panas terik dan suhu cuaca hampir menyentuh 50 derajat celcius! Tapi saat masuk keruangan kuil memang suasana hati menjadi sangat tenang. Semua pun terlarut ke dalam doanya masing-masih. Ahhh andai semua negara dan manusia bisa rukun dan saling bertoleransi seperti ini, indahnya dunia ini yaaa.

Stasiun Kereta New Delhi


Stasiun Kereta New Delhi
Stasiun Kereta New Delhi
Karena nanti setelah dari Kashmir, kami akan harus kembali ke Jaipur karena flight kepulangan kami dari Jaipur kami mengorganize sebisa mungkin transportasi untuk kembali ke Jaipur dari New Delhi. Terbesit di fikiran untuk mencoba naik kereta di India karena dari Jaiour - Agra - Delhi belum pernah pakai kereta dan dengar-dengar harus pesan dari jauh hari sehingga kami urus transportnya dari sekarang. Saya yang mengurus tiket kereta sempat beberapa kali balik ke stasiun kereta ini. Walaupun sering bulak balik dan ramai sekali stasiunnya tapi entah kenapa tempat ini memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri karena benar-benar kelas kereta yang eksklusif dan sangat menghawatirkan warganya ada disini semua.

Selebihnya, tidak ada lagi kegiatan yang kami lakukan selain diam di hostel, cari makan dan naik metro untuk pergi ke setiap sudut-suduk kota New Delhi untuk melihat kegiatan warga lokal dan juga mencari hak-hal yang unik di jalanan. Ada satu tips yang sangat berguna bagi kawan-kawan yang tinggal di daerah Main Bazaar perihal makanan (karena tau sendiri kan sangat sulit cari makanan yang pas dengan lidah kita di sana), kami selama di Delhi selalu makan di restaurant Madan Cafe, letaknya persis pinggir jalan Main Bazaar. Disini tidak hanya ada makanan India saja melainkan menu internasional juga, rasanya juga enak banget dan yang paling penting sih murah banget!

Madan Cafe
Madan Cafe
Setelah 5 hari puas merasakan hidup di New Delhi yang keras dan juga hectic ini akhirnya kami berangkat menuju surga, Kashmir yey! Kami berangkat subuh sekitar jam 3 naik Uber untuk menuju bandara. Bandaranya ternyata lumayan jauh, sekitar 20 menit perjalanan untuk sampai di bandara. And another journey begin here. See you Kashmir!

⏩ Follow Instagram @irhamfaridh to explore #akangbolangjourney! ⏪

1 comment:

  1. Iya, New Delhi memang benar benar rame, kayaknya setiap detik orang seliweran eksana kemari kagak ada capeknya. Siang waktu ngentang ngentang juga banyak orang eksana kemari.

    ReplyDelete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search