Nov 29, 2018

Explore Pantai Banyutibo dan Sungai Maron di Pacitan

Pantai Banyutibo Pacitan
Air terjun pinggir pantai!
Lebaran tahun ini saya habiskan waktu untuk mengunjungi sanak saudara yang ada di Gunung Kidul, Yogyakarta. Gunung Kidul ini terletak sekitar 30 kilometeran jaraknya dari Yogyakarta atau sekitar 45 menit perjalanan. Tempat ini sekarang terkenal dengan wisata-wisata alamnya sampai ke seluruh Indonesia. Siapapun yang mengunjungi Yogyakarta, ada kata "harus" mengunjungi wisata-wisata yang ada disini.

Tapi karena sudah beberapa kali mengunjungi Gunung Kidul dan mungkin hampir sudah mengunjungi semua tempat yang ada disini, akhirnya saya dan keluarga berfikir untuk mengunjungi tempat lain yang tidak jauh lokasinya dari Gunung Kidul. Terbesitlah lokasi yaitu Pacitan. Kenapa Pacitan? Walaupun sudah masuk wilayah Jawa Timur, tetapi jaraknya tidak terlalu jauh dari Yogyakarta, khususnya dari Gunung Kidul, hanya 1 jam dari tempat saudara kami sudah bisa sampai di Pacitan.

Pacitan ini juga terkenal dengan sebutannya "Kota 1001 Goa", memang hampir di setiap penjuru kota banyak bertuliskan goa ini goa itu, banyak sekali. Tapi karena saya kurang tertarik dengan goa, akhirnya saya mencari lokasi wisata lain yang juga gak kalah bagusnya. Disana saya baru ingat bahwa ada air terjun yang lokasinya di pinggir pantai, banyak foto-foto keren dari berbagai fotografer di lokasi ini karena selain unik juga memiliki pasir yang putih dan halus.

Jalan menuju Pantai Banyutibo
Jalan menuju Pantai Banyutibo
1 jam perjalanan dari Gunung Kidul kami tempuh dengan melewati daerah daerah pinggiran Yogyakarta. Semakin jauh semakin ke timur semakin banyak juga bendera Demokrat (#loh wwkwkwk). Sampai di Kota Pacitan saat itu agak macet karena.... ada undangan di tengah jalan!!! iya tengah jalan :)) Kebayang jalur nasional, jalur provinsi yang dilewati truk, bus dan mobil-mobil, setengahnya dipake orang buat hajatan, hebatnya lagi gak ada polisi disana yang mengatur, i love Indonesiah!

Tak jauh dari undangan tersebut, kami mengambil jalur ke kanan, lupa nama daerahnya kearah mana karena kami hanya mengikuti Mbah Google aja sih. Sekitar 15  menit melalui jalan kecil yang berbelok-belok sampailah kami di parkiran menuju Pantai Banyutibo. Saat itu bayar Rp 10.000/orang untuk biaya masuk ke areal pantai, dan parkir sebesar Rp  10.000/mobil.

Sampai di parkiran banyak sekali ojek yang menawarkan untuk menuju pantai dengan harga Rp 5.000. Karena saya mah sudah malang melintang ke berbagai daerah, dan taunya kalau yang begini itu tipu tipu muslihat aja awalnya sih gak percaya dan bakal jalan. Tetapi setelah melihat pemandangan ke arah pantai, ternyata masih agak jauh juga, Fergusoooo...

Karena bawa emak emak dan bapak-bapak akhirnya kami pun semuanya naik ojek masing-masing menuju ke pantai. Dan ternyata memang jauh :)) mungkin kalo jalan sekitar 15 menitan, jadi kali ada yang mudah lelah sih mending naik ojek sepertinya the best option to reach the beach...

Pantai Banyutibo!
Pantai Banyutibo!
Sampai di pantai ternyata.... rame suekaliiiii... kata temen yang dulu pernah kesini saat pantai ini belum terkenal belum ada ojek-ojek dan lain-lainnya. Tapi karena efek mass tourism itulah yang membuat pantai ini menjadi ramai sekali. Tapi tak apa, walaupun ramai tetapi bisa melihat pantai ini secara langsung. Dan memang keren sekali, pantai nya juga bersih!

Ombaknya lumayan kencang juga dan arusnya sampai ke air terjun tadi. Tapi itu hanya terjadi dari pagi hari sampai sore sekitar jam 2-3 an, setelah air laut surut, semua pengunjung bisa main ke pantai untuk bermain di laut dan ada juga yang percaya kalo mandi di air terjun itu menghilangkan berbagai penyakit, hadoohhh :))

air terjun banyutibo
Kolam di atas air terjunnya, keren kannn!
Kalo yang mau berendam with a view kalian bisa perhatikan di atas air terjun tersebut ada kolam disana yang bisa dipakai untuk berendam, tapi airnya gak panas loh yaaaa... Coba kalo spa sambil dipijit dengan view pemandangan seperti ini, keren bangettttt. Tapi karena saat itu saya gak bawa baju ganti jadi hanya melihat-lihat sambil foto-foto deh.

Di pinggir sekitar pantai pun banyak warung makan yang menjual segala bentuk makanan dan minuman dan juga terdapat toilet, jadi jangan takut kelaparan dan jangan takut kebelet pipis atau BAB. Biasalah kalo main sama keluarga pasti kebanyakan ngasonya ya kaannn, akhirnya kami diem di pantai ini selama 30 menit sambil makan bakso, es kelapa dan si bokap ketiduran disini -_- coba kalo gue jalan sendiri, pasti udah jalan kemana lagi nihhhh...

OK.... dari Pantai Banyutibo kami melanjutkan perjalanan ke daerah bernama Maron. Maron ini sebenarnya lokasinya pas sekali karena berada di jalan yang akan menuju jalur utama, jalur kita pulang untuk kembali menuju Gunung Kidul. Ada apa sih di Maron? Awalnya juga iseng sih kami tuh, karena kami hanya mendengar dari warlok katanya ada pantai bagus di Maron, tapi pas diliat di google kok sungai yaaaa.

Sampai di lokasi setelah 20 menitan dari Pantai Banyutibo, kami langsung menuju ke loket pembayaran. Loket ini untuk membayar sewa perahu yang kalo tidak salah harganya sekitar Rp  150.000 per kapal untuk pulang pergi. Setelah bayar pun kita masih penasaran ini tuh naik perahunya kemana gituuu. Karena biasanya seperti di Grand Canyon Pangandaran titik ujungnya di gua kalo ini bener-bener kami gatau.

Sungai Maron
Pemandangan sepanjang perjalanan di Sungai Maron
Pemandangan sepanjang perjalanan di Sungai Maron
Dari awal gak terlalu expect sama Maron ini karena memang gatau ada apa disini dan kemana aja hanya mengikuti aja dibawa kemana sama si perahu. Tapi sepanjang perjalanan sumpah ini sungai bersih banget, airnya bening dan hijau karena saking bersihnya dan pohon-pohon kelapa yang ada di pinggir sungai juga membuat keren pemandangannya.

Dan kata si masnya, perjalanan sampai 45 menit untuk menuju lokasi. Dan ternyata setelah 45 menit perjalanan, kami melihat sebuah pantai, oalaaahhh!! ternyata ujung dari sungai ini adalah pantai!!

Dan yang membuatku takjub adalah pantainya gak rameee dan bersih dan bagusss aahhh kusuka!!

Pantai Ngiroboyo
Pantai Ngiroboyo
Nama pantainya adalah Pantai Ngiroboyo. Sungguh sendu sekali pantai ini karena sepi dan pasirnya menjulag luas sepanjang pantai yang lumayan luas. Untuk turun di pantai masnya akan minta sebesar Rp 25.000 untuk biaya tunggu mungkin, tapi kalau mau langsung balik tanpa turun ke pantai gak perlu bayar-bayar lagi.

Tapi menurutku sih sayang banget kalo gak turun ke pantai dulu karena bagus banget pantainya untuk ukuran di Pulau Jawa. Sayangnya sih gak bawa baju ganti adi gabisa nyemplung padahal ritualku daridulu tuh kalo ke pantai manapun pasti harus nyebur.

Tidak ada penjual makanan maupun minuman disini, apalagi toilet jadi kalau mau piknik kalian bisa prepare dulu peralatan makan dan makanannya lalu bawa naik perahu kesini. Enak banget pokoknya ngaso disini beberapa saat. Setelah sekitar 30 menitan ngaso di pantai ahirnya kami kembali menuju tempat parkiran utama dengan perjalanan lagi selama 45 menit.

Oh saat perjalanan pulang, kami singgah di sumber mata air yang 70% air yang ada di sungai ini terdapat disitu. Jadi disana ada gua yang masuknya gak terlalu dalam tapi sumber air itu muncul dari bawah air dan dalamnya katanya gak ada yang tau berapa meter karena ada yang pernah nyelam belum pernah ketemu dasarnya. Hiiiiii menabjubkan bukan sih! Kata warlok sih dalemnya bisa sampe kilometeran ke dalam perut bumi.

Sampai di parkiran kami langsung menuju ke jalur utama tadi untuk kembali menuju Gunung Kidul dan gak lupa mampir dulu ke Soto Mbah Noto, Soto paling terkenal di Gunung Kidul yang menjadi makanan favoritku kalo lagi ke Gunung Kidul <3

Untuk menuju Pacitan ini banyak jalur yang bisa dilalui. Bisa dari arah timur yaitu dari Malang tapi terlalu jauh. Atau bisa dari Solo tetapi tetap saja harus melalui Yogyakarta terlebih dahulu kecuali memotong jalur melalui Wonogiri.

Jadi yang paling baik menurutku yatu melalui Yogyakarta. Jadi kalian dari daerah manapun makesure menuju ke Yogyakarta terlebih dahulu, bisa melalui jalur darat atau bisa menggunakan pesawat dari berbagai kota. Saya sendiri menggunakan pesawat saat itu dari Jakarta, harga tiketnya pun tidak terlalu mahal. Tentunya saya mencari info tiketnya di pegipegi.com

Pegipegi
Pegipegi

⏩ Follow Instagram @irhamfaridh to explore #akangbolangjourney! ⏪

2 comments:

  1. Aku ikut meringis membaca badan jalan provinsi digunakan untuk hajatan. Terbayang macetnya..Tapi ya ..Ini lah Indonesia..

    Memang sering membaca bahwa di Pacitan, banyak goa. Semoga suatu saat bisa ke sana. Amin

    ReplyDelete
  2. wihhhh..keren banget mas pantainya, seru nihh kalau kesana yahh..pengen banget kesana, liat pemandangan yang begitu indah

    ReplyDelete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search