Feb 6, 2018

Menyusuri Pantai-Pantai Cantik di Aceh Jaya dan Aceh Barat #ExposeSumatera Eps.8

Suatu Pantai di Meulaboh
Suatu Pantai di Meulaboh

Setelah beberapa hari mengelilingi Pulau Weh yang cuacanya ternyata mendung setiap hari, kami kembali menuju Banda Aceh untuk memutar haluan ke sebelah barat Pulau Sumatera. Kami mengambil jadwal penyebrangan sekitar jam 10 pagi dan sampai jam 11 siang. Sesampainya di Banda Aceh kami harus mencari dulu puskesmas karena si Langit muntah-muntah dan demam, takut terjadi sesuatu dan ternyata puskesmas tutup karena saat itu weekend akhirnya kami menuju rumah sakit di dekat daerah Museum Tsunami.

Setelah beberapa jam di cek dan observasi, ternyata Langit harus dirawat inap, kami pun dipisah menjadi 2 rombongan. Rombonganku dipilih untuk menuju ke Lhoknga dulu, karena kita harus ketemu dengan salah satu orang disana yang akan menampung kita malam itu. Jarak dari Banda Aceh menuju Lhoknga sekitar 45 menitan, dengan jalan seperti di Australia, lebar-lebar dan jalanannya mulus.

Sesampainya di Lhoknga, awalnya saya gak berekspektasi apapun dengan daerah ini, ternyata  daerah ini memiliki pantai yang cantik! bahkan banyak bule-bule yang tinggal disini untuk surfing dan menikmati alam sekitar. Di pantai Lhoknga ini kami ketemu dengan owner cafe yang ada di pinggir pantai dan dia juga yang bakal menampung kita. Dia cerita bagaimana dulu di pantai ini terjadi tsunami dan menimpa dia dan keluarganya. Sedih banget denger ceritanya, tapi bangga dengan pembangunan sekitar yang ternyata pesat dan sekarang diminati wisatawan.

Pantai Lhoknga!
Pantai Lhoknga! liat background bukit belakangnya!
Ada ayunan ala-ala kaya di Gili Terawangan
Ada ayunan ala-ala kaya di Gili Terawangan
Sunset Surf Cafe
Sunset Surf Cafe
Sayangnya kami gak bisa berlama-lama disana karena besoknya kami harus lanjut perjalanan lagi dan start di pagi hari, jadi sore itu kami benar-benar menikmati pantai itu semaksimal mungkin sampai matahari benar-benar tenggelam. Banyak sekali peselancar mancanegara yang lewat, bahkan orang lokalnya gak ada lohhh, cuman warlok (warga lokal) aja adanya. Setelah bercerita panjang lebar, ternyata pantai ini termasuk beberapa surf spot terkenal di sekitar Sumatera selain Krui di Lampung dan Mentawai.

Terlihat juga banyak puing-puing bangunan yang sepertinya merupakan bekas bencana tsunami beberapa tahun yang lalu. Walaupun terkena bencana, saya lihat warga sekitar tetap semangat dan terlihat sangat antusias untuk  mempromosikan dan mengembalikan kejayaan daerahnya. Keren cuk!

Saat malam hari tiba, kami diajak ke rumah abangnya yang letaknya agak jauh dari pantai. Rata-rata rumah di daerah ini sama semua karena merupakan rumah bantuan dari pemerintah saat itu. Walaupun tidur di lantai, saat trip kaya gini mah happy happy aja dan bisa tidur dengan pulas....

Keesokan harinya, kami berangkat pagi hari sekali karena perjalanan kali ini menjadi perjalanan yang panjang, karena kita menuju Samosir dan transit di daerah bernama Tapak Tuan, sedangkan perjalanan dari Lhoknga ke Tapak Tuan aja sekitar 10-12 jam perjalanan, fuiihhh capek juga. Tapi selama perjalanan dari Lhoknga, viewnya cantik banget! dijamin gabakal bosen deh di jalan, rasanya kaya bukan di Indonesia loh! ditambah lagi jalan rayanya yang mulus semulus jalanan yang ada di Australia.

jalan di aceh barat
Cakep kan?
Sepanjang perjalanan dari Lhoknga, semua viewnya pantai-pantai, karena kalau dilihat dari maps kita itu menyusuri pantai, bahkan hingga sampai di Tapak Tuan. Biasanya kecepatan 80km/jam itu udah cepet banget di jalanan biasa, tapi kalau di jalanan ini 100 km/jam pun masih terasa kurang, pengennya ngegas terus! :D

Kontur pantainya juga kece parah, karena ditambah background gunung-gunung yang ada di belakangnya, ditambah music country yang selalu di setel di mobil yang lebih membawa suasana. Chill!

Puncak Geurutee
Puncak Geurutee
Selepas keluar dari Aceh Jaya, kami memasuki daerah Aceh Barat. Di perbatasannya kami harus melewati jalanan yang naik turun dan belokan-belokan yang cukup tajam. Saat sampai di atas bukit, ada viewpoint yang bernama Puncak Geurutee. Di tempat inilah kami beristirahat sambil menikmati pemandangan sekitar. Ada banyak warung kopi yang viewnya langsung ngadep ke depan itu, harga kopinya pun standar kok, Rp 5.000 aja dengan view kaya gini <3

Sambil nikmatin kopi, kami sambil berdiskusi juga mengenai trip ini yang ternyata masih jauh dengan Tapak Tuannya, wow, padahal perasaan udaah jauh banget nyetirnya daritadi :( akhirnya kami pun langsung bergegas kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan.

Sampai jam 5 sore ternyata kami baru sampai di daerah Meulaboh, supir pun udah lumayan capek, jadi akhirnya kita kembali istirahat dan ambil spot pinggir pantai sambil nyalain api unggun buat manasin kopi. Ngopi napa bangggggg. Karena saat kami di pantai cuacanya cerah, kami rasa ini momen langka jadi kami decide untuk tinggal dulu disini sampai sunset dan melanjutkan perjalanan. Fyi, selama di Aceh mulai dari Takengon sampai Lhoknga itu cuaca tiap hari selalu mendung, jadi vibes pantainya belum dapet.

Pantai di Meulaboh
Tempat kita istirahat yang ternyata banyak tai sapi dibawahnya :))
Selepas sunset kami langsung melanjutkan perjalanan yang kembali tertahan di Kota Meulaboh karena banyak sekali durian yang manggil-manggil di pinggir jalan. Kami pun parkir dan langsung hunting durian!! yang bikin kaget lagi ternyata durian disini enak banget dan harganya just Rp 10.000 buat duren yang gede banget yang kalo di kota dapet harga Rp 75-100 ribu per pcs!!! Aahhh rasanya surga banget dah, bisa nyicipin duren sepuasnya kaya jajan cilor.

Perjalanan dari Meulaboh menuju Tapak Tuan juga masih sekitar 3 jam perjalanan lagi, padahal waktu udah menunjukan jam 9 malam. Kami pun akhirnya sampai di Tapak Tuan jam 12 malam, dan semua orang langsung tertidur pulas...

Kami pun akhirnya baru bangun sekitar jam 8 pagi, dan saya mencoba untuk ngobrol dengan owner penginapan tersebut. Katanya Tapak Tuan ini memiliki beberapa spot wisata yang cukup membuatku penasaran dan akhirnya semua orang pun setuju untuk eksplor Tapak Tuan lebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Samosir.

Air Dingin


Air dingin ini bukan air yang rasanya dingin, melainkan nama daerah dekat Tapak Tuan sekitar 10 kilometer. Yang terkenal disini yaitu air terjun dan pantainya yang letaknya berdekatan. Keduanya pun namanya simpel banget Pantai Air Dingin dan Air Terjun Air Dingin, eh gimanaaa?

Lokasi Air Terjun Air Dingin
Lokasi Air Terjun Air Dingin
Anehnya lagi, entah nama itu dikasih sesuai dengan keadaan setempat atau bukan, daerah sekitar air terjun itu sejuknya minta ampun! ngeliat airnya aja rasanya pengen berenang tapi lupa bawa baju ganti. Tapi setelah explore Air Terjunnya dan saya menuju ke pantai, panasnya 10 kali lipat, kok bisa ya? apa karena ada angin dari air terjun? entahlahhhh...

Pantainya juga bagus, pasirnya putih, bersih dan pantainya masih belum ada apa-apa bahkan bangunan pun belum ada lohhh, alami lah pokoknya. Di sebrang pantai memang ada beberapa bangunan dan ada warung makan, jadi beberapa teman juga stay di warung sambil kami menunggu jadwal makan siang. Untuk harga sebenernya aceh itu punya harga yang murah-murah dibanding daerah lainnya di Sumatera menurutku.

Pantai Air Dingin
Pantai Air Dingin

Tapak Tuan Tapa


Satu lagi tempat yang wajib dikunjungi di Tapak Tuan adalah tapaknya. hah? gimana? iya, tapaknya, karena tempat ini memiliki legenda yang dipercaya oleh masyarakat sekitar bahwa dulu ada orang yang melawan naga yang telah menganggu daerah ini dulunya dan mengalahkan sang naga dengan serangan tapaknya kaya yang ada di film-film sun go kong gitu dehhh. Memang percaya apa tidak, memang tapaknya ada bekasnya loh!

Tapak Tuan Tapa
Tuh liat tapaknya, ada kan??
Memang tapaknya terlihat sudah diperbaharui dan terlihat tidak alami. Mungkin sengaja di semen agar tidak rusak dan agar tetap terpelihara situsnya. Dulu, kalo mau menuju tapak ini butuh treking sekitar 30 menitan, tapi sekarang pemerintah setempat memperbaharui jalanan menuju tapak dan memberikan tanda dan beberapa fasilitas lain sehingga orang yang ingin liat tapak ini tidak kerepotan dan lebih mudah menuju kesananya. Pemandangan di sekitarnya pun kece, airnya biru terlihat dan tebing-tebing tinggi yang ada di sekitar.

Tak lama di Tapak Tuan kami kembali ke penginapan dan persiapan check out untuk perjalanan menuju Samosir! aye!

⏩ Follow Instagram @irhamfaridh to explore #AkangBolang journey! ⏪

1 comment:

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search