Feb 5, 2018

Explore Pulau Weh, Pulau Paling Barat di Indonesia! #ExposeSumatera Eps.7

Titik Kilometer 0 di Pulau Weh
Titik Kilometer 0 di Pulau Weh
#ExposeSumatera Eps. 6: Takengon The Gayo Highland

Setelah selesai beristirahat dan explore Takengon beberapa hari, kami langung menuju ke Banda Aceh untuk menyebrang ke titik ujung perjalanan kami di Sumatera sebelum berbalik arah ke jalur sebelah barat untuk kembali ke Kota Bandung. Perjalanan dari Takengon menuju Banda Aceh tidak terlalu terjauh hanya sekitar 5-6 jam perjalanan dengan jalanan yang super mulusluslusluslus...

Karena beberapa hari ada di daerah yang dingin (Takengon), kami menuju Banda Aceh yang notabene cuacanya super puanasssss. Tapi karena sampai di pagi hari, panasnya masih belum terasa. Karena rencana kami menyebrang di sore hari, pada saat itu kami mengeksplo dulu Banda Aceh dan mampir di beberapa tempat wisata seperti Masjid Baiturahman dan Museum Tsunami.

Masjid Baiturahman
Masjid Baiturahman
Kami tidak terlalu lama di Masjid Baiturahman karena mengejar penyembarangan. Tidak banyak juga yang bisa dilakukan disini selain foto-foto, tapi percaya deh, suasananya bener-bener kaya bukan di Indonesia. Masjidnya megah banget ditambah dengan tiang tiang yang ada di pinggirnya. Tapi sayangnya waktu itu payung yang ada di tiang itu belum terbuka.

Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh
Tak jauh dari masjid, kami berpindah ke Museum Tsunami Aceh yang baru didirikan beberapa tahun lalu setelah bencana tsunami melanda Banda Aceh dan sekitarnya. Yang keren dari museum ini adalah arsitekturnya yang kekinian, museum ini juga hasil dari Bapak Ridwan Kamil yang sekarang menjadi Wali Kota Bandung. Isi di museum ini banyak info-info mengenai tsunami yang terjadi di Aceh pada saat itu, ada sketsa tanah perubahan sebelum dan sesudah tsunami, rekayasa kejadian saat tsunami sampai ada lorong di pintu masuk museum ini yang menggambarkan situasi saat tsunami, ada suara-suara orang berdoa dan berteriak. Agak merinding juga...

Setelah selesai mengelilingi Museum tersebut, kami makan siang di perjalanan menuju Pelabuhan sebelum menyebrang ke Pulau Weh. Saat itu kita makan ayam tangkap yang ternyata rasanya luar biasa enaknya! etapi ada daun-daun gitu dan rasanya enak, jadi curiga itu daun apa yaaaa... hnmmmm :))

Ayam Tangkap
Ayam Tangkap
Setelah makan siang, kami langsung menuju ke Pelabuhan Ulee Lheue untuk menyebrang ke Sabang. Tapi sayangnya jadwalnya molor pake banget, karena kendaraan semua overload semua beriringan menuju Pulau Weh yang sedang mengadakan acara Sail Sabang 2017 saat itu. Jadi, kami harus menunggu sekitar 4 jam dari jam 4 sore dan baru berangkat sekitar jam 8 malam! yang dilakukan kami hanya ngerokok, ngopi dan nyantei aja di warung sekitar pelabuhan. Padahal dari Banda Aceh menuju Pulau Weh itu cuma bentar, sekitar 1 jam sudah sampai..

Pelabuhan Ulee Lheue
Pelabuhan Ulee Lheue (entah nyebutnya kayak gimana)
Sampai di Pulau Weh ternyata kita tidak langsung sampai, karena tempat kita menginap masih jauh dari pelabuhan. Dari pelabuhan ke Kota Sabangnya pun masih agak jauh, sedangkan kami tinggal di Iboih yang jaraknya 2 kali lipat dari pelabuhan menuju Kota Sabang. Perbedaan dari Kota Sabang dan Iboih adalah Kota Sabang merupakan kota walaupun ada di pinggir pantai juga, semua kegiatan masyarakat Pulau Weh ada di kota ini, banyak jajanan dan juga pusat perbelanjaan di kota ini. Sedangkan Iboih adalah kawasan wisatanya Pulau Weh yang terletak di ujung barat pulau. Banyak berderet hotel-hotel cantik di pinggir pantai dengan harga yang murah pake banget.

Kami menginap di Iboih Beach Inn yang terletak di paling ujung pantai iboih ini, harganya murah banget kalau gak salah sekitar Rp 300.000 per malam dan udah ber AC. Lokasinya pingir pantai banget dan suasana alamnya syahdu banget!

Iboih Beach Inn
Pantai didepan kamar!
hotel iboih aceh weh
Ini hotel sebelah sih, tapi kece kan yah!
Selama tinggal di Iboih Beach Inn, tempat kami menginap, satu hal yang bikin keteteran adalah jauhnya warung dan keramaian dari hotel. Kalo mau beli jajanan kita harus minimal 5 menit naik mobi, terus kalo mau kemana-mana jauh. Tapi enaknya, suasananya benar-benar tenang kaya tinggal di alam belantara tapi dengan fasilitas yang lengkap seperti di hotel. Harus dicoba!

Selama di Pulau Weh kita mengeksplor beberapa tempat wisata sekitaran Iboih dan juga Kota Sabang itu sendiri. Tapi memang kami lebih banyak eksplor di daerah barat karena lokasinya yang berdekatan dengan tempat kami menginap..

Titik 0 Kilometer
Titik 0 Kilometer!
Setelah hampir 2 minggu lebih di perjalanan, akhirnya saya dan teman-teman sampai di Titik 0 Kilometer Barat Indonesia! Mungkin bagi yang naik pesawat ke Sabang suatu pencapaian yang biasa, tapi bagi kami, itu sangat luar biasa, apalagi sepanjang perjalanan memang tidak mulus semuanya, selalu ada tantangan, drama dan lain-lain yang membuat trip ini sungguh memorable. Thanks God i'm here!

Titik 0 Kilometer ini ada di sekitar 7 km dari tempat kami menginap, awalnya saya pikir sekitarannya itu sepi, tapi ternyata banyak yang dagang bahkan kalo niat sih ada yang bisa kasih sertifikatnya loh bahwa kamu sudah pernah ada di titik 0 kilometer ini. Harganya Rp 30.000 per sertifikat. Selain tugunya, disini juga viewnya cantik banget, langsung menuju ke lautan bebas di sebelah baratnya. Apalagi kalau sunset seperti saat kami disana kemarin, cantik banget pokoknya!

View sekitar Iboih - Sabang
View sekitar Iboih - Sabang
Dari Iboih menuju ke Sabang memang jalannya berkelok-kelok melewati hutan yang lebat dan juga melipir melalui tebing-tebing dengan pemandangan cantik seperti foto di atas ini. Fotonya mirip kaya Promthep Cape di Phuket ini! Tapi sayangnya memang saat disana hujan turun terus jadi cuacanya kurang cerah. Oiya karena lagi akan ada acara Sail Sabang, di daerah perairan Sabang banyak banget yatch dari berbagai negara sudah mulai berlabuh di Sabang. Keren yaaaa....

Air Terjun Priya Lot
Air Terjun Priya Lot
Tidak jauh dari hotel kami dan arah ke daerah Kota Sabang, terdapat air terjun juga loh. Letaknya agak di dalam jalan utama. Jadi kami harus parkirkan dulu mobilnya di luar dan jalan kaki kedalam sekitar 2 km jalan kaki. Sepanjang perjalanan pokoknya disuguhi dengan pemandangan yang alami banget, bener-bener tanpa sampah, udara segar dan kece banget. Sekitar 15 menit perjalanan dari parkiran menuju air terjunnya.

Sampai di air terjun rasanya pengen banget terjun ke air buat mandi dan main air (orangnya paling gak tahan klo udah liat air apalagi kalo lagi kepanasan), tapi karena gak bawa baju ganti dan udah mandi saya akhirnya mengurungkan niat itu dan hanya nongkring dipinggur air terjun sambil menikmatinya.

Tidak lama di air terjun kita langsung menuju ke Kota Sabang untuk lihat persiapan Sail Sabang yang akan diselenggarakan minggu depannya.

Kapal pesiar di Sail Sabang
Kapal pesiar di Sail Sabang
Saat kita sampai di Kota Sabang memang keramaian mulai terlihat di sekitar pelabuhan, tempat dimana acara Sail Sabang dibuka. Belum terlalu banyak orang, hanya beberapa peserta parade yang sedang terlihat sedang berlatih. Yang spesial disini yaitu adanya kapal pesiar yang besar banget ada di pelabuhan Sabang tersebut. Dengar-dengar mereka dari Timur Tengah dan membawa sekitar 1500 orang! Cool!

Selama disana kami hanya mengambil gambar dan menikmati suasana sekitar sambil menunggu sunset, yang ternyata sunsetnya gak muncul lagi karena lagi mendung. Selesai dari pelabuhan kami menuju tempat makan yang khas di Sabang yaitu mie jalak. Mie jalak ini rasanya seperti mie kocok Bandung tetapi airnya gak banyak, hampir mirip seperti Mie Ongkloknya Wonosobo, but overall enak banget sumpah!

Mie Jalak Sabang!
Mie Jalak Sabang!
Kota Sabang ini walaupun ada di Aceh tapi rata-rata malah hampir tidak terlihat seperti di Aceh, banyak orang berseliweran tanpa kerudung, banyak yang memakai celana pendek dan banyak campuran dari berbagai ras seperti Chinese dan India.

Sayang banget cuaca selama 3 harian disana, cuacanya mendung terus jadi cuacanya agak kurang buat explore dan foto-foto. For sure, saya bakal balik lagi kesini dengan cuaca yang lebih bagus dan sendiri jadi lebih bebas dan lebih nikmatin pantai-pantai lainnya, karena ternyata banyak banget pantai yang bisa di explore disini...

I'll come back again Weh Island!


⏩ Follow Instagram @irhamfaridh to explore #AkangBolang journey! ⏪

1 comment:

  1. wah ternyata itu toh penginapan yang aku lihat dari jauh..

    aku pun pengen balik lagi ke sabang. kemarin belum puas explorenya.

    ReplyDelete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search