Jan 7, 2018

Megahnya Istana Siak dan Taman Nasional Zamrud di Riau #ExposeSumatera Eps.4

Istana Siak Sri Inderapura
Istana Siak Sri Inderapura
2 hari telah berlalu dengan cepat di Jambi, tim #DarmawisataBagimuNegeri sudah harus bergegas kembali menuju perhentian selanjutnya. Setelah satu hari penuh mengexplore Candi Muari Jambi yang ceritanya dapat dibaca disini:


Kita melanjutkan perjalanan menuju Riau! Di Riau kita akan menuju sebuah daerah bernama Siak. Bagi orang Pulau Jawa tentunya agak asing untuk akang mendengar nama daerah tersebut. Sebelumnya pun akang gak pernah kepo-kepo dulu mengenai tempat wisata selanjutnya karena disamping banyak banget, akang juga ingin go show aja dan let see tempat itu saat sampai disana.

Perjalanan dari Jambi menuju Siak ini merupakan perjalanan paling capek kalo kubilang selama hampir 10 hari kebelakang, selain jalannya banyak yang rusak perjalanannya pun cukup panjang. Hampir sekitar 12 jam kita ada di perjalanan dan kita melakukan perjalanan malam, karena di Jambi pun kita sudah check-out dan selesai explore sekitaran sore. Jadi kita berangkat ke Riau sekitar jam 3-4 sore dan sampai di Siak jam 5 subuh!

Karena masih pagi, kita mengurungkan niat dulu untuk langsung menuju daerah Istana Siak yang merupakan destinasi pertama karena menurut informasi jam bukanya sekitar jam 8-9 pagi. Karena dari kemarin-kemarin belum mandi dan istirahat dengan bener, akhirnya kita menuju satu masjid dekat jembatan yang lumayan megah, mesjidnya pun megah dengan fasilitas yang oke. Disana akang bisa mandi, shalat dan juga sedikit istirahat sambil menunggu jam buka.

Saat jam 8 pagi, kita langsung cus menuju Istana Siak yang jaraknya gak terlalu jauh dari mesjid tersebut. Dan saat sampai di lokasi, deng deng! i'm totally shocked! kotanya rapih dan tertata banget macem Singapore dan panasnya luar biasa!

jalan di siak
jalan di siak
Jalanan di Siak
Entah berapa derajat celsius saat itu, tapi rasanya kulit tuh terbakar kalo kena sinar panas matahari, padahal udah bawa sarung dan dipayungin tetep aja panasnya tembus. Karena saking panasnya, kita langsung menuju Istananya berharap di dalam bakal ada AC. Oiya, untuk masuk ke dalam Istana Siak kita wajib menggunakan pakaian yang sopan, tidak boleh memakai celana pendek, which is kalo pake celana pendek wajib memakai sarung seperti akang dan kawan-kawan lainnya.

Di beberapa spot terlihat penjaga yang berpakaian adat dan terlihat memberikan info kepada seluruh pengunjung yang datang kesini. Masuk ke dalam istana pun kita tidak diperkenankan menggunakan alas sepatu. Saat masuk ke dalam kita dibimbing oleh salah satu penjaga istana dan berkeliling istana mengetahui sejarah dan fungsi setiap ruangan yang ada di istana tersebut.

ruang tamu istana siak
Ini ruang tamu yang dipakai oleh Sultan untuk menjamu tamunya
ruang makan istana siak
Ruang makan di Istana Siak. Megah banget dan ada AC disini, lumayan buat ngadem. Fiuuuuhhh
Sebenarnya luas bangunan istana ini tidak terlalu luas, hanya kompleknya yang luas karena ada tanaman dan bangunan lain di sisi lainnya. Tapi dari bentuk bangunan, dekorasi dan perabotannya itu bisa dibilang mewah banget karena istana ini dibuat tahun 1889 oleh Sultan Syarif Hasyim ke-11 dan pastinya saat dulu istana ini udah mewah banget dong!

Setiap sultan membuat istana masing-masing yang tersebar di berbagai daerah di Riau, terutama di Riau sebelah barat. Dan Istana Siak ini merupakan istana terakhir dari kerajaan ini karena pada tahun 1945 pada saat kemerdekaan Indonesia, kerajaan ini memberikan kekuasaannya kepada pemerintahan Indonesia dan mereka pun membubarkan diri demi satu nama, Indonesia. Keren kan? Bukannya mereka egois mempertahankan kerajaannya yang telah turun menurun hingga 11 sultan, tapi mereka tetap membubarkan diri demi kesatuan Indonesia. Jaman sekarang? hft egois sendiri-sendiri.

kamar sultan istana siak
Di lantai 2 hanya terdapat kamar-kamar sultan dan keluarganya
kompleks Istana Siak
Halaman depan Istana Siak yang luas dan banyak tumbuhan dan bunga
Setelah berkeliling di Istana Siak, kita kembali menuju parkiran mobil dan kita bertemu dengan para pegiat pariwisata di Siak, ada adminnya @exploresiak dan @visitsiak disana, dan mereka mengajak kita ke satu tempat lagi yang tidak jauh dari Istana Siak itu sendiri yaitu Taman Nasional Zamrud.

Taman Nasional Zamrud ini merupakan Taman Nasionak yang baru saja diresmikan oleh Jusuf Kalla pada tahun 2016 kemarin, katanya peresmian ini dilakukan agar hutan dan alam sekitar di Riau terutama Siak tidak berkurang karena di Riau sendiri banyak terjadi pembakaran hutan. Taman Nasional Zamrud ini juga terdiri dari lahan-lahan gambut dan memiliki kekayaan alam yang luar biasa, karena terdapat banyak spesies hewan dan tumbuhan disini.

Karena fungsinya untuk melindungi alam, mungkin pemerintah memang sengaja membiarkan lokasi ini alami, tidak ada arahan wisata kesini sampai akses masuk pun tidak ada! untuk akses menuju Taman Nasional Zamrud, kita harus melalui dulu area lokasi pertambangan Pertamina yang aksesnya totally tertutup. Kalo tidak ada orang dalam yang mengantar atau tidak ada tujuan yang jelas, sudah pasti tidak boleh masuk. Lah kita gimana? Karena judulnya ekspedisini, kami diperbolehkan masuk dan diantar oleh orang lokal setempat untuk melihat kedalam Taman Nasional Zamrud ini!

akses masuk Taman Nasional Zamrud
Akses masuknya. Lumayan ketat. dan kita wajib menuliskan data diri. Dan dalam 3 bulan terakhir hanya ada 2 rombongan termasuk kami yang izin masuk untuk ke Taman Nasional Zamrud!
akses jalan ke Taman Nasional Zamrud
Akses jalan menuju Taman Nasional Zamrud
Karena akses untuk berkeliling Taman Nasional ini pun tidak ada, kita diantar oleh orang lokal yang mempunyai kapal kecil di sekitaran area tersebut untuk mengelilingi danau yang katanya luas dibalik jalanan dan pepohonan ini. Dari pintu masuk tadi sampai ke lokasi perahunya bapak itu mungkin sekitar setengah jam perjalanan atau 20 km dengan jalanan berpasir yang kadang sangat jelek dan melewati pipa pipa dari Pertamina. Unik yaaaa, ada pertambangan di sebelah taman nasional...

dermaga Taman Nasional Zamrud
Tempat yang disebut "dermaga" oleh si bapak yang punya kapal
Di kapal kita melalui pohon-pohon lebat
danau taman nasional ZAmrud
Dan akhirnya sampai danau, luas banget!
Danau ini memiliki luas berhektar-hektar, dan lokasinya ada di tengah-tengah Taman Nasional Zamrud tersebut. Terlihat memang sepanjang perjalanan menembus pohon-pohon lebat, kekayaan alamnya banyak banget, mulai dari binatang-binatangnya sampai tumbuhannya yang bermacam-macam. Awalnya risih banget liat  airnya warna kuning, dalam pikiran akang, sayang banget taman nasional tapi airnya tercemari dari pertambangan yang dilakukan pertamina, eh ternyata air itu memang alami berwarna kuning loh! katanya air itu kuning karena pohon-pohon yang ada di sekitar danau tersebut. Keren!

Di danau ini juga terdapat pulau yang mengambang, artinya pulau ini kalo dilihat dari bawah dia tidak punya permukaan dibawahnya alias terbang, maka dari itu orang lokal setempat menyebut pulau ini, pulau terbang. Setiap bulannya pulau tersebut berada di titik yang berbeda, tapi beberapa tahun ke belakang pulau tersebut udah punya tempat yang pewe kayanya, jadi gak pindah-pindah lagi. Terus, disini juga ada ikan yang jumbo, si bapak saking antusiasnya sampe ngeliatin fotonya ke akang dan memang ikannya gede banget loh!

pulau di sekitar danau Zamrud
Pulau di sekitar danau Zamrud
Amazed banget sama Taman Nasional Zamrud ini karena alamnya bener-bener masih alami, bahkan katanya di beberapa spot memang di biarkan alami karena zonasinya Harimau Sumatera. Mungkin pemerintah sengaja juga gak promosi tempat ini biar tetap terjaga dan alami, tapi akang bener-bener bersyukur banget dapet kesempatan eksplorasi taman nasional ini walaupun hanya 1/100 bagiannya.

Selesai explore di taman nasional, kita kembali ke Siak dan mengajak beberapa kawan dari Siak untuk makan malam dan kita langsung menuju ke Kota Pekanbaru untuk menginap dan istirahat sebelum perjalanan selanjutnya menuju Medan! See you again guys!

Trip ini disponsori oleh TripDixi

⏩ Follow Instagram @irhamfaridh to explore #AkangBolang journey! ⏪

30 comments:

  1. Aku ngikutin banget nih perjalanan road trip Sumatera Akang dan teman-teman, nih. Bikin iri setengah hidup. EH tapi kagum sama sejarah Kesultanan Siak, Kok bisa rela bubar demi Indonesia. Banyak kok kesultanan lain yang masih bertahan tapi tetap dalam teritori kesatuan negara RI. Sungguh, aku bolak-balik ke Riau tapi belum pernah lho ke istana ini. Apa penduduk lokal kurang tau ya soal seluk-beluk istana ini? Kok aku ga pernah diajak jalan-jalan ke sana sama temen-temen dari Riau. -___-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ihhhh kamu kepo muluuuuu :p hahahah iya banyak banget yang unfollow aku sementara sedihhhh hiksss...

      Iya aku juga heran kok bisa ya mereka bisa se loyal itu sama Indonesia, keren presidennya duluu...

      Delete
  2. Bagian dalamnya masih terpelihara baik ya mas. Lumayan nih buat referensi trip.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik banget, bahkan ada mahkotanya kok!

      Delete
  3. Waaaaaah, ternyata Siak menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Beneran itu istananya megah dan aku jadi pengen banget ke Taman Nasional Zamrud dan susur sungainya. Ahhhh.... kabita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa Siak ini aku liat kaya mini Singapura banget! apalagi ada taman nasionalnya yang bikin keren bangettt!!!

      Delete
  4. Emang beneran megah ya.. kelihatan bgt kayak rumah bangsawan. Itu pulau terbang literally gak ada dasarnya apa gimana? Bisa dipijak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ada dasarnya, bisa dipijak tapi biawah tanah itu ya airrrrr :))

      Delete
  5. Aku malah tertarik liat tata kotanya.. kayak bukan di Indonesia.
    Btw, ketemu harimau-nya, gak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaak, sama aku juga tertarik banget. Kotanya rapih dan bersih bangettt!!

      Gak laaahhh, harimaunya ada di sebrang Pertamina ini Mba Vik

      Delete
  6. bener2 bersih dan teratur ya jalanannya, salut! Taman Nasional Zamrudnya jadi macem kawasan yang dikelilingi danau kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaapsss kak bener bersih juga. Terbalik malah, taman nasional yang ditengahnya ada danau, begitu persisnya :D

      Delete
  7. Secara bentuk mirip2 Maimun ya, cuma di sini warnanya lebih kalem

    ReplyDelete
  8. Membaca keterangan Irham dan melihat foto-fotonya, Istana Siak ini mirip banget dengan istana kadriah di Pontianak. Mungkin karena sama-sama istana Melayu kali ya, jadi tata cara memasuki istana pun juga persis sama. Ya begitulah dengan terbentuknya republik Indonesia, mau tidak mau, sukarela atau terpaksa, melebur kedalam negara yang baru yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Jadi di Riau ada juga Taman zamrud, lumayan bagus juga kalau hendak berwisata alam di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, mereka memang totally melayu mba, dan mereka juga bahasanya setengah Melayu..

      Tapi keren sumpah, mereka merelakan kerajaannya yang udah terbangun beratus ratus tahun....

      Delete
  9. Suka sekali. Istana Siak beneran megah. Taman Nasional Zamrud juga bener-bener masih alami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alami dan megahnya juga taman nasionalnya mas :)

      Delete
  10. Wah iya, kotanya bersih dan rapi. Pada dasarnya kota-kota Melayu (Sumatera, Kalimantan, Singapura, Malaysia) memang rapi-rapi sih bro.

    baru tau soal taman nasional itu, semoga dapat izin kalau nanti ke Riau :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa yaaaa, kenapa ya bisa gitu? padahal kan beda negara juga :O

      Nanti minta kontaknya ke aku aja, ntr diajakin anak @exploresiak kesana :))

      Delete
  11. ak g pernah ngebayangin wisata di Riau kecuali daerah pekanbarunya. ternyata ada TN Zambrud.. itu kayaknya Taman Nasional baru ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akupun sama, bahkan aku nganggepnya pas buka itin, Siak itu bukan di Riau :))

      Delete
  12. Kotanya bersih banget ya, nggak ada sampah sedikitpun. Itu dermaga juga unik, warnanya kayak air coca-cola, jadi ingat pas masih SMA dan tinggal di kalteng dulu, air sungainya kayak air cocacola juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa kaya Singapura, keren bangeettttt...

      Iya itu karena dari Gambut ternyata, kirain banyak coca cola tumpeh hehhehehhee

      Delete
  13. Saya liat fotonya langsung yakin ini singapur. Ahahaha


    Ih beruntung banget si Akang bs masuk Taman Nasionalnya, masih baru banget pula. Kerennn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya beruntung banget nih, harus cobain kalo ke RIau mampir ke Siak ini. Keceee!

      Delete
  14. Waaaaa, kereeen! Rejeki banget yak bisa explore ke Taman Nasional Zamrudnya kang.
    Aku belom ada kepikiran sih pengin ke Siak, tapi bolehlah kayanya pan kapan mampir Siak nihhh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa keren banget, beruntung bisa jadi 210 orang yang explore TN. Zamrud tahun lalu :D harussss kak!

      Delete
  15. Seru juga ya pake sarung ke sana.... Aihh... Tadi juga sempet mau nanya, itu istana masih kepake gak sih? Maksudnya kayak di jogja itu Kak... Sistem kerajaannya masih ada biarpun cuma kalangan tertentu doang.... Eh ternyata mereka dulu dah sepakat membubarkan diri ya? Jadi kepo kenapa milih bubar. Masak cuma gara gara pengen nyerahin daulat kepemerintahan ke Indonesia si? *gak terima* 😅😅


    Dan lagi2 mataku tertipu baca "ikan jumbo". Aku sebelumnya baca "ikan jomblo". Mangkanya bingung... Akhirnya kubaca ulang. 😅😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaaha...Sebenernya istananya udah gak kepake, sultannya pun udah ga ada. yg terakhir itu ySultan Hasyim ke 11. setelah itu udah ga ada lagi keturunannya yang jadi Raja karena kerajaan membubarkan diri..

      Hahahahaa kami kali kak yang jomblo :p :P

      Delete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search