Jan 19, 2018

Mandiin Gajah di Tangkahan Ecotourism #ExposeSumatera Eps.5

Gajah di Tangkahan
Gajah di Tangkahan
Expose Sumatera Eps. 4: Megahnya Istana Siak dan Taman Nasional Zamrud di Riau

Setelah perjalanan yang panjang dari Pekanbaru menuju Medan, tim #DarmawisataBagimuNegeri stay 1 malam di Medan, dan berlokasi di tengah kota. Selama disana kami benar-benar recharge dan istirahat karena rangkaian perjalanan #ExposeSumatera ini cukup melelahkan dan menghabiskan tenaga, Selama stay di Medan, akang hanya main ke Merdeka Walk pas malemnya hanya untuk sekedar menghabiskan waktu dan melihat apa yang ada di tengah Kota Medan.

Keesokan harinya, akang dan tim sudah prepare lagi untuk pergi menuju salah satu daerah yang masih banyak orang belum tau dan kenal, yaotu Tangkahan Ecotourism. Tangkahan ini letaknya tidak terlalu jauh dari Kota Medan itu sendiri, yang hanya berjarak sekitar 50-60 km, yang menghabiskan sekitar 1 jam. Tapi karena lalu lintas di Medan agak macet, jadi waktunya agak molor ke 3 jam. Loh kok 3 jam??? Iya, 3 jam, karena jalanan dari jalan utama menuju Tangkahan, which is 20 km sisanya gravel road! jadi selama 20 jam kita di umbang ambing di mobil karena permukaan jalan tidak rata dan lubangnya minta ampunnnnn.

Tapi, karena demi sampai Tangkahan, mobil pun terus kita pacu sampai tidak pernah berhenti karena hari sudah mulai mendung dan kalo hujan akan lebih berbahaya, karena si jalan akan bergenang airnya, ban bisa slip atau jalanan denger-denger bisa banjir hingga 2 meteran. Sekitar 1 jam melewati jalan yang berliku dan berlubang itu, akhirnya kita sampai di Pusat Informasi Tangkahan Ecotourism. Disana ada berbagai macam informasi mengenai Tangkahan dan juga ada informasi mengenai penginapan dan lain-lain.

Tangkahan Visitor Center
Tangkahan Visitor Center
Tangkahan Visitor Center beserta pemandangan alam dibelakangnya
Tangkahan Visitor Center beserta pemandangan alam dibelakangnya
Saat sampai di Visitor Center, dari bau baunya sudah alami banget ditambah disana itu gabakal dapet sinyal apapun, even Telkomsel! Melihat ke pemandangan sekitar juga bener-bener alami banget, ditambah akang dapet informasi kalo daerah ini udah masuk ke Taman Nasional Leuseur yang masih alami itu! wow! Walaupun belum bisa muncak, seengganya udah pernah ada di pinggirannya, yaaa kaaannn. 

Saat tim lain sedang promosi dan menanyakan informasi, akang sempat jalan ke bawah Visitor Center ini dan dapet spot yang cakep banget. Ternyata ada jembatan yang panjang di belakangnya dan menghadap ke sungai dan hutan-hutan yang ada di sampingnya. Keren bangetttt. 

Jembatan yang ada di Tangkahan
Jembatan yang ada di Tangkahan

view dari jembatan
View dari jembatan
Ada view yang beda saat sampai lokasi Tangkahan ini. Padahal selama perjalanan dari jalan utama sampai Tanghakan, kita hanya melewati lahan-lahan Sawit. Tapi saat sampai di Tangkahan ini, benar-benar hutan yang masih alami dan tumbuhannya lebat, bahkan binatangnya pun mungkin masih lengkap. Denger-denger juga masih banyak binatang buas seperti harimau, babi, rusa di dalam hutan ini.

Jembatan ini menghubungkan antara daerah masyarakat dengan daerah khusus penginapan [ara wisatawan. Jadi di bagian visitor center tadi merupakan daerah untuk warga sekitar, yang disebrang jembatan tadi punya banyak sekali penginapan dengan harga yang sangat murah menurutku, hanya sekitar 150 ribu sekamar dengan view langsung di depan sungai!

Tidak lama kemudian, kita langsung menuju ke tempat pemandian gajah yang lokasinya agak jauh dari Visitor Center tadi. Sekitar perjalanan 10 menit mengunakan mobil dengan jalan gravel road lagi seperti tadi. Sepanjang perjalanan, kita melihat beberapa spot yang terlihat digunakan untuk budidaya alam sekitar terutama, gajah-gajah yang dirawat di sekitar Tangkahan ini. Untuk pemandian gajah itu sendiri dilakukan 2 kali sehari, yaitu pada jam 9 pagi dan 4 sore. Jadi diluar itu, kalian gabakalan bisa liat gajah-gajah di daerah Tangkahan, karena diluar jam itu gajah akan berada di dalam hutan melakukan kegiatannya sehari-hari #halah.

Saat gajah datang dari hutan menuju lokasi mandinya setiap hari
Saat gajah datang dari hutan menuju lokasi mandinya setiap hari
saat gajah dimandikan
Mandi dulu gaessss....
Prosesi pemandian gajah ini berlangsung sekitar 30 menitan. Memang lokasi ini dibuat sengaja oleh pihak Tangkahan Ecotourism agar banyak wisatawan datang dan tertarik untuk melihat proses mandi gajah-gajah yang ada di Tangkahan ini. Rata-rata hampir 98% wisatawan yang datang kesini yaitu wisatawan asing. Memang sih disini gak ada spot selfie instagramable yang memang dicari hampir semua wisatawan domestik :p

Gajah gajah yang ada di Tangkahan ini tidak diborgol seperti di Way Kambas, semuanya dibebaskan, bahkan sering mendekati wisatawan yang melihat di pinggir sungai juga. Selain gajah-gajah besar, terdapat juga anak-anak gajah yang kecil nan imut yang masih lucu-lucunya. Ada sekitar 8 gajah saat itu yang datang ke lokasi pemandian dan ada juga beberapa pawangnya yang ikut memandikan sang gajah di sungai tersebut. Buat wisatawan yang ingin memandikan gajah pun, bisa langsung turun ke sungai dan mandi dengan si gajah.

Karena show pemandian gajah sudah selesai, gajah kembali ke tengah hutan dan kita pun kembali ke Visitor Center untuk beristirahat dan berdiskusi mengenai plan kedepan, karena hari sudah sangat sore dan kita pun kalo lanjut langsung akan gelap dijalan yang gravel road tadi ditambah langsung menuju Takengon yang jaraknya lumayan jauh banget dari Tangkahan. So, we decided to stay here! Karena sudah terlalu larut, akhirnya kita memutuskan untuk menginap di Tangkahan dengan view seperti iniiii!!!

penginapan di tangkahan
Penginapan kita di Tangkahan
Cakep kan???? Cuma 150 ribu per kamar dan bisa diisi 3-4 orang dalam 1 kamar. Tapi ada kejadian saat malam disini. Jadi, malem itu hujan gede banget, bahkan badai karena anginnya kenceng banget dan petir ada dimana-mana. Ditambah karena badai itu, semua listrik di Tangkahan totally matiii! iya mati, jadi kita saat itu tanpa sinyal, tanpa listrik dan tanpa apapun di satu rumah kayu, di tengah hutan, hujan lagi badai, dan sungai di bawah pun meluap ke atas, what a night guys!

Di satu sisi serem juga karena sadar gak sadar, kita ada di tengah hutan, tanpa sinyal dan tanpa listrik, tapi si satu sisi suka bangeeettt karena ngerasa bener-bener lagi di alam banget. Suara hujan, petir, aliran sungai tanpa gangguan hp dan listrik itu bener-bener relaxing banget, walaupun agak sedikit waswas juga takutnya sungainya bakal meluap tinggi ke atas. Untungnya kita stay di lantai 2 nya sih, kalo di lantai 1 kayanya kita udah kena itu luapan sungainya.

Malam punnn terlewati dengan indahnya karena walaupun mati listrik dan sebagainya kita tetep happy menghabiskan waktu bersama dengan segelas..... air... putih aqua. Keesokan harinya saking freshnya, akang telat bangun dan ditinggal rombongan ke tempat pemandian gajahnya, karena ada sebagian dari tim yang kemarin tidak ikut dan pengen liat pagi itu. Akang pun nyusul kesana dan kembali ke tim.

Karena tim dijadwalkan berangkat sehabis makan siang, beberapa dari kita melakukan rafting di sungai tersebut. Kalo akang sih enjoy pinggir sungai aja tiduran sambil menikmati matahari karena udah terlalu capekkk dan saving energy buat perjalanan ke Takengon, Aceh.

Sungai di Tangkahan
Sungai di Tangkahan
Setelah puas main di sungai, kita pun makan siang di pinggir sungai ala-ala piknik untuk isi tenaga dan bersiap-siap menuju perjalanan selanjutnya ke Aceh yeaahh!
⏩ Follow Instagram @irhamfaridh to explore #AkangBolang journey! ⏪

14 comments:

  1. Alhamdulillah, gajah di sini ga diborgol, jadi bebas dan ga tersiksa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, gajahnya pun terlihat happy hehehhee

      Delete
  2. tanpa sinyal, tanpa listrik dan tanpa apapun di satu rumah kayu itu adventurous banget ya Kang !! berasa banget di tengah alamnya. Ai ngecharge HP kumaha atuh ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. HP ge geus pareum kang, jadi nikmati apa adanya weh hehehehe

      Delete
  3. wa seruu aku jadi ingat lagubya tulus
    gajah itu hewan favoritku
    suka banget pas mainan air oakai belalainya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, seru mereka juga suka bercanda gitu gajahnya hehehhee

      Delete
  4. Kalo 50-60 km kayaknya wajarnya 2 jam sih, 20-30 km baru 1 jam. Pemandangannya cakep kayak di Amazon (kayak udah pernah ke sana aja, hih).

    Hehe, Tuhan ingin kalian benar-benar menikmati perjalanan dan melarikan diri dari kesibukan kota besar tanpa listrik dan internet. What a great experience!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaaa, alamnya masih alami banget bang. Bahkan airnya di sungai pun jernih banget kalo pas gak hujan!

      Delete
  5. Serem banget kalo masih ada binatang buasnya. Asal gak sendirian aja. Soalnya kalo ada apa apa ga ada yang tahu. Wkwkwk.... Tapi biasanya aman sih. Binatang buas sebenernya takut sama manusia. Kecuali kalo kepepet...

    Seru jalan jalanna ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi katanya suatu waktu bisa-bisa macannya main ke kampung itu, serem ugaaaaa.....

      Delete
  6. Kalau wisatawan mau apa boleh ikut memandikan gajah-gajah tersebut, Irham. Ternyata sekalipun tidak dirantai kakinya di pusat konservasi gajah tangkahan tak terlihat gajahnya liar. Apakah wisatawan boleh mendekat?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh kak, kita juga bisa berenang bareng gajah sambil mandiin gajahnya. seruuuuu

      Delete
  7. Ngeri itu ngebayangin di tengah hutan tanpa listrik dan sinyal, mana meluap pula sungainya

    ReplyDelete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search