Dec 21, 2017

Sightseeing di Kota Palembang #ExposeSumatera Eps.2

sunset di jembatan ampera
Sunset di jembatatan ikonik di Palembang, Jembatan Ampera
Sepanjang 7-8 jam tim #DarmawisataBagimuNegeri menempuh perjalanan dari Lampung menuju Palembang, akhirnya tim sampai juga di Palembang di tengah malam karena baru mulai perjalanan sekitar jam 11 siang. Mungkin karena terlalu capek juga di hari sebelumnya kita explore Lampung Timur dan baru istirahat sekitar jam 12 malam di kediamannya Bupati Lampung Timur.

Cerita #ExposeSumateraEps1: Memulai Petualangan Dari Lampung Timur

Perjalanan dari Lampung menuju Palembang cukup menegangkan juga, karena denger-denger ada daerah (lupa nama daerahnya) yang katanya kalo udah mulai gelap rawan begal. Jadi karena terlalu parno (salah satu anggota tim kita ada yang pernah dikejar begal di daerah sana), kita menaikan kecepatan kendaraan agar segera melewati daerah tersebut karena matahari sudah mulai turun dan sudah mulai gelap. Beberapa kali mobil kena lubang yang lumayan dalam dan mobil hampir tertabrak. Tapi alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dan kami sampai dengan selamat.

Selama di Palembang, kami semua tinggal di rumahnya Bang Yayan a.k.a Omndut yang seorang travel blogger juga loh blognya www.omnduut.com dia udah keliling kemana-mana loh :p Selama tinggal di rumah bang Yayan, keluarganya sangat ramah dan welcome banget. Yang spesial disini sih makanan mamahnya Bang Yayan yang enaknya bukan main! Gak pernah deh kelaperan disini karena di suplai terus hehehe makasih Bang Yayan dan keluarga! <3

omnduut
Kami foto bersama dengan Bang Yayan berserta mamanya
Karena di hari pertama sampai di Palembang sudah larut malam, kami berencana mengexplore Palembang dari pagi hari keesokan harinya, karena besoknya harus sudah lanjut perjalanan lagi ke Jambi. Untungnya lagi rumah Bang Yayan ini lokasinya tidak jauh dari kota, bahkan ada di tengah kota dan dekat dari Jembatan Ampera dan wisata lainnya.

Pagi harinya kita langsung menuju Alquran-Al-Akbar yang lokasinya di pasantren Al-Akbar. Jalan menuju lokasi ini tidak seperti wisata pada umumnya, karena memang lokasinya ada di jalan kecil dan petunjuk arah juga masih kurang kalo dari tengah kota, tapi jaman now google maps bisa sangat membantu. Saran nih kalo kesini pakai pakaian yang sopan karena disini mayoritas orang datang bepakaian islami dan tertutup, tapi buat yang gak bawa tersedia peminjaman sarung dan kerudung for free. Biaya masuknya kalo gak salah sekitar Rp 5.000 per orang.

Alquran Al-akbar
Alquran Al-akbar
Alquran Al-akbar
Di dalam hiasan Alquran Al-akbar
Yang cukup membuat akang takjub adalah ternyata dari bangunan sebesar ini terdapat 30 juz layaknya Alquran seperti pada aslinya. Selain bisa melihat dari depan, ternyata kita juga bisa masuk kedalam ruangannya yang terbilang cukup besar. Rupanya wisata ini dijadikan juga wisata religi bagi ibu-ibu pengajian, selama akang disana banyak ibu-ibu yang terlihat sengaja datang kesini untuk berkunjung sambil merumpi dengan teman-temannya.

Tidak jauh dari Alquran Al-akbar, kami mengunjungi Pasar 26 Hilir atau katanya sering disebut Kampung Pempek karena sepanjang jalan ini banyak yang menjual berbagai macam pempek. Pempek ini merupakan salah satu makanan wajib yang harus dicoba di Palembang dong, masa gak coba pempek di tempat asalnya he he

Pempek Palembang
Pempek Palembang
Rupanya pempek di Palembang sendiri sangat banyak macamnya gak seperti yang akang tau seperti kapal selam saja, di warung yang kita datangi terdapat lebih dari 10 macam pempek yang terbuat dari ikan gabus asli. Harganya lumayan mahal sekitaran Rp 15.000-20.000 per porsi dan akang rasa rasanya jauh lebih enak di Bandung (mungkin seleranya beda yaks). Saat disini ada kejadian orang berantem dan jadi perhatian semua orang. Kalo dilihat sih suami istri yang bertengkar, tapi sayangnya gak tau apa artinya jadi gelap deh ah, mungkin kalo di Sunda mah "kaditu siah tong balik!" (kesana kamu gausah balik).

Setelah kenyang makan siang kami langsung melanjutkan perjalanan ke daerah Jembatan Ampera. Ternyata selain hanya menikmati Jembatan Ampera dari daratan kita juga bisa menikmati jembatan dari sungai. Kami menyewa kapal untuk menyusuri Sungai Musi dan berkunjung ke beberapa lokasi seperti Pulau Kemaro dan Kampung Al-Munawar.

sewa perahu di jembatan ampera ke pulau kemaro
Jenis perahu yang kita pakai untuk ke Pulau Kemaro dan Kampung Al-Munawar
Selama di kapal kita bisa melihat pemandangan sepanjang Sungai Musi termasuk beberapa kampung yang terdapat di Palembang. Sepanjang sungai ini terdapat beberapa juga pabrik batu bara, sehingga banyak kapal-kapal besar yang melintas, selain itu juga kita bisa melihat beberapa pabrik dari sungai, yang gatau tuh limbahnya dibuang kemana #eh

Setelah kapal berlayar selama 45 menit, kita akhirnya sampai di Pulau Kemaro. Pulau Kemaro ini dulu mempunyai legenda yaitu terdapat putri dari Kerajaan Palembang yang disunting oleh seorang saudagar Tionghoa dan putri itu dibawa ke daratan Tionghoa melewati sungai ini, dan saat di dekat Pulau Kemaro ini terdapat kejadian yang membuat 3 orang yaitu saudagar Tionghoa beserta pengawalnya berikut putri yang bernama Siti Fatimah tersebut loncat kedalam sungai dan tidak pernah muncul lagi.

Pagoda Pulau Kemaro
Pagoda Pulau Kemaro
Dermaga Pulau Kemaro

Karena hubungannya yang kuat dengan Tionghoa, di Pulau Kemaro ini terdapat pagoda yang dapat dibilang tinggi. Suasana saat sampai di Pulau Kemaro ini memang sangat beda, aroma dan dekorasi bangunannya Tionghoa banget. Selain ada bangunan juga, disini terdapat beberapa warung makanan dan minuman, jadi jangan khawatir kelaparan atau kehausan. Tapi sayangnya agak kurang terawat, terlihat dari bangunannya dan beberapa spot yang terlihat sudah tua. Kembali ke dermaga, kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Al-Munawar.

Baca juga: Liburan Anti-mainstream di Bali

kapal pulau kemaro
Suasana di kapal saat perjalanan ke Kampung Al-Munawar
Sampai di Kampung Al-Munawar, kita disambut oleh anak-anak yang sedang bermain di sungai. Suka banget sama suasana kaya gini! Untuk masuk ke Kampung Al-Munawar kita dikenakan biaya Rp 3.000/orang kalau tidak salah dan wajib berpakaian sopan. Tapi karena akang hanya memakai celana pendek, akang tidak masuk ke dalam dan hanya menunggu di kapal sambil melihat aktivitas anak-anak kampung sini bermain di sungai dan menikmati sunset dari kapal.

Cerita dari teman-teman yang masuk ke dalam, banyak bocah-bocah asli keturunan Arab yang tinggal disini menyambut kedatangan mereka sambil diajak bermain seperti main bola, atau sekedar berfoto bersama. Kampung Arab ini memang berisi orang-orang asli keturunan Arab yang sudah menetap lama di Palembang, terlihat dari bentuk dan paras muka mereka yang beda dengan orang-orang asli Indonesia. But, still, they are Indonesian also, bukan pribumi atau nonpribumi #eh.

bocah-bocah Kampung Al-Munawar
Bocah-bocah Kampung Al-Munawar
Kampung Al-Munawar
Kampung Al-Munawar
Tak lama di Kampung Al-munawar karena sudah sore banget akhirnya semua teman kembali ke perahu dan kita kembali ke Jembatan Ampera. Selama perjalanan pulang, suasananya syahdu banget! Di perahu yang sedang berlayar di sungai sambil menikmati sunset yang pada saat hari itu, indah sekali! (padahal beberapa hari kemarin, setiap hari hujan melulu siang malam). Apalagi saat sampai di bawah Jembatan Ampera dengan background sunset yang semakin cantik dan semakin menguning, aaahhhh happy ending banget!

Sunset <3
Sunset <3
jembatan ampera
<3 <3 <3
Saat sampai di daerah dermaga, ada sebuah tugu bertuliskan Bukit Asam, patungnya berbentuk ikan dan katanya bernama Ikan Belido. Biasanya dari patung ikan tersebut biasanya keluar air tapi karena sedang renovasi jadi patung ini tidak mengeluarkan air. Waaah iconic banget yah, kaya di Singapura itu ada singa, kalo di Palembang ada ikan, ntaps!

Oiya disini juga banyak restoran apung dimana kita bisa nyobain makan di perahu! Tapi tenang, perahunya gak berlayar kok, cuman mengambang dan diikat di pinggir sungai. Di area ini juga banyak banget orang, mungkin merupakan salah satu pusat keramaian di Palembang juga. Banyak orang-ornag pacaran, anak kecil berlari-larian dan anak-anak muda yang nongkrong cari dedek-dedek gemesh.

Patung Ikan Belido
Patung Ikan Belido
Nongkrong syantik dulu di area patung ikan belido sambil menikmati suasana malam Palembang,  setelahnya kita kembali ke mobil dan kembali ke rumah Bang Yayan untuk beristirahat dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya ke Jambi, yihaaa!

Next Story: Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Candi Muaro Jambi!


⏩ Follow Instagram @irhamfaridh to explore #AkangBolang journey! ⏪

22 comments:

  1. Menarik sekali perjalanan exploring Sumatera ini Akang. Destinasi wisata Palembang di sapu bersih..Yang paling menarik untuk saya nginap di rumah Yayan dan menikmati masakan ibunya :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe terima kasih mba evi. Iyaa masakan ibunya bang yayan juaraa memang :D

      Delete
  2. Eh, kok kita samaan ya. Pas ke Palembang ikut marathon, orang pertama yang nyamperin gw ya mz Yayan ini. Gw nginepnya di hotel sih, karena waktu itu gak tau siapa yang domisili di Palembang. Diputer-puterin juga ke spot2 umum di Palembang. Cuma belum kesampaian main ke Alquran-Al-Akbar. Mungkin bakal balik lagi ke Palembang kalau LRT dan jalan dari bandara ke kota udah mulus hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah samaan hehehehe iya kalo ada LRT keren yaaa Palembang ini :D

      Delete
  3. Kalo ke palembang kayanya belom puas kalo belom makan pempek asli palembang disana yaaaaaa. hihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyadonnggggg. walaupun ternyata lebih enakan di pulau jawa buatku wkwkwkkw

      Delete
  4. Sept kemarin aku dr palembang, dan itu ngerasa kurang lamaaaaaa :D. Suka bgt deh ama kotanya, trutama makanannya mas :D. Aku jg sempet ketemu mas yayan, walo bentar tp seneng aja, malah dibawain kerupuk palembang yg enak2 .

    Kalo pempeknya aku jg sempet icipin yg di kampung 26 ilir. Kyknya memang ga semua enak. Tp ada 1 tempat yg aku cobain lumayan, pempek lala. Tp ttp sih ga bisa ngalahin rasa pempek vico nya :D. Yg candy juga lumayan. Mie celor aku suka yg poligon.

    Yg alqurabln akbar aku jg datangin. Cm kampang al munawar ga bisa, krn waktunya mepet. Tp pastilah msh pgn dtg lg ksana pokoknya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah bang yayan ini selalu welcome ya ke semua org, rata2 semua org yang ke palembang pasti ketemu bang yayan :))

      Waaah sayang gak ke al munawar, apalagi pas sunset bagus banget darisana viewnya!

      Delete
  5. Mestinya gakpapa masuk ke dalam kampung Arabnya, karena di pos depan ada dikasih pinjam sarung. Tapi boleh juga sarannya, semoga di pos bagian sungai juga ada kasih pinjam sarung.

    Alhamdulillah akhirnya bisa jumpa si Akang Bolang di Palembang. Semoga bisa jumpa lagi kapan-kapan ya. Atau mungkin jalan bareng #AkangBolang hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oalaaah gitu yaaa, alesan sih sebenernya. aku lagi nikmatin sunset di pinggir sungai, mager gituuu huehehehe

      Iyaaanihhh, semoga ketemu lagi di kesempatan berikutnya ya bang yayan, salam untuk keluarga :)

      Delete
  6. wih keren ada sebanyak itu kaligrafinya

    ReplyDelete
  7. wa selendangnya cocok mas
    eh
    tapi palembang emang keren apalagi senjanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahha, iya keren banget senjanya, gak bisa move on!

      Delete
  8. duhhh asyiknya main ke palembang dan ketemu omndut.
    palembang itu asyik banget buat dijelajahi sih ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa asik bangettt, maksimal tapi 2 harian. iya malah nginep dirumahnya omndut hehehe

      Delete
  9. Dari tulisan ini saya belajar kalau ke Palembang itu harus ke rumah Bang Yayan #lahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul sekaliii! makanannya enak-enak #eh

      Delete
  10. Akk blom kesampaian ke Palembang lagii, moga Februari, aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semogaaa mbaaa, siapa tau ketemu disana hehehe

      Delete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search