Dec 18, 2017

Memulai Petualangan dari Lampung Timur #ExposeSumatera Eps.1

lampung timur
Pemandangan pesisir Lampung
Artikel ini menjadi artikel pertama dalam perjalanan #ExposeSumatera yang sudah akang lalui sebulan yang lalu. Bagi yang belum tau, perjalanan Expose Sumatera ini dicanangkan oleh tim #DarmawisataBagimuNegeri yang terdiri dari Blogger, Youtuber, Videographer dan juga beberapa pegiat outdoor, perjalanan ini dimulai dari Bandung menggunakan mobil mengelilingi seluruh Pulau Sumatera mulai dari Lampung, Palembang, Pekan baru, Jambi, Medan, Aceh, Padang, Bengkulu dan kembali lagi ke Bandung selama kurang lebih 41 hari. Misi tim dalam perjalanan kali ini adalah mengekspos wisata, alam, budaya, dan keunikan dari masing-masing daerah untuk dipublikasikan ke seluruh pelosok Indonesia lewat berbagai platform. Seluruh perjalanan kami ini didukung penuh oleh TripDixi, perusahaan yang memiliki aplikasi marketplace untuk trip-trip di Indonesia.

Singkat cerita, perjalanan ini dimulai tanggal 12 November 2017. Semua tim berkumpul di Kota Bandung karena ada beberapa tim yang berasal dari luar kota. Semua tim sudah berkumpul dari tanggal 10 November untuk persiapan, briefing dan pedekate dengan anggota lain sebelum perjalanan dimulai. Memang kita perlu pedekate disini karena pada awalnya kita belum kenal sama sekali sehingga butuh adaptasi yang ekstra nantinya di perjalanan, dan it is!

persiapan keberangkatan
Persiapan keberangkatan
Selama di Bandung kami berkesempatan untuk staycation dan manja-manjaan di Hotel Aryaduta Bandung sebelum memulai perjalanan. Ada yang aneh saat persiapan, semua tamu hotel bener-bener menatap heran dengan apa yang kita lakuin di halaman parkir, karena kita lagi beres-beres, barang bawaan banyak banget ditambah barang-barangnya dinaikin ke atas mobil :))

Jadi selama trip ini kita pakai 2 mobil, yang 1 mobil Xenia dan 1 lagi mobil Jimny. Kedua mobil memakai roofrack untuk mengikat dan membawa barang-barang yang sepertinya lebih banyak dibanding jumlah orangnya, kayanya sih 1 orang bawa sekitar 1-3 tas. Kalo akang sendiri cuma bawa 2 tas, 1 tas backpack ukuran 70 liter dan tas daypack untuk bawa laptop dan perlengkapan kerja lainnya. "KERJA".

tim Darmawisata Bagimu Negeri
Tim Darmawisata Bagimu Negeri
Selesai persiapan, seluruh tim berkumpul, briefing dan berdoa bersama di Balai Kota Bandung. Awalnya kami akan dilepas oleh Bapak Ridwan Kamil Walikota Bandung, tapi berhubung beliau sibuk jadi beliau tidak bisa hadir. Dari Balai Kota Bandung ini kami memulai perjalanan panjang menuju Sumatera dengan tujuan awal, Lampung!

Tantangan awal dan terberat untuk menuju Lampung itu adalah melewati Bandung dan Jakarta itu sendiri! Macetnya parah. 2 jam awal kita jalan belum sampai gerbang tol, belum lagi macetnya daerah Cikarang dan Karawang ditambah Bekasi yang macetnya gila-gilaan itu. Dari jam 4 kita memulai perjalanan dari Bandung, baru sekitar jam 4 subuh kita sampai di Pelabuhan Merak. 12 jam -_____-

kapal penyebrangan merak-bakauheuni
Kapal penyebrangan Merak-Bakauheuni
Selama kurang lebih 2 jam kami menaiki kapal penyebrangan Merak-Bakauheuni. Sudah 2 kali ke Lampung pakai ferry, tapi bersyukur kapalnya yang didapat lumayan bagus dan bersih gak seperti kapalku dulu saat Solo Riding ke Teluk Kiluan dan Gigi Hiu. Kalo untuk per orang tanpa kendaraan, biaya tiketnya hanya sekitar Rp 13.000/orang, untuk bawa kendaraan seperti mobil kalo gak salah sekitar Rp 200.000an/mobil. Gelombangnya sih biasa aja gak separah kaya ke Karimun Jawa atau Pulau Seribu, tenang aja!

Menara Siger
Menara Siger
Pemandangan sekitar Menara Siger
Pemandangan sekitar Menara Siger
Sesampainya di Pelabuhan Bakauheuni, kami langsung menuju Menara Siger yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan. Menara Siger ini merupakan titik nol Sumatera di selatan dan membawa bentuk ikon dari Lampung. Tidak banyak yang bisa dilakukan di Menara Siger sebenarnya, tapi disini kita bisa menikmati pemandangan sekitar karena menara ini terletak di atas bukit. Proyek tol Trans Sumatera pun terlihat sangat jelas dan megah dari sini. Semoga tol ini cepat selesai, karena dengan adanya tol ini dari Pelabuhan Bakauheuni ke Bandar Lampung bisa hanya dengan 0,5 jam saja yang tadinya 2 jam, bisa potong waktu banyak banget. God bless Pak Jokowi!

Kandang gajah di Way Kambas
Kandang gajah di Way Kambas
Foto dengan gajah di Way Kambas
Foto sama gajah. Belum mandi 2 hari buluk :))
Tidak lama di Menara Siger, kami langsung menuju ke arah Taman Nasional Way Kambas! yeeaaaaaa setelah dari lama ingin main ke Way Kambas gapernah jadi-jadi karena faktor cuaca dan transportasi, akhirnya bisa main juga kesini. Perjalanan dari Menara Siger menuju Taman Nasional Way Kambas menghabiskan sekitar 2-3 jam perjalanan, jalanannya terhitung masih mulu, sampai ke gerbang masuk Taman Nasionalnya pun masih mulus, pake banget!

Perbedaan mencolok banget ketika sebelum masuk gerbang Taman Nasional dengan setelah masuk gerbang, setelah masuk gerbang itu rasanya kita langsung masuk ke hutan. Pohon-pohon rindang bertebaran di pinggir jalan, banyak kera di sepanjang perjalanan menuju shelter gajah, dan juga jalanannya yang sedikit agak bumpy dan berdebu. Yang bisa dilakukan di Way Kambas adalah bermain dengan gajah karena ini merupakan tempat pemeliharaan gajah juga. Bisa juga naik gajah, tapi kalo akang sih kurang setuju yang beginian, just let them free aja.

Baca juga: Solo Riding ke Teluk Kiluan dan Gigi Hiu Lampung!

Btw, dapet informasi juga katanya ada desa yang lebih dalam lagi dari tempat shelter gajah ini, disana katanya gajahnya benar-benar liar dan banyak sekali layaknya anjing/kucing di perkotaan. Disana kita bisa mandi bareng gajah atau mandiin gajahnya juga. Sebenarnya di shelter gajah yang masih dekat dengan gerbang utama juga bisa tapi ada jam jam tertentu. Oiya, selama kami berkunjung kesana sedang ada Festival Way Kambas yang selalu diadakan setiap tahunnya. Ramai banget di lokasi ini, ada banyak jajanan dan pertunjukan di panggung yang lumayan megah. Sayangnya, saat kita sampai acaranya sudah selesai dan orang sudah banyak yang bubaran.

Foto ala ala di depan panggung Festival Way Kambas
Foto ala ala di depan panggung Festival Way Kambas
Sehabis puas di Way Kambas, sembari pulang ke Bandar Lampung kami diajak oleh komunitas Genpi Lampung Timur untuk berkunjung ke Situs Taman Purbakala Pugungharjo yang katanya searah dengan rute ke Bandar Lampung. Jadi komunitas Genpi ini adalah komunitas pecinta pariwisata Indonesia yang mereka berkontribusi terhadap daerahnya masing-masing dan lebih kearah digital seperti lebih update di Twitter dan Instagram. 

Sesampainya di situs, kami langsung menuju rumah panggung yang didalamnya terdapat banyak informasi mengenai sejarah dan beberapa peninggalan dari zaman dahulu kala. Ada patung, arca, hingga peninggalan kecil seperti pisau, irisan dan lain-lainnya.

Situs Taman Purbakala Pugungharjo

Situs Taman Purbakala Pugungharjo

Ternyata di dalam area situs ini terdapat banyak peninggalannya dan dibagi ke dalam beberapa area. Terdapat peninggalan dari zaman megalitikum seperti arca, dolmen, prasasti, menhir dan yang paling besar adalah pundek berundaknya yang berlokasi di tengah-tengah area dengan luas 30 hektar yang menyerupai Piramida Mesir. Buat yang suka foto, banyak spot-spot instagramable disini, tapi belum ke ekspos sih, cobain dahhh.

Oiya selain itu ada juga kolam ikan yang airnya bersumber dari akar dan airnya gak habis-habis! Menurut kepercayaan orang lokal air ini akan membuat awet muda. Di kolam ini juga terdapat ikan yang gigit-gigit kulit yang buat terapi itu lohhh, tapi akang mah gak berani karena orangnya gelian #hihi

Daritadi memang agak mendung sih, beruntungnya hujan turun disaat kami sudah selesai mengeksplor seluruh wilayah situs ini. Dari situs ini kami langsung berangkat menuju Bandar Lampung untuk berisitirahat. Kami pun berpisah dan pamit dengan anak-anak dari komunitas Genpi Lampung Timur tersebut. Ganbate!

Cikwo Resto and Coffee

Cikwo Resto and Coffee
Cikwo Resto and Coffee
Oiya sebelum beristirahat kami diundang oleh Bang Indra, doi blogger kondang dan hits di Lampung untuk makan malam di Cikwo Resto and Coffee. Disini suasananya homey banget, gak terlalu rame dan masakannya enak-enak! Banyak makanan khas Lampung yang dihidangkan di cafe ini mulai dari Sop Iwa Tuhuk, Ikan Baung, Seruit dan masih banyak lagi.

Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari pusat kota sehingga pas banget buat nongkrong, ditambah di cafe ini juga terdapat berbagai kopi dan racikan, apalagi anak hits sekarang kan gabisa kalo nongkrong tanpa kopi :p Terima kasih Cikwo Resto and Coffee yang telah menjamu kedatangan kami di Bandar Lampung dan atas makan malamnya! Hehe

Setelah selesai makan malam kami langsung menuju ke kediamannya Bupati Lampung Timur, Mba Noeni. Beliau mempersilahkan tim kami untuk tidur di kediamannya daerahnya kurang hafal sih. Tahun lalu sempat berbincang dengan Mba Noeni ini, beliau meminta akang untuk memotivasi anak-anak di Lampung Timur agar bisa berkarya lebih untuk daerahnya, tapi belum jodoh hingga sekarang, pas kesana pun beliau sedang dinas keluar kota. Fyi, Mba Noeni ini walaupun jadi Bupati tapi orangnya selalu open dengan siapapun dan yang terpenting dia Traveler juga, jadi easy going banget orangnya. Terima kasih mba atas bantuannya di Lampung Timur, semoga semakin keren Lampung Timurnya dan semoga ada kesempatan untuk bertemu di lain hari :)

Kami pun selesai mengeksplor Lampung Timur dalam 1 hari penuh tanpa tidur dan istirahat dulu dari Bandung, because the show must go on! ;) Walaupun terhitung sangat singkat, tapi Lampung Timur memberikan kesan tersendiri bagi kami dimana Lampung Timur menjadi destinasi wisata pertama yang kita datangi dan kami juga terkesan dengan alam dan sejarah yang dimiliki di Lampung terutama Lampung Timur yang belum terlalu tereskpos.

Mari eksplor ke Lampung Timur!

Next Story: Sightseeing di Kota Palembang


⏩ Follow Instagram @irhamfaridh to explore #AkangBolang journey! ⏪

52 comments:

  1. Pengalaman yang menarik, ini.

    Terima kasih mas Irham.

    Salam kenal
    Www.aulaandika.com

    ReplyDelete
  2. Akhirnya blog series yang ditunggu2 sudah ada yayyy!
    Seru banget ke Way Kambas, Irham! Aku udah lama pingin kesana blm kesampean, padahal deket ya Jambi-Lampung. Hiks. Dan baru tau kalo jalanan kesana mulus! Kirain jelek! Nice infoooo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihihi capek juga nulis 10 episode tapi ceritanya seru jadi gak sabar beresinnya hehehehe
      Iya ih padahal deket ituuu, ayolah ke Way Kambas, putu sama gajah hehehe

      Delete
  3. Waduh, seru amat ya perjalanannya.

    Baru tau klo kang Irham gelian. Ahahaha

    ReplyDelete
  4. Lampung Timur emang juara. Tapi jauh ya dari Bandar Lampung. Eh anu, itu sebelum berangkat Akang pedekate sama siapa? *mendadakposesif :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. Deket kok kalo jalannya sama kamu #lohhhh. Sama siaoa yaaa mmm bebas lah sesukaku :p ahahaha

      Delete
  5. Gimana perjalanannya ? Seru ? Tapi aku gak kebayang jalan darat..hahaha..naik pesawat aja deh.. hahaha

    ReplyDelete
  6. Ternyata ada situs peninggalan masa lalu ya..ak cuma ngeh way kambas aja.

    Mungkin klo di eksplore lebih lama di lamtim bisa nemu tmpat2 unik disana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, banyak pantainya juga katanya cantikk, cuman kemarin gak sempet hehehe

      Delete
  7. Wah kalo dapat kesempatan masuk desa yang banyak gajah berkeliaran itu seru juga ya, hewan liarnya beda dari daerah2 lainnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaaa, kayanya seru, ntar mau cobain sekitaran bulan bulan juni hehehehe let see ya!

      Delete
  8. Aku mengikuti perjalanan Irham dan teman-teman esplorasi Sumatera ini..
    Seru banget. Di Lampung saja begini banyak yang dilihat, apa lagi nanti marapi peta sampai ke utara pulau sumetera ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihih mba evi ini kepo yaaa :p iyaaa, disini aja bagus, di utara makin baguss!

      Delete
  9. Situsnya mirip Gunung Padang tapi lebih rapi ya. Btw itu kalo jalan tol udah jadi enak banget ya menyingkat banyak waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaaa, gunung padang kotor sama gak rapihhh. Enak banget pastinya, hidup jokowi #eh

      Delete
  10. wah... eventnya keren... tempat yang dituju pun kereen...ulasannya juga keren...

    ReplyDelete
  11. Asyik, akhirnya si Akang ke Way Kambas dan mencicipin makanan khas Lampung di Rm.Cikwo.

    Jadi Lampung tempat persinggahan pertama ya, Kang. Seru euy..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe iyanih akhirnya, padahal dari jaman SMA oengen banget kesana :D

      Delete
  12. Seru banget ini ekspedisi keliling Sumateranya. Gajah liarnya itu yg serinh diberitakan masuk ke pemukiman warga ya.

    ReplyDelete
  13. Huaa seru banget sih jelajah Sumatera..

    ReplyDelete
  14. Seru bangeeett, 41 hari keliling Sumatra naik mobil.. :D Kalo ke Lampung aku pingin bisa elus2 gajah.. Di Lampung ternyata banyak situs bersejarah juga yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe tapi capek mbaaaa... Gaboleh deket2 kecuali ada pawangnya huhuu kemarin ga ada pawangnya

      Delete
  15. wah, keren banget "kerja" nya estafet begitu. Haseeekk bgt, ditunggu cerita lanjutannya sampe kelar seluruh destinasi ya. Smg nexy kecipratan yg beginian juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. "kerja" kenapa harus di tanda kutip hahahahaha siap mba lagi estafet nih nulisnyaaaa. Aminnn mba :)

      Delete
  16. Waduh si Akang udah makan seruit aja... Ane yg punya bini orang lampung aja belum pernah huwaaaa... #merasagagal

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha makannya jangan di padang aja brohhh :))

      Delete
  17. waaaah keren banget ya bisa lihat gajah langsung di waykambas <3

    ReplyDelete
  18. Kereeen.. Ntah kapan aku bisa ngabisin 41 hr utk keliling begitu :D. Hrs ambil unpaid leave dr kantor kalo mau.. Lampung itu udh lamaaa bgt pgn aku datangin. Pdhl kan ga jauh dr jkt yaaa.. Waykambas terutamanya.. Dan ada 1 durian lampung yg aku penasaran, krn asalnya dr kotoran gajah. Dari apa yg aku baca, rasanya lbh enak krn terfermentasi di perut gajah sebelum akhirnya kluar, dan mahal sih hrgnya :D. Sama kyk kopi luwak prosesnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe kalo aku kan pengangguran jadi bebas :))

      Wuihhh masa beneran ada kayak gitu? ngeri juga ya wkwwkwkkwkw

      Delete
  19. Seru banget perjalanan kalian! Sebelum backpacker-an, bobok-bobok ganteng dulu ya di Aryaduta :D

    Pemandangan dari Menara Siger cakep! Hm, apakah sebaiknya Imlek besok gue ke Lampung aja via darat (berhubung tiket ke mana-mana udah mihil).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyadongggg, bobo cantik dulu heheheheehe
      Iya cakep banget, lampung deket lagian jadi enak explorenya, murah hehehee

      Delete
  20. Seru banget Mas petualangannya. Gimana tuh jaga stamina dan mood buat traveling selama ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaga kesehatan tetep makan buah, susu dan tetep happy dijamin gak sakit :D

      Delete
  21. trip yang menarik. aku pun baru tahu kalo ada trip kayak gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe iya koh, beruntung bisa ikutan hehehe

      Delete
  22. Perjalanan yang menyenangkan. Salam hangat dari Jogja.

    ReplyDelete
  23. Yaah udah ke menara siger... Aku cuma lewat doang waktu itu. Huhu...


    lampung emang banyak wisatanya.. seru. pengen balik ke situ lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaah sayang, padahal view dari sini lumayan bagus mas hehee

      Delete
  24. keren kang. Lain waktu explore Lampung Timur lagi ya

    ReplyDelete
  25. Belum pernah ke Lampung Timur nih. Kalo mudik juga paling banter lewat Lampung Tengah. Menarik juga ternyata, cuma kayaknya aksesnya belum ramai ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo akses udah ramai kok kak, cuman wisatanya kurang terpublish dan kurang ramai yang datang. Tapi jadi lebih alami kalo gak banyak yang datang hehehe

      Delete
  26. Blog seriesnya bikin mupeng pengen ikutan eksplor Lampung hehehe :)

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    ReplyDelete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search