Sep 23, 2017

Merantau ke Australia untuk Kembali ke Indonesia!

road trip Australia
Saat roadtrip di Australia
Setelah 20 tahun hidup dan tinggal di Bandung, terlena akan makanannya yang enak, cuaca sendu yang selalu bikin baper dan cewenya yang cantik-cantik (eh), akang memutuskan untuk mencoba menjadi anak perantauan untuk pertama kalinya. Tepatnya setelah menghabiskan masa kuliah selama 3,5 tahun di Universitas Telkom Bandung. Pada umumnya lulusan Sarjana pasti langsung mencari kerja dan merantau ke Jakarta, tapi karena memang orangnya anti-mainstream, akang memutuskan untuk merantau ke Australia... jadi babu!... iya, purely babu...

Well, begini ceritanya. Jadi ada program WHV (Work and Holiday Visa) ke Australia, yaitu program pertukaran budaya antara pemerintah Australia dan Indonesia yang mana kita bisa liburan sambil bekerja di Australia selama 1 tahun penuh. Prosesnya memang agak lama, akang menghabiskan waktu sekitar 6 bulan sampai mendapatkan visanya mulai dari tes TOEFL, wawancara, sampai medical check-up. Di Australia ini kita bisa bekerja di bidang manapun dengan status casual yang dalam bahasa kasarnya "babu". Ya, kita tidak bisa kerja di kantoran layaknya lulusan Sarjana seperti di Indonesia, kita hanya bisa bekerja sebagai pencuci piring, bersihin toilet, petani sampai jadi peternak pun ada.

office boy australia
Akang saat jadi office boy
farm life australia
Akang saat jadi petani (banyak gaya)
labour australia
Akang saat jadi buruh pabrik
Akang sendiri sudah mencoba hampir semua pekerjaan casual disana mulai dari buruh pabrik, petani, OB, pengantar brosur, jagain dedek (bukan dedek gemes ya), jagain kuda dan segala macem. Tapi bukan malah merasa terhina, akang merasa beruntung karena tidak semua orang di Indonesia bisa merasakan pengalaman yang akang alami ini. Di sisi lain kerja sebagai pekerja casual di Australia memiliki upah yang paling tinggi di dunia (bayangin aja $20/jam!) dan sisa-sisa uang dari biaya hidup disana bisa digunakan untuk jalan-jalan bahkan bisa ditabung juga.

Walaupun kerja jadi babu, akang hampir mengelilingi setengah Australia pakai mobil kesayangan yang memang sengaja dibawa dari Darwin (daerah Australia paling utara) sampai ke Adelaide (daerah Australia paling Selatan, tapi masih diatas Tasmania). Di sela-sela pergantian pekerjaan yang biasanya diharuskan pindah kota juga, akang selalu menghabiskan waktu untuk explore lokasi wisata di sepanjang perjalanan. Akang pernah roadtrip dari Darwin-Cairns yang berjarak 2.000 km lebih dengan jalanan yang sangat sepi bahkan ga ada mobil lewat dan banyak sapi di jalanan, roadtrip dari Cairns ke New South Wales menyusuri pantai-pantai cantik di East Coast nya Australia, sampai mengunjungi kota-kota modern seperti Melbourne, Brisbane dan Sydney. Semua ceritanya bisa disimak di artikel ini:


shrine of remembrance
Akang saat liburan ke Shrine of Remembrance (Melbourne)
gold coast brisbane
Akang saat liburan di Gold Coast
pery sandhill australia
Akang saat liburan di Perry Sandhill, Victoria
Setelah 1 tahun berpetualang di Australia, akang memang sangat suka dengan semua yang ada di Australia. Mulai dari pekerjaan, tanpa bekerja di kantorpun petani gajinya lebih besar, perlindungan terhadap pegawai sangat terjaga dan semua pekerjaan dilakukan secara sangat efektif dan efisien. Di hal pariwisata pun, semua tempat wisata sudah terorganisisr dengan baik, rapih dan terjaga, bahkan ada yang free alias gratis tapi fasilitasnya lengkap dan masih terawat. Dari segi manusianya pun minim kriminalitas, ramah-ramah (setiap berpapasan banyak orang Aussie menyebutkan greetings "G'day") dan tidak ada sampah yang berserakan dimana-mana karena orang Aussie hampir semua tertib, taat aturan dan sayang akan alamnya sendiri.

Semua memang tampak sempurna saat tinggal di Australia, bahkan banyak orang Indonesia yang terlena dengan gaji tinggi dan kehidupan disana sehingga menggunakan cara apapun agar bisa kembali kesana. But me? SAYA KEMBALI KE INDONESIA!

Saat merantau di Australia ini lah #ahamoments akang menyadari kalo kesempurnaan di negeri orang itu tidak senikmat kesempurnaan di tanah air sendiri, yaitu Indonesia. Kenapa?
  1. Gaji rata-rata Australia itu tertinggi di dunia, tapi you know, pekerja lelet sedikit langsung dipecat, karena semua pekerja dituntut kecepatannya (bahkan melebihi mesin, it's real). Di Indonesia? Santai, lemesin aja, relax...
  2. Di Australia makanan itu bermacam-macam, ada makanan Asia sampai makanan Eropa. Bahkan makanan Indonesia juga banyak loh salah satunya Indomie. But you know, Indomie di Australia itu beda rasanya sama di Indonesia loh, it's real! Mungkin karena beda takaran "micin" nya.
  3. Karena akang sudah merasakan kerja di Australia dengan gaji tertinggi di dunia, akang jadi kepikiran bagaimana nasib para petani, OB dan pekerja kasar lainnya di Indonesia. Semakin banyak orang yang hopeless dengan Indonesia bakal semakin banyak juga pengangguran, karena siapa lagi kalo bukan kita-kita yang berkarya?
  4. Wisata di Australia itu sangat bagus sekali, semua tertata dan sudah terorganisir. Tapi, alamnya? Indonesia memiliki alam yang jauh jauh jauh lebih bagus berkali lipat dibanding Australia. Banyak orang Aussie itu malahan punya cita-cita pensiun di Bali loh setelah berpuluh-puluh tahun kerja di negaranya sendiri.
  5. Karena alam Indonesia berpotensi menjadi daya tarik dunia dan juga ditambah dukungan program pemerintah yang akan menaikan sektor pariwisata di Indonesia, akang jadi terfikir untuk balik ke Indonesia dan berkarya di bidang pariwisata sambil membantu menambah lapangan pekerjaan serta membantu program pemerintah.
  6. Dengan berwirausaha di bidang pariwisata, akang bisa bekerja sambil tetap menjalani hobby sebagai traveler dan tinggal di Indonesia dengan kebiasaan selayaknya orang Indonesia. Tapi sekali-kali main keluar negeri seperti Australia itu menyenangkan banget loh, bisa dapet atmosfir dan culture yang berbeda. Tapi, i'm still very proud to be Indonesian!

WHAT'S NEXT?


Setelah memutuskan kembali ke Indonesia, akang pulang ke kampung halaman dan langsung berpamitan lagi dengan orang tua, loh kenapa? karena, sesampainya di Indonesia akang mempunyai rencana untuk mengelilingi beberapa daerah wisata di Indonesia sambil survey sebelum membuka usaha di bidang pariwisata. Akang jalan-jalan mengelilingi Indonesia selama kurang lebih 3 bulan (secara terpisah-pisah), mulai dari solo backpacking ke Labuan Bajo sampai stay beberapa hari di Belitung

pulau padar flores
This is why i don't wanna leave Indonesia! (Pulau Padar, Komodo, Flores)
Selama masa jalan-jalan ini, akang selalu booking segala kebutuhan lewat online mulai dari tiket pesawat, hotel, sampai paket wisata juga. Tapi selalu berkutat dengan masalah harga, karena tidak dipungkiri pasti hampir semua orang maunya dapet harga yang murah. Untuk mendapatkan harga yang murah, kita harus membandingkan satu produk dengan produk lainnya. Untuk mendapatkan tiket termurah gimana caranya ya?

Terutama untuk mencari tiket pesawat murah, akang selalu menggunakan Skyscanner. Karena Skycanner memiliki fitur pencari tiket termurah lengkap beserta tanggalnya! Jadi misalkan, bulan Oktober rencana berangkat, kita dapat melihat tanggal berapa tiket pesawat paling murah diantara tanggal-tanggal lainnya di bulan tersebut. 

skyscanner 1
Caranya tinggal masukan tujuan dan asal kotanya, lalu klik "whole month" dan klik bulan yang diinginkan.

skyscanner 2
Nih terlihat kan harga tiket per tanggalnya, tinggal pilih yang paling murah deh!

skyscanner 3
Setelah dapet tanggal termurah lalu tinggal klik jadwal dan pilih situs travel yang diinginkan. Bisa dilihat, disini ada Via.com, Airpaz, tiket.com dan kiwi.com
Dengan kemudahan seperti ini, kita bisa mendapatkan rate harga tiket pesawat paling murah tanpa membandingkan beberapa maskapai di setiap websitenya yang tentu bisa membuat proses pencarian tiket lebih lama.

Setelah mendapatkan tanggal yang diinginkan pun, untuk proses pembayarannya tidak akan lama karena nanti Skyscanner akan mengirimkan kita langsung ke situs travel yang diinginkan dan melakukan pembayaran yang aman di situs travel tersebut dengan tanggal dan maskapai yang sudah ditentukan. 

Tentunya ini terobosan banget buat para pengikut blog ini yang mayoritas backpacker untuk melakukan pencarian lebih cepat dan efektif. 


*notes:

Ayo sama-sama membangun Indonesia ini lebih baik lagi, harapan itu nyata adanya kok tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Jangan ngeluh kalo Indonesia ini tertinggal dari negara lain, wong negara lain itu udah ratusan tahun umurnya, Indonesia ini masih seumur jagung 100 tahun merdeka juga belum. Merdeka!


⏩ Follow Instagram @irhamfaridh to explore #AkangBolang journey! ⏪

68 comments:

  1. Wow seru banget pengalamannya di Australia ya. Syukurlah efek positifnya tetap balik ke Indonesia. Selamat berkarya!

    ReplyDelete
  2. Australia ngebentuk body jadi ideal juga lho kang!
    betewe elu pernah dekil juga ya kang wahahaha.
    Sebagai anak 90an ku salut sama you yang sudah berhasil ikut WHV !!!
    *bolak balik baca syarat WHV terus maju mundur mau daftar (anak jaman sekarang) hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aahahaha iya gue juga sebelum balik ke Indonesia badannya lebih atletis wkwkwk
      Iya dekil yaaa sedih wkwkwkkw

      Ahahaha skrg daftar WHV ini agak sulit karena pendaftarnya udah membeludak banget hahaha

      Delete
  3. Tapi, tetap pingin balik ke Aussie, gak, Kang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Balik buat liburan pengen, tapi kalo tinggal dan kerja disana sih engga :D

      Delete
  4. Wah mantap pengalamannya.... salut. saya juga pengen le luar negeri untuk nambah wawasan dan berwisata sekalian supaya lancar englisnya juga hehe.. mudah2an secepat nya bisa terlaksana hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnn semoga bisa nyusul kak heheh pengalamannya luar biasa!

      Delete
  5. Labuan Bajo... Pengen kesana banget, eh ketemu solusi pas diakhir tulisan, kepo akh sma Skyscanner biar gak ribet banding-bandingin. Hehhe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa betul, gak ribet buat cari tiket murah, tinggal pilih langsung berangkat hehehhe

      Delete
  6. Super sekali Akang ini. Sukses terus buat bisnis pariwisatanya, Kaang.

    ReplyDelete
  7. Seru banget ngebabu di negeri orang, dapat gaji gede pula. Berdekil-dekil dahulu, berjalan-jalan kemudian ya, Kang. :)
    Tapi aku setuju banget nih, sejauh apa pun kaki melangkah, Indonesia selalu di hati. Yuhuuuu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha pasti aku itu dekil banget yaaa di foto :))
      Yapsss betulll, tetep harus tanah air dulu yang dimajukan ;)

      Delete
  8. Terima kasih banyak Kang, artikelnya mencerahkan sekali!

    Saya Mumut, domisili Arcamanik, Bandung Timur hehe. Saya baru lulus dari prodi Jepang sekaligus baru pulang dari program magang di Kyoto sebulan lalu. Mungkin sama dengan temen2 saya lainnya, ada niat kuat utk kerja dan lanjut kuliah di sana, aamiin.

    Artikel Akang di atas menginspirasi saya utk 'meluruskan niat' dalam perencanaan cita2 ini hahaha. Bismillah, mohon doanya yaa Kang! 🙏🙏
    Saya yakin ada banyak orang yang sebenernya punya visi yg sama kaya Akang dan sekarang lagi berjuang tapi juga masih bingung gimana cara ngolah ilmu + pengalaman yg kita dapet dari negeri orang utk jadi bahan bakar ngebangun negeri tercinta ini. Hatur nuhun, Kang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo kak mut, terima kasih udah mampir.

      Sama-sama semoga bisa jadi inspirasi juga buat kamu ya kakkk, dan inget tetep harus berbakti sama negara, karena bagaimanapun kamu lahir disini :)

      Delete
  9. wah abang pergi pagi pulang pagi itu kayaknya
    keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa kak pokoknya kaya bang toyib banget :))

      Delete
  10. Aiiihhh Akang keren pisan. Ngerasain jadi pekerja casual di Aussie lalu bercita cita ngembangin diri di Indonesia. Semoga sukses ya Kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thaaank you kak! Karena aku juga ingin tinggal selamanya disini :D

      Delete
  11. Akang memang membanggakan!
    Keren : kesempurnaan di negeri orang itu tidak senikmat kesempurnaan di tanah air sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe thank mba Vika :D memang gitu, nikmatnya beda hehehehe

      Delete
  12. Ah gak semua orang sanggup "membabu" di negeri orang walau bayaranya termahal sedunia. Sebenarnya yg termahal adalah pengalaman yg didapat. Dan tetap semangat berbisnis ya Akang. Semoga semakin Maju, menginspirasi dan memberikan manfaat bagi Negeri ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyasihhh, awalnya pun malah aku gak mampu kang saking capeknya hahahaha
      Amiinnnn doakan ya kang, nuhunnnn :*

      Delete
  13. wih, luar biasak ini akang :) Pengalaman yg ga akan pernah terbeli ya kang. Dan, pilihan kembali ke Indonesia itu keren bgt, krn lama2 di negri org rasanya kayak egois tingkat dewa yak, haha. Sukses terus!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kak :) iya betul banget, egois banget, udah dikasih ilmu dan dikasih sumber daya dari lahir disini, eh pas besarnya malah di luar negeri tanpa berbakti iiisssshhh

      Delete
  14. Selalu salut sama orang-orang yg berani ke luar dari comfort zone. Apalagi merantau setahun ke negeri orang yang belum jelas mau kerja apa di sana. Pulang2 bawa banyak cerita. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehee aku orgnya selalu anti mainstream kak jadi yaa nekat aja :D hehhee tapi bersyukur banyak ceritanya dan pengalamannya juga hehe

      Delete
  15. sungguh-sungguh seru potongan hidup yang pas jadi babu, pasti dapat banyak banget pencerahan. Jadinya bidang pariwisata apa yv diterjuni sebagai bisnis kang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya betul banget, apalagi kerjanya bener-bener membabu hahaha

      Sekarang di trip organizer ke pulau komodo dan pahawang, nanti next mau buka ke tempat lain juga, doakan ya kaak :D

      Delete
  16. Konon katanya gaji "babu" di negara2 luar memang lebih menyejahterakan dibanding yang ada di Indonesia ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi sejahtera di luar negeri sama sejahtera di Indonesia itu beda nikmatnya :D

      Delete
  17. Semoga sukses dengan bisnis pariwisatanya...
    Mantap.. salut dengan pola pikirnya.. saya juga punya banyak teman orang Indonesia yang kuliah di luar negeri. Mungkin karena keenakan dengan kehidupan di sana jadi lupa pulang. Bahkan ada yang pengen lanjut tinggal disana padahal bea siswanya dari pemerintah Indonesia.
    Salut sama akang yang mau pulang dan bercita2 memajukan Indonesia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasihhhh masss!
      Iya sayang sekali mereka gamau balik dan berkarya disini padahal kita btuh mereka-mereka yang berpengalaman yah mas.

      Aminnn terima kasih mass! :D

      Delete
  18. Wah seru iya perjalan mu kang,

    Jadi kepengen nyobain kerja di australia.

    Mudahan bisa membuka usaha travel sendiri iya kang.

    Salam kenal :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheheeh thanks mas,

      Bisa kok asal ada niat :)

      Delete
  19. What? 20$...? sama seperti kerja kantoran di Jakarta 20$ juga...sehari tapi kwkwkw
    Btw, berarti pakai motto: hujan emas di negeri orang masih mending hujan batu di negeri sendiri yaaak:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iya gaji sebulan disini sama dengan gaji sehari disana :D tapi yaitu beda feelnya kak :D

      Delete
  20. Akang ceritanya inspiratif sekali, meski bisa enak hidup di negeri orang tetap cinta negeri sendiri ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe tannksss!

      Iya jelas, lebih enak hidup biasa aja sambil makan bakso setiap siang :D

      Delete
  21. wah. alumnbi WHV juga toh Mas Irham ini. Mantep! Kaya pengalaman di negeri orang.
    Iya ya, di sana, pekerja kasar lebih dihargai dengan upah yang besar. Ada kawan yang menemani istri kuliah, dan kerja sebagai OB di kampus, dibayar tinggi. Sementara di tempat kita, pekerja kasar menempati derajat yang dipandang sebelah mata dan sedikit mendapat penghargaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe iyanih mas

      Betulll, di Indonesia ini masih blm ada perhatian ke orang-orang yang casual gitu, kasiannnn. makannya harus ttp berkarya agar bisa sedikit membantu

      Delete
  22. Semoga dilancarkan buka usaha pariwisatanya ya, Kang. Indomie eh alam di Indonesia memang lebih keren :)

    ReplyDelete
  23. Wah Aussie,
    Impian bisa belajar dan berlibur di negara ini.
    Hehhee
    Keren loh yah akang ini kerja dengan semangat gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa terima kasih kak :D harus selalu semangat mumpung masih muda :D

      Delete
  24. Selamat ya, kang. Udah merasakan pahit asamnya kehidupan di Australia, hehe. Somehow aku nggak terlalu tertarik sama Australia, mungkin karena nggak ada MRT kayak di Jepang wkwkwk.

    Baru tau loh gaji di Australia itu paling tinggi sedunia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang terima kasih hehehehe
      Iyasih, aku malah lebih tertarik explore Indonesia, alamnya jauh lebih bagus hehehe

      Iya sedunia sebelum London hehe

      Delete
  25. Seru banget ya om bisa dapet kesempatan untuk kerja di negara orang dan bawa kembali hal positif ke negeri tercinta ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks kaaaak :D semoga berharap sih bisa berguna buat negara om, tetap semangat berkarya!

      Delete
  26. Hebat bener sih Akang, masih muda tapi prinsip hidupnya sangat dalam. Walau sudah punya gaji tinggi di Australia tapi tetap balik ke Indonesia untuk berkarya. Insya Allah sukses dengan usaha perjalanannya. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduuhhh di comment tante evi hehehe terima kasih tante evi, semoga sukses terus berkaryanya. Aku denger tante evi juga usaha yaaa, sukses yaaaa! amin amin

      Delete
  27. Pengalaman ikut WHV itu seru banget. Aku suka baca cerita-ceritanya. Btw, semoga sukses dan dilancarkan usaha pariwisatanya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanksss kak! Amin aminnn semoga yaa kak, mohon doanya dari semua :)

      Delete
  28. Belum pernah ke australia.. Blm ada rencana ke sana juga mas. Wkwkkw.. Tp baca ini udah berasa liburan ke sana.... Asik dehh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe semoga nanti ada waktunya mas hehe

      Delete
  29. Waah seru banget ya pengalamannya. Bisa kerja sambil jalan-jalan di Australia. Menemukan banyak aha moments.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa thanks ya kak udah mampir :D alhamdulillah hehe

      Delete
  30. Jejak. Terima kasih atas partisipasinya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap kak ditunggu pengumumannya semoga menang buat tiket ke Raja Ampat :')

      Delete
  31. Terima kasih ya sudah ikutan Blog Competition "Aha Moments" Skyscanner Indonesia. Good luck :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama kohhh ditunggu pengumumannya yaaa :D

      Delete
  32. Blogposts lain yg waktu di Australia ada dimana lagi? Jadi asik mau baca...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaw di BW kang bowie hehehe di artikel ini ada cerita di setiap session :D

      http://www.irhamfaridh.com/2016/09/pengalaman-bekerja-dan-berlibur-di.html

      Delete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search