Sep 3, 2017

Menjajaki Roh Krakatau di Pulau Sebesi

pantai di Pulau Sebesi
Salah satu sudut pantai di Pulau Sebesi
Tanggal 24 Agustus 2017 kemarin, akang dan travel blogger lainnya diundang oleh Genpi Lampung untuk mengikuti acara tahunan yang bernama Lampung Krakatau Festival 2017. Festival ini selalu diselenggarakan setiap tahunnya untuk memperingati meletusnya Gunung Krakatau. Acara Lampung Krakatau Festival ini memilikii banyak rangkaian acara, mulai dari parade di tengah kota yang bernama Parade Budaya "Lampung Culture dan Tapis Festival", konser musik dan budaya bernama Pesona Kemilau "Sai Bumi Ruwa Jurai" dan Festival Krakatau yang membawa sekitar 150 peserta dari media dan blogger seluruh Indonesia untuk edukasi dan konservasi ke Gunung Anak Krakatau, melihat betapa dahsyatnya letusan Krakatau itu sendiri dan melihat alam sekitar Krakatau yang sekarang menjadi Cagar Alam sehingga patut untuk dilindungi serta dipelihara oleh kita semua.

lampung krakatau festival 2017
Sambutan dedek-dedek kepada rombongan di Pulau Sebesi
Pada tanggal 25 Agustus setelah menginap satu malam di Bandar Lampung, kami diantar menuju Dermaga BOM Kalianda untuk menyebrang menuju Pulau Sebesi menggunakan kapal kayu. Perjalanan dari Dermaga BOM Kalianda menuju Pulau Sebesi memakan waktu selama dua setengah jam dan gelombangnya agak lumayan bikin mual juga. Pulau Sebesi ini merupakan pulau terdekat dari Krakatau, tujuannya kami menginap disini katanya agar keesokan harinya kami bisa treking di Gunung Anak Krakatau tidak terlalu siang dan bisa kembali ke Lampung di siang hari mengikuti parade budaya.

Explore ke pelosok Pulau Sebesi
Sesampainya di Pulau Sebesi kami langsung menuju ke homestay, homestaynya agak jauh dari dermaga. Lalu, dari siang hingga sore hari, kami diberikan "free time" oleh panitia penyelenggara sehingga kamipun bingung harus ngapain. Jadi, untuk mengisi waktu akhirnya akang dan teman-teman lain berbincang banyak hal dengan bapak yang punya homestaynya, beliau sudah lama tinggal disini dan mengalami saat meletusnya Gunung Krakatau.

Beliau cerita, saat Krakatau meletus itu hampir semua warga Sebesi tidak ada yang evakuasi keluar pulau, mereka lebih memilih pasrah dan hanya berdoa dengan keadaan yang terjadi. Katanya, selama berbulan-bulan dinding rumah bergetar, abu vulkanik menyelimuti pulau, abunya masuk ke rumah juga dan bikin gatal-gatal kulit, langit kadang gelap banget seperti malam hari.

pulau sebesi
Bentangan Alam Pulau Sebesi
Tapi, bagaikan pepatah, "habis gelap terbitlah terang", justru Pulau Sebesi yang mengalami bencana begitu beratnya selama berbulan-bulan, sekarang menjadi pulau yang subur dan pulau yang mendukung pariwisata Indonesia karena banyaknya orang yang menginap di Sebesi untuk edukasi dan konservasi di Gunung Anak Krakatau.

Pulau Sebesi ini sekarang menghasilkan pisang, coklat dan tanaman lainnya dan didistribusikan ke Pulau Jawa, bahkan petani telah menjadi mata pencaharian Pulau Sebesi ini dibandingkan menjadi nelayan. Pulau ini menikmati hasil letusan berupa abu vulkanik yang memenuhi Pulau Sebesi waktu itu karena menjadikan tanahnya menjadi sangat subur.

Selain itu karena banyak peneliti dan orang yang "kepo" dengan kedahsyatan ledakan Gunung Krakatau waktu itu, banyak yang menginap di Pulau Sebesi untuk tour edukasi dan konservasi keesokan harinya ke Gunung Anak Krakatau. Pulau Sebesi ini benar-benar dirasuki "roh" Krakatau.

pantai gubung seng di pulau sebesi
Pantai Gubug Seng di Pulau Sebesi
Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pantai Gubug Seng ini
Setelah berbincang banyak dengan si bapak, akang dan teman lainnya menyewa motor untuk keliling pulau ini. Info dari bapak, katanya ada spot yang namanya Gubug Seng di ujung pulau ini, lokasinya masih sepi dan bisa melihat Gunung Anak Krakatau dari pantainya. Awalnya diperjalanan masih mulus-mulus aja karena jalannya beraspal, lama-kelamaan treknya malah gak keliatan karena semuanya ketutupan sama daun-daunan, sungguh chalangging tapi suka hehehe.

Sesampainya di Gubung Seng ini, kami memakirkan motor di atas, sehingga kami jalan menuju bawah skeitar 500 meter. Tekstur pantainya berbatu-batu yang mungkin batunya berasal dari hasil letusan Krakatau, dan karang-karang shingga gak bisa berenang disini (padahal udah bayangin pengen nyebur tapi gagal deh).

Baca juga: Legon Pari, Pantai Tersembunyi di Banten!

Di Gubug Seng ini gak ada orang lain lagi selain kami kecuali ada 2 orang bapa-bapa sedang memancing. Memang spot ini masih belum banyak orang yang tau, sehingga masih bersih dan sangat alami. Saya titip pesen kalo ada yang mau kesana jangan buang sampah sembarangan dan jangan rusak alam! Hanya mampir sebentar, kami kembali ke homestay untuk bergabung lagi dengan rombongan yang lain.

Treking ke punggung Gunung Anak Krakatau....... pake sendal jepit :p (Pict by: Genpi Lampung)
Jalur treking di Gunung Anak Krakatau
Keesokan harinya, rombongan Lampung Krakatau Festival bangun dini hari, jam 3! (biasanya akang bangun jam 11 siang nih). Rombongan berangkat menuju Gunung Anak Krakatau mengunakan kapal kayu selama 2 jam perjalanan. Sesampainya disana, kami siap-siap untuk treking ke punggung Gunung Anak Krakatau dengan beberapa perjanjian karena treking kali ini dalam rangka edukasi dan konservasi sehingga semua peserta tidak diperbolehkan merusak alam dan buang sampah sembarangan.

Treking menuju punggung Gunung Anak Krakatau mirip seperti ke puncak Gunung Semeru (kaya yg pernah aja LOL), medan jalurnya berpasir dan agak curam. Ada 2 jalur, jalur landai tapi memutar dan jalur lurus tapi agak curam. Sebelum memasuki medan treking berpasir, kami melewati hutan lebat dibawahnya, tapi setelah melewati hutan itu teksturnya pasir dan sangat terbuka tanpa tumbuhan sedikit pun, unik sekali menurut akang!

Sampai di puncak bersama Travel Blogger lainnya.
Tapi inget loh, untuk bisa mengunjungi Gunung Krakatau ini perlu ada izin dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) yang mengelola area ini yang menjadi Cagar Alam. Jadi sebenernya Gunung Anak Krakatau ini bukan untuk wisata, tapi lebih ke edukasi konservasi. Setuju banget dengan itu karena Cagar Alam ini perlu dijaga dengan baik-baik karena bagaimanapun kalo dijadikan wisata, pasti ada aja oknum dan orang yang bertidaktanggungjawab. Jadi, perlu dicek lagi beberapa paket wisata yang menawarkan trip ke Krakatau ini, apakah memiliki izin atau tidak.

Parade Budaya di tengah kota Bandar Lampung
Berfoto bersama Gubernur Lampung (Pict by Mas Shafigh)
Selesainya treking di Krakatau, kami kembali ke kapal dan menuju ke Bandar Lampung untuk mengikuti Parade Budaya. Karena akang agak telat, akang melihat parade di jalan dekat hotel akang dan teman-teman menginap. Parade ini rutenya memutar ke beberapa spot di Bandar Lampung, hampir banyak jalanan yang ditutup dan banyak orang yang menepi dan melihat parade budaya ini. Selain untuk memperingati meletusnya Krakatau, parade ini juga dibuat agar budaya Lampung tetap terjaga dan eksis di zaman yang modern ini.

Pada malam harinya, kami para Blogger diundang menuju Lapangan Saburai untuk mengikuti Pesona Kemilau dan juga pengukuhan Genpi Lampung sebagai promotor pariwisata Lampung. Di lapangannya terdapat panggung yang sangat mewah, menampilkan musik dan budaya dari Lampung. Ada guest star juga lohhhh, Five Minutes.

Panggung mevvah di Pesona Kemilau, Lampung Krakatau Festival 2017
Acara sebesar ini perlu diapresiasi, karena selain melestarikan budaya daerah juga acara ini dibuat bisa untuk meningkatkan pariwisata daerah setempat. Dan memasarkan pariwisata Lampung ke seluruh nusantara dan juga internasional, karena banyak sekali tempat wisata di Lampung ini ada Teluk Kiluan, Pulau Pisang, dan masih banyak lagi pantai-pantai cantik di pesisir Lampung ini. Sampai jumpa lagi di Lampung Krakatau Festival tahun depan!

#LampungKrakatauFestival2017


⏩ Follow Instagram @irhamfaridh to explore #AkangBolang journey! ⏪

59 comments:

  1. Puncaknya anak krakatau masih sama yah pemandangannya. Selalu dramatis kalo liat awan berjajar gtu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak tapi agak berbeda karena ada hasil letusan yang terbaru kemarin itu. Tapi kalo soal pemandangan memang bagus bangetttt

      Delete
  2. wah keren. masih lom dapat kesempatan buat ke ikutan acara Fest Krakatau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga segera tercapai kak aminnnn hehehe

      Delete
  3. wow keren pemandangan gunungnya , duh indahnay indonesiaku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa indah bangett, jarang ada view kaya gini di Indonesia

      Delete
  4. Wah, aku nggak sempat ke pantai yang sana. Bagus banget! Eh, itu bapak kalau ngalamin letusan Krakatau (1883) artinya umur beliau berapa sekarang? Atau maksudnya letusan Anak Krakatau? Atau maksudnya cerita dari kakek-buyutnya si bapak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe coba mba Terry satu homestay sama kita pasti diajakin hehehe iyaa itu dari kakek-buyutnya, tapi letusan yang baru juga bapak ini pernah ngerasain gimana rasanya pas letusan ituuuu mba

      Delete
  5. Artikel dan pengalaman yang menarik. Salut... bagaimana bisa diundang ke even2 seperti itu mas? Bagi dong pengalamannya. O iya salam mampir ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thankiees hehehe gatau nih soalnya aku di telfon aja sama Genpi Lampungnya disana hehe karena kenal juga sih

      Delete
  6. MasyaaAllaaaaah, bagus2 banget. Fotonya aja bagus apalagi aslinya yaa.... beruntungnya bisa dapet kesempatan itu. Ditunggu hasil jalan2 lainnya yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyanih kak semoga kakak juga bisa ngerasain kesana ya nanti. Tapi inget pake ijin yaaaa. Siappp :)

      Delete
  7. Gils. Sempet ya keliling pulau. Mana sempet ke pantai yg tersembunyi itu pulak. Bena nggak kepikiran sewa motor, malah mikirnya cari sewa sepeda enak nih.

    Lagian bena sama mbak oliep malah makan pempek dan metik mangga orang 😂😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalian enak soalnya stay pinggir pantai, lah kami diem di tengah kampung, daripada bete ya jalan dong! hahahaha

      Haduuuh itu kampung orang malah kriminal! bennn.. ben.... hahaha

      Delete
  8. Kapan lagi bisa liat gunung sedeket itu yak 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaaa, beneran dari deket banget nih :D

      Delete
  9. keren ni kegiatan Genpi Lampung, fotonya juga gak kalah keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya acaranya Disbudpar Lampung cuman akang sendiri diundang Genpi Lampung hehehe thanks!

      Delete
  10. semoga ya kita bisa berjumpa di famtrip apa gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaaaap koh semoga yaaaa.. pasti suatu saat pasti ketemu hehe

      Delete
  11. Kok Akang ke Gubug Seng gak ajak-ajak sih? Kayanya yang cewek-cewek terlalu terlena menikmati dermaga Pulau Sebesi, nggak sempat muterin pulau. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abisan kak sitinya entah dimana, padahal akang cari-cari kemana-mana loh :( *loh ahahaha

      Delete
  12. Sebenarnya sih undangan dari Dinas Pariwisata Prov.Lampung. GenPi Lampung yg memilih Travel Blogger yg siapa saja akan diundang, Kang. Hehehe

    Jalan setapal menuju Gubuk Seng sangat2 offroad ya. Apa lagi pas pulang dari Gubuk Seng ada biawak.. ����

    Terima kasih ya Akanh Irham sudah mau singgah di Lampung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa nanti diralat bang hehehehe

      Hahaha drama ada biawaknya itu yang bikin memorable ya :))

      Siap, jangan kapok-kapok undang kami lagi ya bang fajrin hehehe

      Delete
  13. Aku envy liat kalian bisa eksplore bagian dalam pulau sebesi. Meski aku udah pernah sebelumnya. Tapi kan kalo bareng kalian bakal beda ceritanya ... btw semoga bisa famtrip bareng lagi yaaa hehehheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe kita gabut soalnya di homestay nih :))

      siapp semoga bisa famtrip bareng lagi yaaa bang, trs karokean lagi hehehe

      Delete
  14. Cuma liat anak krakatau dari film ajah, sedih. Pengen kesana, tapi prosedurenya harus ramai-ramai dan minta ixin, ribet gak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang tau kalo ijin, soalnya udah diurusin dari pihak panitianya hehehe

      Delete
  15. wah si akang dah siap aja nulisnya 🤔

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oiyaaadong daripada Babang yg ada jalan-jalan mulu, mau kabur ke Aussie lagi hahahahaha

      Delete
  16. Pasca berkunjung ke Festival Krakatau tahun lalu, baru aku ngeh kalau emang gak sembarangan orang bisa datang ke Anak Gunung Krakatau ini. Pertanyaan yang ada di benakku juga sama, "gimana dengan maraknya open trip ke sana ya?"

    Walaupun pengalaman ke Anak Gunung Krakatau tahun lalu nano-nano, aku sepakat, indah banget! apalagi begitu sampai di sadelnya.

    omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya kutau itu gimana ceritanya yg tahun lalu hehehhee
      Iyaaa gimana coba yg open trip itu dapet ijin darimana dan bisa berangkat setiap minggu -_-

      Delete
  17. Dibalik destruktifnya efek letusan gunung, ada kebaikannya juga ya. Tanah-tanahnya jadi subur. Saya belon pernah ke krakatau. Pengen sekali aja nginjekin kaki di sana :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa keberkahan namanya yah :) Semoga bisa kesana secepatnya kak hehehe

      Delete
  18. Pulau Sebesi itu besar ya? Maklum waktu ke sana cuma tidur doang, gak sempet jalan2.
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Besar lumayan, kemarin explore ke ujung aja makan waktu 30 menit hehehe

      Delete
  19. Sambutan di pulau sebesi nya keliatan rame dan panjang. Berasa meriah jadinya. Itu sendal jepit dibawa trecking, kuat bener hehe. Jd mikir kapan bisa kesini. Soalnya kan gak bisa sembarangan kesini. Tahun depan bakal ada lg gak ya event in, pengen ikot :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya rame sekali jadi berasa disambut hehehe
      Waaah emg udah biasa sih naik gunung #sombong, padahal sampe atas lemes wkwkwkw
      Cek aja Lampung Krakatau Festival kak siapa tau bisa nyempil hehe

      Delete
  20. Senengnya jalan-jalan abis dari Purwokerto, eh ke Lampung... minta do'anya dari teman-teman biar akhir tahun ini bisa diadain di Jember juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaaap ditunggu atuh kalo ada acara di Jember hehehe

      Delete
  21. Sejarah meletusnya Krakatau tahun 1800-an konon katanya debunya sampai Amerika. Btw, memang perlu ditekankan banget ya soal kunjungan ke Krakatau dalam rangka edukasi karena kalau status cagar alam memang harusnya gak bisa dikunjungi oleh wisatawan. Takut byk yg salah kaprah. Soalnya masih banyak yang ngadain open trip ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya sih boleh cuman memang gak bebas banget, harus ada surat dan lain-lain

      Delete
  22. angkat ransel backpack ke sebesi ahh

    ReplyDelete
  23. Akuuu pengen ke Anak Gunung Krakatau lagi hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAhahaha sama. Tahun depan kita kesana lagi yuuukk

      Delete
  24. waaaa.. keren banget.. bisa deket banet ngeliat gunungnya..... ramean apalagi.....

    temenku pernah liat gunung krakatau pas lagi meletus.. letusan kecil sih.... katanya api2 menyambar gt... serem tapi takjub... gmn ya... pengen liyat juga si yang kayak gt, tapi seremnya kalo letusannya jadi gede. wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya kak lagi ada acara festival Krakatau kemarin jadinya ramean sama blogger lain. Iya pasti ngeri banget, dari jauh aja udah agak panas loh, apalagi dari deket yah

      Delete
  25. waah si akang udah nanjak krakatau ! ketcheee!!
    besok besok aku juga mau nanjak aaah *nggakmaukalah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penuh perjuangan dan penuh drama mau nanjak kesini juga :D
      Ayolaah tahun depan semoga bisa bareng kesini hehehe

      Delete
  26. Ah, akaaanggg gue ngiri bangeeettt. Sayang harus nugas di Karnaval Parahyangan Bandung buat Jokowi #eaaa #humblebrag.

    Btw medannya curam dan berpasir? Hmmm medan pendakian yang gue benci nih hahaha. Langsung ciut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa iya sayang bgt, kalo ikut seru banget!

      Iyaaa berpasir gituuu kaya film 5cm, naik 1 langkah turun 3 langkah #lebay :))

      Delete
  27. Sudah lama pengan jalan-jalan ke lampung, tapi belum kesampaian. Baca tulisan ini makin pengen aja ke sana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus ada surat kak, jadi jangan lupa urus ijinnya :D

      Delete
  28. Serunyaaa bisa ke sini rame-rame. Jadi ini bukan objek wisata ya Kak, tapi kawasan konservasi dan harus izin buat mengunjunginya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul kak, jangan sembarangan yaaa karena kita juga perlu menjaga cagar alam ini kak

      Delete
  29. Entahlah udah dari kapan aku pengen naik krakatau,
    tapi sampe sekarang masih belum terealisasi wkwk.

    ReplyDelete
  30. Blessing in disguise ya, setelah bencana muncul berbagai berkah tanah yang subur dan berkembang jadi kawasan konservasi bagi yang penasaran dengan Gunung Krakatau :)

    ReplyDelete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search