Jun 18, 2017

Belitung Dalam 100 Jam

Pulau Lengkuas Belitung
Pulau Lengkuas, Belitung
Bulan April 2017, bulan kelahiran saya dan menjadi momen manis bagi saya. Saat itu, 2 hari sebelum tanggal ulang tahun saya yang jatuh pada tanggal 17 April (kode, kalo ada yang mau kasih kode ditunggu yes :p ), Lylis suruh saya packing saat malam itu juga, dia bilang "packing aja, setelan ransel aja, kita pergi besok lusa!", dengan rasa heran dan penasaran saya packing dan pergi ke rumah Lylis untuk persiapan keberangkatan. Sampai hari H, dia gak pernah mau ngasih tau mau pergi kemana. Dan pada saat hari H keberangkatan karena dia juga gak pernah ngerti cara bikin itinerary, dia kasih tau tujuan kita kemana dan minta tolong bikinin itinerary untuk 3 hari kedepan. Ya, kita berangkat ke Belitung! Negeri Sang Laskar Pelangi! Lylis katanya memang sengaja bawa kita kesini karena memang daridulu belum kesampaian sampai ke Belitung dan biar tetap terus bermimpi dan jangan gampang menyerah, sama seperti cerita Laskar Pelangi, so sweet :*

Saat hari keberangkatan, kami menuju Bandara Husein Bandung pun tanpa itinerary karena rencana dadakan ini. Semua itinerary kasar dibuat saat di boarding room dan saat perjalanan. I love it situasi kaya gini hehehe. Kami sampai di Bandara Hanandjoeddin Belitung pada pukul 11 siang dan langsung pesan taxi bandara untuk menuju ke hotel. Selama diperjalanan kami dihantam hujan deras dan kata bapak supirnya memang beberapa hari kebelakang sedang hujan terus menerus. Jalanan di Belitung rata-rata bagus lohhhh dan tingkat kemacetannya 1:10000 dibanding di Jakarta hehe sampai-sampai katanya si Bapak seneng ke Jakarta itu karena keadaan yang macet itu *SAD.

Ekspresi bahagia saat diajak ke Belitung tiba-tiba :D
Kami bakal stay selama 4 hari di Belitung dengan mengunjungi beberapa tempat favorit di Belitung menggunakan motor sewaan. Rata-rata sewa motor disini sekitar Rp 65.000 - Rp 80.000/hari harga tergantung nego hehehe. Kami stay di Lux Melati Hotel, lokasinya dekat dengan keramaian dan ruangannya juga lumayan homey. Agak susah cari hotel ekonomis dan bagus di Belitung memang, tapi hotel ini recommended lah buat ekonomis dan room yang nyaman.

Day-1 (Danau Kaolin)


Fun riding di Belitung ;)
Setelah check-in hotel, kami langsung sewa motor di hotel untuk  langsung explore Belitung hari itu juga. Destinasi pertama kami yaitu Danau Kaolin. Danau yang lagi hits karena keindahan warna airnya yang berwarna biru dan pasir berwarna putih sama seperti di Iceland. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Tanjung Pandan, hanya sekitar 30 menit sudah sampai di danau ini. Jadi, lokasi ini memang berada di area pertambangan PT. Kaolin. Semua keindahan yang terjadi disini karena pengrusakan alam sih emang, sedih sih, tapi emang viewnya jadi keren bangetttt. Saat kami kesana, area danaunya sudah dipagar jadi tidak bisa kebawah, tapi karena kami agak nakal kami kebawah, walaupun akhirnya agak dimarahin hehehe #janganditiru

Danau Kaolin, Belitung
Danau Kaolin, Belitung
Saat berfoto, seketika hujan pun turun, sehingga kami harus berteduh di warung sekitar sana, hujannya cukup lama, hampir 2 jam kami berteduh bersama bocah-bocah Laskar Pelangi yang bahagianya bermain bola hujan-hujanan dan nunggu mobil/truk lewat sambil tunggu dipinggir lubang biar mereka kena cipratannya, ternyata bahagia itu sederhana untuk bocah-bocah di Belitong ini.

Keseruan bocah Belitong
Keseruan bocah Belitong
Saat hujan reda kami pun kembali ke hotel dan makan malam sebelum beristirahat untuk perjalanan keesokan harinya menuju Belitung Timur, kampungnya Pak Ahok!

Day-2 (Manggar, Gantong, Kampoeng Ahok, SD Laskar Pelangi)


Di hari kedua ini kami berangkat dari pagi hari, karena antisipasi hujan dan lokasi yang memang agaj jauh dari Tanjung Pandan. Destinasi pertama kami yaitu mengunjungi Manggar, kota yang dijuluki Kota 1001 Warung Kopi karena dimana-mana terdapat warung kopi yang biasa disinggahi oleh pelancong dari domestik maupun buruh-buruh timah di sekitarnya. Lokasi Manggar dari Tanjung Pandan memang cukup jauh, sekitar 60 km dengan lama perjalanan hampir 3 jam karena kami sempat terjebak hujan. Sampai disana kami hanya berfoto di tugunya karena takut kesorean pulangnya.

Tugu Kota 1001 Warung Kopi
Setelah melewati Kota Manggar kami menuju ke Gantong yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Kota Manggar yaitu sekitar 45 menit perjalanan. Jalanan menuju kesana aksesnya sudah sangat bagus. Di Gantong ini ada wisata Kampoeng Ahok, Museum Kata dan SD Laskar Pelangi. Sesampai di Gantong wisata pertama yaitu mengunjungi Kampoeng Ahok. Kampeong Ahok ini merupakan replika dari rumahnya Ahok, Gubernur DKI Jakarta yang pada saat saya kesana keesokan harinya merupakan Pilgub DKI Jakarta, sayang orang baik dan keren kaya Pak Ahok harus kalah karena isu-isu gak jelas yang sebenernya gak berpengaruh buat bangsa ini (disaat kealiman seseorang lebih penting dibanding kontribusi dia ke negara dan bangsa, semangat Pak Ahok! KZL HEHE.

Baca juga: 10 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Phuket

Kampoeng Ahok
Kampoeng Ahok
Tak jauh dari Kampoeng Ahok, terdapat Museum Kata nya Andrea Hirata, seorang penulis terkenal yang merupakan pencipta film Laskar Pelangi yang terkenal di seluruh Nusantara itu. Harga masuk menuju Museum ini Rp 50.000 sudah termasuk buku saku. Karena kurang berminat masuk ke dalam dan sudah punya bukunya jadi kami hanya mengintio dari luar saja.

Museum Kata Andrea Hirata
Museum Kata Andrea Hirata
Sekitar 10 menit dari Museum Kata, kami mengunjungi SD Laskar Pelangi yaitu replika dari SD Muhammadiyah Gantong. Biaya masuk ke SD ini yaitu Rp 3.500/kepala, ini gatau retribusi dari pemerintah atau pungli. Di sekitar SD Laskar Pelangi ini memang dibuat untuk wisata Laskar Pelangi, mungkin nantinya akan ada wisata-wisata lainnya disini. SD ini replikanya sangat mirip dengan yang di film (yaiyalaah).

SD Laskar Pelangi/SD Muhammadiyah Gantong
SD Laskar Pelangi/SD Muhammadiyah Gantong
Setelah puas berfoto di SD Laskar Pelangi kami langsung kembali menuju Tanjung Pandan. Karena jarak yang lumayan jauh dan sedikit gerimis hujan, kami berdua sepertinya masuk angin. Terdapat paduan suara di motor suaranya "brat..bret..brot.." a.k.a kentut :)) Perjalanan pulang sekitar 2 jam karena kami sedikit ngebut dan tidak terhadang oleh hujan. Next kalo kesini, wajib naik mobil sepertinya.

Kembali ke hotel untuk bilas dan istirahat sejenak, kami keluar untuk makan malam di salah satu cafe lupa namanya di Tanjung Pandan dekat Pantai Tanjung Pendam. Not bad lah buat ukuran cafe di Belitung, rasanya juga enak, remang-remang kaya tempat mesum. but it's ok and fun!

Day-3 (Pantai Tanjung Tinggi, Pulau Lengkuas, Warung Kopi Ake, Pantai Tanjung Pendam)


Di hari ke tiga, kami berangkat menuju Belitung Utara. Destinasi pertama kami yaitu Pantai Tanjung Tinggi, lokasinya berjarak 1 jam dari Tanjung Pandan, cukup jauh tapi tidak sejauh Manggar. Di Pantai Tanjung Tinggi, saya teringat dengan pantai-pantai yang ada di Lombok, karena banyak pepohonan di sepanjang perjalanan. Bedanya di Pantai Tanjung Tinggi ini terdapat batu-batuan granit yang membuat pantai ini menjadi sangat unik!

Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi
Selesai eksplor Tanjung Tinggi, kami mampir disalah satu warung disana untuk membeli Es Kelapa sambil berbincang dengan bapaknya. Dari hasil perbincangan ternyata bapak yang hanya jualan warung itu anaknya kuliah di Bandung! dan beliau ternyata punya kapal dan bisa mengantarkan kami ke Pulau Lengkuas dengan harga diskon hihihi. Kami diberi harga Rp 200.000 untuk ke Pulau Lengkuas dan dijemput, jadi kami gak harus ke dermaga Tanjung Kelayang karena kapalnya bakal jemput kita di Tanjung Tinggi, terima kasih bapak :)

Ini kapal bapaknya, coba aja cari warung sebelah mushola namanya Pak Surya
Selama trip menggunakan kapal Bapak Surya ini kami diantar oleh ABKnya bernama Pak Herman yang akan mengantarkan kami mengelilingi 5 pulau. Banyak juga yah, sampai-sampai saya lupa nama-nama pulaunya :)) Yang inget itu cuma Pulau Lengkuas.

Pulau Lengkuas menjadi destinasi terakhir saat kami mengelilingi 5 pulau tersebut, hanya ada 2 pulau yang bisa disinggahi, karena sisa pulau-pulau lainnya hanya lihat dari kejauhan. Di Pulau Lengkuas kami langsung menuju Mercusuar yang terkenal itu, ada biaya retribusi seharga Rp 20.000/orang yang pastinya ini pungli tapi ya gimana lagi. Dari bawah, perjalanan ke atas cukup melelahkan karena kita harus naik sekitar 13 lantai menggunakan tangga!

Mercusuar Pulau Lengkuas
Mercusuar Pulau Lengkuas
Tapi semua ca[e itu hilang saat kita udah sampai di atas, karena viewnya keren banget dari atas! Kita bisa melihat 360 derajat keindahan sekitar Pulau Lengkuas dari atas. Mulai dari gradasi laut, karang-karang, kapal di sekitar dan pohon-pohon lebat disekitar Pulau Lengkuas juga keren! Di dalam Mercusuar ini pun terdapat gambar-gambar sejarah dari mercusuar ini mungkin dengan maksud agar entertain pengunjung dan agar pengunjung tidak terlalu capek.

Interior Pulau Lengkuas
Interior Pulau Lengkuas

View dari atas Mercusuar Pulau Lengkuas
View dari atas Mercusuar Pulau Lengkuas
Setelah puas berkeliling ke 5 pulau, kami kembali menuju Pantai Tanjung Tinggi untuk kembali ke motor dan melakukan perjalanan pulang ke Tanjung Pandan. Karena waktunya masih agak siang sekitar jam 2-3. Kami kembali ke hotel dulu untuk bilas dan kembali lagi keluar untuk berkunjung ke satu tempat bernama Warung Kopi Ake. Warung Kopi ini terkenal dengan Kopi O nya yang jossss!. Warung Kopi ini terletak di tengah kota Tanjung Pandan, tepatnya di ruko-ruko dekat bundaran satu-satunya di Belitung.

Kopi O Warung Kopi Ake
Kopi O yang josss!
Setelah selesai ngopi, sambil nunggu waktu sunset tiba, kami langsung menuju Pantai Tanjung Pendam. Biaya retribusinya kalo gak salah Rp 5.000/motor. Pantai ini menjadi pantai umum satu-satunya bagi warga Belitung di Tanjung Pandan karena letaknya yang dekat dan memang fasilitasnya lengkap. Semua warga disini menunggu sunset tiba dan memang sunsetnya juga indah loh!

Sunset di Tanjung Pendam
Sunset di Tanjung Pendam
Karena hari itu merupakan malam terakhir di Belitung, kami mencoba mencari tempat makan kekinian yang ada di Belitung. Alhasil kami menemukan tempat bernama Rumah Makan Timpo Duluk yang lokasinya berdekatan dengan Pantai Tanjung Pendam ini. Rumah makannya interiornya lucu! ada barang-barang jadul dan desainnya yang berkonsep "zaman dulu" sesuai dengan namanya Timpok Duluk. Untuk harganya masih terhitung murah dan rasanya pun enak-enak.

Rumah Makan Timpo Duluk
Rumah Makan Timpo Duluk
Setelah makan kenyang kami kembali ke hotel untuk beristirahat, karena keesokan harinya kami harus kembali ke Bandung dengan rutinitas seperti biasa hiks :(

Sekedar info, saya sekarang menjalankan bisnis trip ke Taman Nasional Komodo teman-teman. Saya mengadakan open trip ala backpacker bisa jalan setiap hari dan ada juga paket-paket wisata lainnya ke Komodo dengan harga murah! Cek websitenya kamanaislandtrip.com (websitenya masih on progress) hehe atau contact WA pribadi saya 0813-9547-1258 ya manteman. Rencananya awal tahun 2018 saya bakal pindah kesana, dan melayani kamu semua yang mau trip ke Komodo hehehe see you!

⏩ Follow Instagram @irhamfaridh to explore #AkangBolang journey! ⏪

8 comments:

  1. Aku belum kesampean ke negeri laskar pelangi ini. Padahal jarak dari Palembang lumayan deket lah.
    Nexttime kudu harus kesiniii, masa ia keduluan sama kamu sih kaaak :'( . Eh mungkin Lylis mau ke Belitung lagi? nanti aku yang temenin doi hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah stay di Palembang kak? Hahahaha banyak lama sih :p
      Katanya sih mau kesana lagi asal dibayarin kak :P hahahaha

      Delete
  2. ah mudah2an aku bisa ke sana, mksh sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinnnnn kak semoga bisa nyusul kesana yaaa! :)

      Delete
  3. Wah sudah ke belitong. Mercusuarnya di Pulau Lengkuas masih boleh dinaikin ya Mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Denger-denger dari blogger lain katanya udah gak bisa kak naik ke mercusuarnya sekaranggg

      Delete
  4. Lengkap banget nih. Bisa jadi referensi liburan yg ga jauh2 amat.

    ReplyDelete
  5. Waaah thanks kak :) Semoga berguna buat semuanya hehee

    ReplyDelete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search