Apr 1, 2017

Backpacker ke Macau, Hongkong dan Shenzhen (China) selama 7 hari

hongkong
Hongkong!
Halo! I'm back guys! Lama banget tak bersua! Vakum kurang lebih 6 bulan dari menulis karena kesibukan menata kembali hidup di Indonesia sepulang perjalanan panjang dari Australia dalam program Work and Holiday Visa Australia, kesibukan saya 6 bulan terakhir ini bisa dibilang sangat berat karena selain harus beradaptasi lagi dengan lingkungan, saya juga harus beradaptasi dengan persaingan bisnis yang ada di Indonesia, lebih spesifik di Bandung karena saya memulai bisnis pertama di Bandung. Persaingan itulah yang membuat saya sedikit keder karena baru pulang dan belum mengetahui medan, alhasil bisnis pertama yang saya lakukan bangkrut dan saya stress berat AHA! #curhatdulu ya guys. Fyi, ini bukan bisnis pertama saya sebenarnya, sebelum berangkat ke Australia pun dari mulai kuliah udah punya bisnis tapi terhenti karena saya harus berangkat ke Australia dan mungkin mental bisnis itu sudah lenyap karena kelamaan jadi babu hiks.

Tapi, seperti biasa, seorang Irham tidak kenal yang namanya menyerah, setelah terjatuh pada bisnis yang pertama hal yang dilakukan seorang Irham adalah... Jalan Jalan Weh! (jalan jalan aja!). Lah kenapa abis bangkrut malah jalan-jalan? Well, daridulu memang jalan-jalan atau istilah kerennya traveling menjadi hobi saya sekaligus penghilang rasa penat ketika punya banyak masalah seperti itu. Selain itu juga, biasanya saya dapat inspirasi dan hal-hal lain lagi yang bisa dijadikan pandangan untuk menyongsong masa depan, cielahhhhh. Tapi serius, alhasil sepulang dari trip ini saya memulai bisnis baru yang satu sudah jalan dan satu lagi InshaAllah launching bulan Mei 2017 dan berkecimpung di dunia travel loh termasuk WHV Australia juga hihi kalo mau kepo pantengin terus aja IG ku @irhamfaridh.

Balik lagi ke trip, seperti biasa saya ditemani Lylis, wanita yang selalu setia mendampingiku ihiw. Kami ngeplan trip ini hanya 1 hari loh, bermodal cek Skyscanner tiket flight dari Jakarta ke Macau/Hongkong ternyata lagi murah, disaat itu juga kami langsung beli tiket yang jadwalnya hanya sekitar 1 minggu lagi! dan semua galau tentang bisnis itu pun seketika hilang dan langsung bersemangat membuat plan dan itinerarynya!

Kami membeli tiket flight Jakarta-Macau dan pulang melalui Hongkong menuju Jakarta. Kenapa Macau? Kan bisa dari Hongkong. Duit, duit aing, kumaha aing! wkwkw engga deng, intinya karena pengen ambil pengalaman yang berbeda dibanding yang lain, karena kebanyakan dari review orang banyaknya cuman one day trip di Macau, pergi-pulang di hari yang sama dari Hongkong. Kami disini pengen nyobain stay selama 1 malam di Macau dan tau kehidupan malam disana termasuk nyobain kasinonya juga #eeehhh #janganditiru

Day-1 (Berangkat!, Transit di KLIA) 

Hotel bintang 6
Hari pertama keberangkatan menjadi hari pertama dimana kami transit l0 jam! Ceritanya kami flight dari Jakarta dan transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dari jam 10 malam sampai jam 8 pagi! Sampai di KLIA hal yang pertama dilakukan adalah cari spot enak buat rebahan dan tiduran, lagi backpackeran gausah so soan lah cari hotel transit, tidur di karpet juga jadi :p Tapi penderitaan itu terasa setelah 5 jam, waktu terasa lama banget dan perut mulai laparrr. 

Karena ngantuk berat, semua pun bisa teratasi, bangunlah kami jam 6 pagi karena harus siap-siap untuk boarding. Enaknya di KLIA, ada shower jadi bisa boker sama mandi duluuu. Sarapan juga enak ada food court di lantai 2.

Day-2 (Lisboa Casino, Wynn, Venetian Canal) 

Flight dari KLIA menuju Macau menghabiskan waktu sekitar 3 jam, waktu yang cukup lama. Jadi dari jam 9 pagi flight, sampai di Macau sekitar jam 12 siang. Oh iya, sebelum berangkat kami kira ada hostel di Macau, ternyata gak ada! Hotel paling murah pun Rp 700.000, oh shit! Ngubek sana-sini, akhirnya kami pun memutuskan book hotel aja, daripada ngegembel yakaann, gak apa lah sekali-kali jadi luxury backpacker :)) kami book hotel bernama Metropark Hotel yang kalo dari segi lokasi cocok banget karena emang udah lokasi di citynya persis. 

Oh iya, for information, di Macau ini kita bisa keliling gratis loh menggunakan Casino Free Shuttle Bus, jadi hampir semua casino besar di Macau menyediakan fasilitas gratis dari airport atau dari ferry terminal dan melewati banyak tempat-tempat wisata yang sering dituju oleh wisatawan. Free Shuttle Bus ini bisa gratis dipakai oleh semua orang, kalo kita gak booking hotel/casinonya pun gak masalah, tapi mereka yang booking hotel biasanya diprioritaskan. Tapi karena saya dari Airport dan hotel saya gak ada shuttle busnya terpaksa saya naik bis umum ke terminal terdekat dengan hotel. Bus di Macau harganya sama mau jauh ataupun dekat yaitu $3,20. kalo bayar lebih gak pake kembalian segala, semuanya hangus so siapin receh.

grand lisboa
Spot ini ada di belakang Lisboa
Tak lama di hotel karena gak mau buang-buang waktu, kami pun langsung berangkat menuju Grand Lisboa, disitu terdapat spot yang sering dikunjungi wisatawan karena letaknya ada di tengah-tengah kemegahan city center Macau Peninsula. Jadi Macau itu ada 3, Macau Peninsula, Taipa dan Coloane. Kebetulan Grand Lisboa ini letaknya dekat sekali dari hotel jadi bisa dijangkau dengan jalan kaki. Tak banyak yang bisa dilakukan disini, kecuali foto-foto dan kalau kamu suka judi, cobain peruntungan kamu di kasino-kasino siniii! Tapi, overall suasananya mewah memberi kesan baru apalagi lihat gedung Grand Lisboa itu dari dekat, megah banget!

Dari Grand Lisboa tidak jauh ada Wynn, bisa dicapai dengan jalan kaki juga. Awalnya tidak ada yang spesial disini, kecuali bangunan megah. Tapi beruntungnya, ada Dancing Fountain ternyata disini. Dan ini keren banget!

dancing fountain wynn
Dancing Fountain di Wynn
Setelah pertunjukannya yang tak lebih dari 15 menit itu selesai, kami langsung menuju Venetian. Caranya, kami mengambil bus menggunakan Shuttle Bus Wynn menuju Ferry Terminal dan langsung lanjut ke Venetian menggunakan Venetian Shuttle Bus yang berada di sebrang pulau, grateesss. Sampai di Venetian langsung masuk ke gedungnya, dan ternyata interiornya megah parah! Di Venetian ini ada kasino, hotel dan pusat perbelanjaan. Yang terkenal disini yaitu Venetian Canalnya, venetian canal ini menyerupai canal-canal yang ada di Venice, Italy. Lokasinya ada di lantai 2, cari lift di ujung kanan menuju Venetian Canal.

venetian
Interior megah Venetian

venetian canal
Perahu di Venetian Canal
Masuk ke area canal, rasanya berada di ruang terbuka, padahal itu kita di dalam ruangan lohhh. Selain itu yang membuat lokasi ini menarik yaitu ada wanita atau pria yang mengendarai perahu sambil menyanyi merdu menggunakan nyanyian Portugis. Selain berfoto, yang seneng belanja bisa belanja juga. Tapi kami mah apa atuh, cuman backpacker mending disimpen uangnya buat trip selanjutnyah! Selesai hunting foto disini kami makan di foodcourtnya, harganya lumayan mahal 1 porsi bisa MOP $40-50.. Selesai makan pun kami kembali ke hotel dan ###### sensor.

Day-3 (Senado Square, Ruins of St. Paul, Hongkong Clock Tower)

Pagi-pagi setelah kami mempersiapkan diri dan packing kami checkout dan menitip barang di hotel karena kami akan ambil shuttle bus hotel yang nanti bisa mengantarkan ke Ferry Terminal untuk langsung lanjut ke Hongkong. Dari hotel, kami menuju Senado Square yang letaknya tidak jauh dari hotel sekitar 1 km walaupun jarak segitu termasuk jauh di Indonesia, tapi memang kalo traveling ke luar negeri harus banyak jalan kakinya, lumayan olahraga. Di Senado Square ini unik bangunan-bangunannya karena Macau ini seperti yang diketahui adalah bekas jajahan Portugis sehingga banyak bangunan peninggalan Portugis.

senado square
senado square

Tak jauh dari Senado Square, kami menuju ke Ruins of St. Paul. Katanya kalo belum kesini, belum ke Macau. Bangunan ini memang menjadi icon di Macau, hampir semua wisatawan berkunjung kesini. Hanya jalan sekitar 15 menit dari Senado Square, kami sudah sampai di Ruins of St. Paul. Bangunannya megah! yang bikin cantik yaitu tangga-tangga menuju ke atas dan taman yang ada di sebelahnya. Tak banyak yang bisa dilakukan disana, selain cuma foto-foto. Disana kami sempat coba jajanan khas Macau yaitu EggTart seharga MOP $8.

Ruins of St. Paul
Ruins of St. Paul vibes!
egg tart
Egg Tart, enyaakkk!
Setelah mencicipi Eggtart pun kami langsung menuju hotel untuk mengambil shuttle busnya menuju ke Ferry Terminal. Di Ferry Terminal kami menuju ke counter TurboJet karena menurut informasi itu paling murah hanya sekitar HKD $150 per orang. Jam kerjanya hampir 24 jam jadi gausah kuatir. Lama perjalanan dari Macau sampai ke Hongkong sekitar 30 menit namun karena cuaca buruk saya sampai di Hongkong setelah 1 jam terumbang-ambing di laut.

Selama di Hongkong, kami tinggal di sebuah hostel bernama USA Hostel yang terletak di Mirador Mansion. Letaknya strategis karena memang lokasinya di pusat kota. Lokasinya di Tsim Sha Tsui dan dekat dengan MTR Station. Dari Ferry Terminal kami jalan kaki menuju hostel karena tidak terlalu jauh hanya sekitar 2 km karena kami pun belum memiliki Octopus Card. Jadi Octopus Card ini digunakan untuk seluruh transportasi disana, bisa bus MTR dan ferry. Harga Octopus Card ini $100 sudah termasuk $50 untuk transaksi dan $50 untuk deposit yang bisa dikembalikan saat sudah tidak terpakai lagi.

View dari kamar hostel, uhuy! Cuma HKD $150/malam
Check-in di hostel, mandi sebentar, kami pun langsung keluar lagi menuju Clock Tower. Lokasinya tidak terlalu jauh dari hostel hanya 15 menit berjalan kaki. Di Clock Tower ini di sebelahnya ada deck yang bisa dipakai untuk melihat pemandangan kemerlap Hongkong Island mengantikan peran Avenue of Star yang sedang dalam masa perbaikan. Disini juga bisa melihat Symphony of Light yaitu pertunjukan laser dan lampu setiap jam 8 malam. Selesai pertunjukan langsung cari Mcd dan balik ke hostel.

Day-4 (Hongkong Disneyland, Ngong Ping Village)

Di hari ke 4 ini kami akan melakukan perjalanan ke Lantau Island, lokasinya agak jauh dari kota tapi masih bisa dicapai menggunakan MTR. Spot pertama yaitu kami menuju Hongkong Disneyland. Untuk mencapai Disneyland kita bisa menggunakan MTR jurusan Tung Chung Line dan berhenti di Sunny Bay MTR Station dan lanjut menggunakan kereta khusus Disneyland. Di Disneyland kami gak lama karena cuman pengen foto aja didepannya hahaha karena kami fikir lebih worth di Jepang so we save the money for the best hehe

Hongkong Disneyland
Hongkong Disneyland
Dari Disneyland kami lanjutkan perjalanan menuju Tung Chung. Disini kebanyakan turis menggunakan Cable Car untuk menuju Ngong Ping Village yang berada di atas pegunungan. Namun kami mempunyai cara baru untuk menuju ke Ngong Ping Village selain menggunakan Cable Car karena kadang ada orang yang takut ketinggian seperti Lylis dan harganya mahal. Kami menggunakan bus yang harganya dua kali lipat murah dibanding menggunakan Cable Car hanya $30 untuk pulang pergi. Kalo Cable Car $100 pulang pergi. Cari bus lantau 23 menuju Ngong Ping Village.

Perjalanannya memang lebih lama karena membutuhkan waktu hampir 1 jam dari Tung Chung, namun pemandangan di sekitarnya sanbat cantik karena kita akan melewati pegunungan dan pemandangan laut dari atas bukit dan juga melewati countrysidenya Hongkong.

Ngong Ping Village
Ngong Ping Village
Ngong Ping Village ini merupakan kawasan umat Buddha di sekitarnya. Banyak kuil-kuil didalamnya dan juga patung Big Buddha yang terletak di atas bukit, untuk mencapainya butuh menaiki ratusan anak tangga. Kebetulan saat itu badan kami sedang tidak enak dan cuaca gerimis jadi kami tidak bisa keatas. Kami mengelilingi Ngong Ping Village ini sekitar 1 jam dan coba juga jajanan di Hongkong. $20 cuman dapat 3 biji fishball yang sebesar kuku :( Karena cuaca sedang hujan kami pun pulang ke hostel dan leyeh-leyeh dan tiduran sampai malam. Dinner malam itu, kami diundang oleh teman lama kami saat di Australia, Alvin dan Candy. Kesempatan yang langka bisa  mencoba restoran lokal di Hongkong yang lokasinya agak jauh dari pusat kota dan makanannya super lezatttt!!

Our old friends, Alvin and Candy

Day-5 (Nan Lian Garden, Hongkong Central, Victoria Peak 

Beruntungnya di hari ke-5 ini hari sedang cerah jadi akan kami keluarkan seluruh kemampuan kami untuk mejelajah heah! Spot pertama yang kita singgahi yaitu Nan Lian Garden. Memang belum pernah terdengar di wisatawan Indonesia, tapi saya tertarik ketika buka web-web luar yang mereview tempat ini. Lokasi taman ini terletak di Diamond Hill tak telalu jauh dari kota. Tapi taman ini seakan menjadi surga ditengah hiruk pikuk kota. Buat saya yang tidak terlalu suka keramaian dan kota, tempat ini menjadi surga yang bisa menghilangkan rasa penat akan keramaian kota. Tamannya tertata rapih, bangunannya sangat tradisional dibantu dengan lagu-lagu merdu khas mandarin yang membuat tenang fikiran.

Nan Lian Garden
Nan Lian Garden
2 jam tak terasa berputar-putar taman yang lumayan luas tadi sambail tiduran merilekskan pikiran, kami pindah lagi menuju ke Hongkong Central menggunakan MTR. Di Hongkong Central ini memang kebanyakan kantor dan memang banyak ekspatriat yang tinggal disini. Tidak banyak yang bisa dilakukan, namun disini kami mencoba naik tram! iya. tram yang sudah ada di Hongkong dari jaman dahulu. Klasik namun mevvah! $2 rute dan jarak bebasssss.

Tram di Hongkong
Tram di Hongkong
Tak jauh dari Hongkong Central kita bisa menuju ke Peak Tram yaitu tram yang akan membawa kita menuju Victoria Peak, salah satu spot yang wajib dikunjungi ketika ke Hongkong. Harga tiket menuju Victoria peak menggunakan Peak Tram yaitu $50 pulang pergi, kecuali mau ambil paket dengan Madame Tausaudd dan The Peak. Kami hanya ambil tiket PP aja, untuk spot mengambil foto Hongkong dariatas, cara murahnya gausah naik ke The Peak. Setelah sampai di salah satu bangunan disana, cari jalan keluar aja lalu jalan menuju timur bangunan tersebut, disitu banyak spot untuk foto Hongkong dariatas dan hasilnya gak terlalu beda jauh dengan di The Peak hehe tapi sayangnya saat kami kesana cuaca sedang jelek dan berangin banget. Setelah kemasukan angin yang cukup banyak kami pun mencari makan malam dan balik ke hostel untuk persiapan keberangkatan besok ke Shenzhen, China!

victoria peak
Not bad, isn't it?

Day-6 (Dongmen, Seaworld)

Hari ke 6 perjalanan kami bangun pagi untuk berangkat menuju Shenzhen! Sempat khawatir juga katanya Visa on Arrival ke Shenzhen tidak berlaku lagi tetai setelah cross-check VOA masih berlaku asal kita masuk lewat Louhu. Jadi dari Tsim Sha Tsui kami menuju Lou Hu menggunakan MTR. Lama perjalanan sekitar 1 jam karena memang lokasinya lumayan jauh dari Hongkong. Semakin jauh dari kota, semakin menghilangkan citra Hongkong yang sangat megah ditengah kotanya.

Sampai di perbatasan, semua penumpang turun dari MTR dan menuju loket imigrasi. Disini kami melewati 2 imigrasi yaitu imigrasi Hongkong dan imigrasi China, saat sampai di imigrasi China kami menuju Port Visa, disitulah kita membuat VOA. Lumayan ngantri agak lama karena banyak yang mengajukan VOA disana. Caranya hanya isi form, bawa nomor antrian tinggal tunggu dan bayar, beres.

Suasana antri di Port Visa China
Selesai mengurus visa kami langsung keluar untuk menuju Metro Station (nama MTRnya China). Pas keluar dari imigrasi agak sedikit tercengang melihat kelakuan orang-orang China yang hampir 180 derajat berbeda dengan Hongkong. Buang ludah dimana-mana, jalan sembarangan, ngantri juga kagak pokoknya bikin ilfeel lah wkwkwkwk tapi pas keluar melihat bangunannya sedikit terobati karena bangunannya megah dan berbeda nuansanya dari tempat-tempat yang pernah saya singgahi.

Lou Hu
Kaya di Korea Utara gitu yaaa?
Oh iya selama di China kita tidak bisa menggunakan semua produk Google, termasuk Google Maps juga. Saya coba menggunakan smart VPN hape malah di block -_- jadi selama di Shenzhen saya tidak memakai SIM Card apapun, hanya mengandalkan info dan insting, karena juara kalo bisa nanya mereka pake bahasa Inggris apalagi petugasnya, bener-bener gabisa bahasa Inggris.

Untuk transportasi kami menggunakan Tourist Pass, jadi bisa dipakai 24 jam untuk transport kemana aja. Harganya 20 Yuan, murah banget mengingat jarak antar Station di Shenzhen ini jauh banget pake ngetzzz. Dari Lou Hu kami menuju hostel yang berada di Bao'an, agak jauh dari kota. Kami emang sengaja ambil yang jauh karena benar-benar pengen ngerasain kehidupan ala lokal di Shenzhen. Saat kami keluar dari Metro Station, kami disambut oleh sekumpulan orang-orang menggunakan motor antik! Ternyata bukan di Indonesia aja yang kaya gitu hehehe motornya antik parah, dan ternyata hampir semua orang menggunakan motor jenisnya kaya gitu.

motor di China
Antik!
Sampai di hostel, mandi sebentar, langsung kami keluar lagi untuk menuju Dongmen. Dongmen ini lokasinya ada di kota. Tempat ini menjadi tempat favorit dan tempat berkumpulnya warga Shenzhen di malam hari. Ada kuliner, ada tempat belanja, ada tempat nongkrong, mungkin bisa disebut alun-alunnya Shenzhen. Untuk kuliner banyak jajanan yang harganya jauh lebih murah dibanding di Hongkong. Untuk yang suka belanja bakal suka banget karena barangnya bagus-bagus dan murah banget! Lylis beli kemeja jeans seharga Rp 30.000 dan tas Rp 100.000 but worthed banget! Buat cowo-cowo mah cuci mata disini udah cukup, banyak dede dede bikin gemesh!

Dongmen
Dek mau ikut aa ke Indo? 
Noh segitu cuman 10 Yuan!
Selesai jalan-jalan di Dongmen, kami lanjutlan perjalanan menuju ke SeaWorld. SeaWorld disini bukan kaya SeaWorld di Jakarta loh ya, akuarium dan koleksi ikan-ikan, tapi area ekspatriat yang tinggal di Shenzhen dan banyak restoran-restoran disana dan yang spesial ada restoran berbentuk kapal laut besar! dan disebelahnya pun ada dancing fountain. SeaWorld ini lokasinya di Shekou, bisa menggunakan Metro jurusan Shekou Port.

Sea World Shekou

Day-7 (Window of The World, Go Back Indonesia!)

Di hari terakhir ini kami merencanakan mampir ke Window of The World sebelum kembali menuju Hongkong Airport untuk kembali pulang ke Indonesia. Namun, kami bangun kesiangan dan karena pengen tetap penasaran, akhirnya kami tetap mampir ke WOW ini tapi tidak masuk ke dalam, tapi hanya diluarnya saja sambil bawa backpack :)) diluarnya pun udah puas kok, dapet suasananya dan disini saya merasa China memang beda banget dengan Hongkong dari segala aspek mulai kebiasaan warga, ramahnya warga China, dan lain-lain membuat saya ingin berkunjung ke daerah lainnya di China seperti Beijing yang katanya lebih tradisional.

Window of The World
Window of The World
Dari WOW kami kembali menuju Hongkong Airport menggunakan MTR dari Lo Wu. Sampai di airport saya mengembalikan Octopus Card untuk mendapatkan depositnya dan sisa saldo yang tersedia, lumayan buat makan. Dari Hongkong kami flight menuju Jakarta dan transit di Singapura selama 6 jam. Tidak banyak yang bisa dilakukan di Changi, selain tidur soalnya mau keluar pun sudah tengah malam banget, jadi kami hanya menunggu di ruang tunggu sampai boarding dan balik ke Indonesia.

Kami pernah Backpacker ke Singapura dan Malaysia juga loh!

Pulang dari Macau, Hongkong, dan Shenzhen sepertinya saya mendapatkan hal-hal baru dan ide baru untuk kehidupan saya yang baru. Minta doanya dari kalian semua semoga bisnis saya selanjutnya lancar dan berguna bagi nusa bangsa dan rakyat Indonesia, amin!

Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! 
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

21 comments:

  1. Wah, Shenzhen jg ya ternyata ... Malah dulu ga sempet :D

    ReplyDelete
  2. Woooo pantesan lama ga muncul yaa.. tahun lalu sempat mau kesini dapat tiket simerah 500K PP, tapi apa daya kejebak di Labuan Bajo ga ada tiket..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya sibuk banget, baru sempet nulis lagi hehehe Wah sayang banget nihhhh. Ntr kapan-kapan ku mampir ke Bali ya kudu meet-up!

      Delete
  3. Di shenzhen beli jam rolex cuman 150 rb :) Be Carefull masuk ke gudang toko, begitu masuk rolling doornya langsung di tutup, "dipaksa" harus beli,,,, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahhh bahaya juga tuh praktek cem gituuu :))

      Delete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  5. mantap mas.. hehe
    o iya mas, kalo WHV itu bisa gak untuk yang cuma lulusan SMA, mau banget ikutan

    ReplyDelete
  6. mantap ei jalan jalannya udah keluarr kern

    ReplyDelete
  7. penataan kotanya bagus banget ya, tempat-tempatnya juga bersih cuma sayang penginapan hotelnya mahal-mahal.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tipikal negeri maju ya begitu, iya pastinya mahal mahal hehe

      Delete
  8. wah bagus juga nih bisa jadi tempat wisata kalo aku ke cina, tapi gatau kapan :D

    ReplyDelete
  9. Jadi kepingin main lagi ke Desnyland, The Window of the World, ...
    kapan bisa diberikan kesempatan berlibur kesana lagi ... hmmmm

    ReplyDelete
  10. Sukses buat bisnis barunya ya Irham. Btw entah kenapa aku mah gak minat wisata ke Hongkong atau Macau. Maunya ke lokasi-lokasi yang berhubungan dengan alam gitu. Udah bawaan orok gak bisa dipaksa haha. Tapi kalau ada gratisan mah traveling ke sana pun gak bakalan nolak :D

    ReplyDelete
  11. share teman2 ada nggak yg bacpacker mei tgl 20 ke hongkong ,macau kalau ada gabung dong

    ReplyDelete
  12. Foto-foto laser show-nya nggak ada, bro? :D

    Wah, kayaknya lo perlu ke HK lagi nih buat naik sampai ketemu patung Big Buddha, hehehe.
    Gue belum pernah ke HK sama Tiongkok sih, tapi dari cerita orang-orang, warga Cina daratan itu memang nggak se-modern di HK. Buang ludah sembarangan itu masih mending. Nanti kalo ke Beijing mungkin lo akan ketemu yang boker sembarangan dan boker nggak disiram :D

    Oke, jadi Shenzhen masih bisa VOA ya, good to know!

    ReplyDelete