Sep 11, 2016

Thank You Renmark, Good Bye Australia! Bhay!

paringa bridge
Renmark, tempat terakhirku di Australia
Hampir 3 bulan setelah pindah dari Corindi Beach, saya tinggal di satu desa yang jaraknya sekitar 200km dari Adelaide bernama Renmark. Di Renmark ini bisa dibilang merupakan tempat favorit saya selama di Australia karena cuacanya yang gak panas dan tentunya gajinya yang besar hehehe dan kebetulan juga tempat ini merupakan tempat terakhir saya di Australia. Beautiful ending.....

Selama di Renmark ini saya bekerja di salah satu packing shed Citrus terbesar disana dengan gaji rate $25/jam karena bekerja di shift malam. Start kerja jam 4 sore sampai jam 3 subuh, jadi orang-orang bangun saya baru mau tidurrr! itu sih suka dukanya tapi enjoy kok lama-lama :) Pekerjaan yang sering saya lakukan yaitu bikin box, harus bikin box sebanyak 1 box dalam 6 detik, woohoo udah cepet kaya robot aja kannn?! hahaha

Work outfit :)
Tapi kadang cuaca di Renmark tidak bersahabat. Pada malam hari kadang suhu bisa mencapai -1 derajat, dan itu bikin sakit kepala dan menggigil hebat! Biasanya saya bekerja menggunakan 3 jaket itu pun masih menggigil, padahal indoor loh itu. Untung karena pekerjaan yang tidak terlalu cape membuat pekerjaan masih terasa fun. Duitnya pun banyak hehe

Di packing shed ini banyak backpackers dari berbagai penjuru dunia. Mulai dari Indonesia, Thailand, Taiwan, Hongkong, UK, France, Jerman dan masih banyak lagi. Kami menyatu tanpa memikirkan ras :) Kami pun banyak menyelenggarakan party di akhir pekan untuk relaksasi dan hanya sekedar having fun. 

Teman-teman dari seluruh dunia
Selain bekerja pun saya dan Lylis sering menyempatkan berkunjung ke berbagai tempat di sekitar Renmark dan sekitarnya di akhir pekan. Selain sungai, banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi mulai dari bukit, sunset spot, sampai gurun! Kebanyakan sih gratisan jadi modal bensin udah bisa enjoy disana sambil makan Indomie di kremes :) wkkwkwkw

Murtho Forest Lookout
Murtho Forest Lookout
Blossoms spot near our shed
Perry Sandhill Wentwotrh
Gurun! Perry Sandhill Wentwotrh
Lokasi Renmark ini berada di perbatasan antara 2 state yaitu South Australia dan Victoria dan bahkan dekat juga dengan New South Wales. Jadi kadang kita kalo travel selalu border state gitu bahkan sempat 3 state dalam sehari, keren bukan?!

Setelah 3 bulan bekerja di Renmark, musim jeruk mulai menurun, banyak pekerja yang dipecat dan jamnya dikurangi. Kami-kami para pekerja sudah mulai was-was :)) Semakin kesini, semakin banyak tekanan dan rasa excited untuk memulai masa depan di Indonesia yang mulai menggelora dan tidak sabar membuat saya dan Lylis mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaan dan pulang ke Indonesia lebih cepat 3 minggu sebelum visa kami habis. Namanya passion kadang memang tidak bisa dikendalikan guys. Sudah bosen juga kerja gitu-gitu aja, kami ingin sesuatu yang lebih berharga dan saya pun gasabar travel lagi hihi!

Akhirnya kami booking tiket pesawat untuk 5 hari ke depan dari Adelaide menuju Denpasar dan langsung menuju Jakarta. Sebelum berangkat kami mengadakan perpisahan bersama teman-teman disana. Semoga kita bisa bertemu lagi dikemudian hari ya guys!

Our mates!
Our house mates!

Hampir 11 bulan lebih saya merantau di Australia melewati berbagai cerita dan tantangan dalam hidup. Saya banyak belajar disini, bahwa dunia itu tidak hanya 1, dunia itu tidak sesulit yang kita bayangkan, dan dunia itu akan mengikuti apa yang kita harapkan asalkan kita berusaha. Sudah banyak pengalaman dan tempat yang saya lalui di Australia membuat pikiran kita menjadi open-minded dan selalu berfikir dari berbagai aspek dan yang pastinya berani mengambil resiko!

Dulu, awalnya saya ingin lanjut berkarir di Australia tapi entah kenapa dunia seperti membawaku kembali ke Indonesia. Selalu bertemu orang yang berdagang dan beliau selalu memberi sepatah dua kata yang selalu berputar ditelingaku, Selain itu, perjalanan 1 tahun ini mengembalikanku ke tujuan awal hidup saya lagi dan mengembalikan semangatku lagi untuk berwirausaha :) agar hidup lebih sehat, ceria, berkarya dan berbahagia :)

Terima kasih Australia sudah memberikan berbagai pengalaman, cerita, suka dan duka. Sebuah pengalaman berarti dalam hidup saya yang bisa dijadikan cerita nantinya ke anak cucu saya kelak. Terima kasih membuatku kembali ke tujuan hidup dan merasakan hidup di negara yang "katanya" maju dan membuatku bergairah lagi dalam berkarya. Terima kasih Australia! Good bhay! See you again when i go holiday there but not for work, anymore! :p

#ON THE WAY TRAVEL TO FLORES INDONESIA HIHI

Simak cerita kegalauan mengenai Australia teman-teman blogger saya lainnya:
Efi                 : Australia, Antara "Ya" dan "Tidak"
Hilal              : Sapa Suruh Datang Australia
Geret Koper  : Tinggal di Australia Setelah WHV? Kenapa Engga 

Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! 
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

3 comments:

  1. Wuah, mengharukan Mas! Setelah hampir 12 bulan di Australia, banyak banget ya yang didapat. Pengalaman dan pelajaran yang berjibun, dan akhirnya kembali ke Indonesia. Memang, namanya passion setiap orang berbeda-beda. Akan selalu ada cara dan langkah memenuhi panggilan-panggilannya. Kayaknya puas banget setelahnya lalu liburan ke Flores :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha mengharukan banget mas! Banyak cerita haha-hihinya... Puas banget! sampe ini kulitku kebakar hahahaha main-main ke Bandung mas :D

      Delete
  2. Mau nanya mas, saat pertama kali datang ke Brisbane bawa duit brp ya? hehe

    ReplyDelete