Sep 22, 2016

Solo Backpacking ke Flores (Labuan Bajo dan Komodo) dalam 10 Hari

Best view from Padar Island (Komodo, Flores)
Best view from Padar Island (Komodo, Flores)
Baru saja sampai di Indonesia dalam 3 jam setelah perjalanan panjang di Australia selama setahun dalam rangka Work and Holiday Australia, terlintas di fikiran mimpi yang daridulu belum terlaksana, yaitu menjelajah tanah Flores! Tanpa pikir panjang, saya langsung buat ittenerary pada hari pertama saya datang di Indonesia!. Oiya, ini jadi pengalaman solo backpacking saya loh :D Rencananya saya akan "ngeteng" ala backpacker dari Bandung menuju Labuan Bajo, Flores. Namun setelah googling ternyata kalo dari Bandung memang memakan waktu yang lumayan lama. Jadi saya beli tiket penerbangan dari Bandung ke Bali dan mulai "ngeteng" dari Bali ke Labuan Bajo, Flores. Dengan memotong waktu yang lumayan banyak, saya bisa singgah di Bali dan Lombok untuk mengunjungi beberapa tempat wisata lainnya. Lagian udah pernah ngerasain ngeteng Bandung-Bali beberapa tahun lalu (disini ceritanya). <- lengkap dengan informasi rute backpacking dan budgetnya.

Let's gow! (Peralatan yang saya bawa selama trip)

Day 1 Bali (Check-in Hostel & Chill out)

Sampai di Bali, saya tinggal di hostel daerah Poppies Lane, yang terkenal dengan penginapan yang murah-murah. Di hostel yang bernama Kuta Beach Hostel, saya hanya membayar Rp 60.000/malam dengan kasur dorm dan AC, nyaman banget untuk hanya sekedar beristirahat. Tapi di malam pertama saya gagal beristirahat karena teman sekamar hostel yang berasal dari Jerman, Argentina dan Prancis mengajak makan malam bareng diluar dan setelahnya ngajak minum pinggir pantai dan ngobrol gak ada habisnya sampai jam 2 malam. Ngobrol ngalor ngidul mulai dari politik, agama, kehidupan dan pengalaman hidup kita masing-masing. Btw, Samra yang dari Prancis ini dia Muslim dan gak pernah minum sama sekali walaupun sering party katanya, kerennn.

Ini Samra (Francis) dan Mario (Argentina)

Day 2 Bali (Kanto Lampo, Gianyar)

Keesokan harinya, saya berencana menuju Nusa Lembongan Ceningan dan harus maksimal berada di Sanur jam 9 pagi karena itu jadwal kapal terakhir dari Sanur ke Lembongan, setelahnya ada jam 12 siang tapi rencana mau bulak balik, masa jam 3 udah balik lagi kan gak lucu. Pagi harinya beneran saya telat bangun jam 8.45, dengan otak selengean yang walaupun emang udah gak mungkin, saya tetap berangkat menuju Sanur dengan mindset "masih bisa" :)) Di perjalanan sambil ngebut sambil nyebut "masih bisa, masih bisa, masih bisa", sampai di Sanur jam 11! Cerdas! :)) Karena udah kesiangan, saya akhirnya membatalkan rencana ke Nusa Lembongan Ceningan, mungkin belum jodoh, next time harus kesana! Karena masih jam 11 siang, masih banyak waktu yang bisa dipakai untuk berkunjung ke tempat lainnya, karena bingung hampir semua wisata yang populer di Bali udah pernah, saya searching di Google dan dapat info mengenai air terjun cantik di wilayah Bali, Kanto Lampo namanya. Perjalanan ke Kanto Lampo lumayan jauh dan panas! saya pun sampai di hostel setelah magrib dan langsung beristirahat untuk perjalanan keesokan harinya ke Gili Trawangan. Simak ceritanya di artikel ini:

Air Terjun Kanto Lampo
Air Terjun Kanto Lampo

Day 3 Gili Trawangan (Sesepedahan, Sunset Point & Bar)

Pagi hari saya menuju Padang Bai menggunakan shuttle bus dari satu agen daerah Kuta dengan harga Rp 35.000, perjalanan dari Kuta menuju Padang Bai lumayan jauh, sekitar 2,5 jam karena shuttle bus pun menjemput orang-orang dari berbagai daerah juga. Sampai di Padang Bai saya membeli tiket speed boat seharga Rp 150.000 menuju Gili Trawangan, lama perjalanan sekitar 45 menit. Sebenarnya ada cara lain yang lebih murah tapi dengan waktu yang lumayan lama, yaitu membeli tiket ferry ke Pelabuhan Lembar sebesar Rp 45.000 lama perjalanan 5-7 jam perjalanan dan naik angkot sampai Pelabuhan Bangsal Lombok sebesar Rp 15-30 ribu lanjut naik ferry menuju Gii Trawangan dengan harga Rp 15.000. Lebih murah tetapi lebih lama, tinggal pilih aja :)

Di Gili Trawangan, saya stay 1 malam di Villa Phy Phy Gili Trawangan yang nyaman dan relaxing! Selain itu saya bersepeda keliling pulau, menikmati sunset dan mengunjungi beberapa bar di Gili Trawangan. Simak cerita lengkapnya disini:

bersepeda di gili trawangan
Salah satu aktifitas seru di Gili Trawangan, bersepeda!

Day 4 Terminal Mandalika Lombok - Sape

Dari Gili Trawangan, pagi harinya saya menyebrang ke Pelabuhan Lembar dengan harga Rp 15.000. Dan naik ojek menuju Terminal Mandalika Lombok naik ojek seharga Rp 35.000! Harga itu kebilang murah banget karena naik mobil sewaan sekitar Rp 150.000, naik angkot belum tentu ada karena jarang banget, yaudah hajar naik motor, selama 1 jam menuju Matarram. Sampai di Terminal Mandalika, rencana awal saya pengen ngeteng lagi hanya menuju Pelabuhan Kayangan lalu cari bus di Pelabuhan Pototano Sumbawa, tapi pas di Terminal Mandalika ada bus yang langsung menawarkan langsung sampai ke Bima, dengan harga Rp 200.000 dan saya tawar menjadi Rp 175.000 plus makan 1 kali. Nama busnya Surabaya Indah, dan menurut informasi bus ini berangkat setiap jam 3 sore dari Lombok. Perjalanan dari Matarram ke Pelabuhan Kayangan sekitar 2 jam. Sampai di Pelabuhan semua penumpang turun untuk masuk menuju kapal.

pelabuhan kayangan
Pelabuhan Kayangan, cantik yahhh?
Dari Pelabuhan Kayangan, kapal menuju Pelabuhan Pototano dengan lama perjalanan sekitar 1,5 jam. Sebelum masuk kapal saya beli keripik dan snack entah apa namanya yang penting buat masuk sedikit makanan biar gak mabuk. Sayangnya, sampai di Pelabuhan Pototano hari sudah gelap padahal saya ingin lihat daratan Sumbawa yang katanya bagus. Mungkin lain kali bisa dijadwal lagi ke Sumbawa sekalian ke Sumba, next tripppp! Dari Pelabuhan Pototano menuju Bima, perjalanannya bakal panjang banget sekitar 8 jam perjalanan bakal ditempuh, untungnya malam jadi bisa tidur nyenyak di perjalanan. Sekitar jam 11 malam di Sumbawa Besar, bus berhenti di tempat makan untuk makan malam. Makannya ya seadanya, tahu tempe, sayur dan ayam, tapi enak enak aja sih laper juga :))

Sekitar jam 5 subuh akhirnya bus mendarat di Terminal Bima, seperti biasa banyak calo yang tawarin ojek dan bus lainnya. Tapi menurut saya calo di Bima ini calonya santun-santun ga sampe pegang fisik dan nawarinnya seadanya. Gak bakal diikutin juga kok walaupun mukanya serem-serem ala timur. Dari Terminal Bima ini saya naik elf menuju ke Pelabuhan Sape lama perjalanannya sekitar 4 jam! karena 3 jam ngetem diterminal nunggu penumpang penuh zzzzz. Tapi tak apa lah yang penting murah, harganya cuma Rp 25.000 dan karena saya bareng sama ibu-ibu yang tadi pagi ngobrol, saya dibilangin sebagai anaknya jadi cuman bayar Rp 15.000 :D Sampai di Pelabuhan Sape saya langsung beli tiket menuju Labuan Bajo sebesar Rp 60.000 sama bungkus nasi buat makan dijalan, karena kalo beli di kapal pasti jauh lebih mahal.

Meninggalkan Sape menuju Labuan Bajo, Flores!

Day 5 Pelabuhan Sape - Labuan Bajo

Perjalanan dari Sape menuju Labuan Bajo normalnya 7 jam, tapi karena gelombang lautnya waktu itu sedang besar, total perjalanannya menjadi 10 jam + ngantri di pelabuhannya! Baru kali itu saya merasakan yang namanya mabok laut karena hampir setengah hari ada di lautan. Tapi, setelah sampai di Labuan Bajo, saya disambut oleh sunset yang luar biasa cantiknya! Rasanya campur aduk, capek tapi senang akhirnya bisa sampai di Labuan Bajo melalui perjalanan yang panjang itu.

First sunset in Labuan Bajo!
First sunset in Labuan Bajo!
Sampai di Pelabuhan Labuan Bajo, saya jalan kaki menyusuri jalan utama yang ada di Labuan Bajo, jalan utamanya hanya 1 kok jadi gausah bingung. Saya mencari hostel yang sudah saya temukan di internet sebelumnya namanya Cool Corner Hostel gak ketemu-ketemu, tapi saya menemukan hostel lain namanya Kampung Bule Hostel dengan harga yang lebih murah hehe Rp 50.000 semalam. Tapi memang gak AC sih, tapi yowes gak apa-apa yang penting masih comfortable buat tidur. Di hostel itu saya bertemu teman dari Lombok, Mariu bocah Lombok yang tinggal di Makassar entah kenapa nyasar ke Labuan Bajo hahaha

Day 6 Labuan Bajo (Amelia Sea View dan Dermaga Putih)

Hari pertama di Labuan Bajo rencananya saya tidak melakukan apa-apa karena memang mau istirahat dulu setelah perjalanan panjang, cuman lihat sana-sini dan cari nelayan dan teman yang mau join untuk berangkat ke Pulau Komodo dan pulau lainnya. Beruntungnya di hostel, saya bertemu dan ngobrol dengan Bang Bonito, warga lokal Labuan Bajo yang punya kapal. Sore itu, saya diajak Bang Bonito keliling tempat-tempat cantik di Labuan Bajo yaitu Amelia Sea View dan Dermaga Putih for free lohhhh~

Amelia Sea View
Me and Bonito in Amelia Sea View
Amelia Sea View
Another view of Amelia Sea View
Dermaga Putih Labuan Bajo
Dermaga Putih Labuan Bajo
Sebenarnya untuk ke Komodo, saya ingin berangkat 2 hari 1 malam dan Live On Board di kapal. Tapi saat itu susah banget cari teman lokal atau mancanegara karena lagi musim sepi. Banyak sih orang mancanegara tapi mereka jarang banget ada yang mau ke Pulau Padar. Padahal kalau orang kita kan itu yang wajibnya! Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke pulau-pulau one day trip aja dan ikut rombongannya kapal Bang Bonito. Sambil menunggu teman lain yang mau berangkat ke Pulau Padar, keesokan harinya saya berangkat ke Pulau Rinca, Manjarite dan Pulau Kelor.

Day 7 Komodo (Pulau Rinca, Manjarite, Pulau Kelor)

Hari pertama saya berangkat pagi hari sekitar jam 8 menuju ke Pulau Rinca, mungkin perjalanannya sekitar hampir 3 jam perjalanan karena Pulau Rinca ini letaknya di ujung dekat Pulau Komodo. Sampai di Rinca, saya dan rombongan langsung membayar entrance fee di loket pembayaran. Untuk lokal sekitar Rp 60.000 dan untuk mancanegara 2 kali lipatnya. Di Pulau Rinca ini ada 3 option, bisa ambil yang short, medium atau long trip. Sesuai kesepakatan, kami ambil yang medium dan treking selama 2 jam keliling Pulau Rinca hanya menemukan 1 komodo di sarangnya, dan menemukan 7 komodo di dapur dekat kita memulai treking ppfftttt!

Komodo
Komodo!
Sehabis dari Pulau Rinca kapal kapi menuju Pulau Kelor. Tapi sebelumnya, kami berhenti di satu spot untuk snorkling di tempat yang dinamakan Manjarite. Tapi kalo saya gak lama nyebur di air karena gak enak buat snorkling, gelombangnya gede banget dan karangnya juga bisa aja jadi naik ke atas kapal, tiduran aja lagi :D

Tiduran dulu :p
1 jam snorkling, kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kelor. Letaknya tak jauh dari Manjarite tadi hanya sekitar 15 menit sudah sampai. Di Pulau Kelor ini semua orang punya kegiatannya masing-masing. Ada yang snorkling, ada yang berjemur, ada yg mojok #eh. Kalo saya, bersama 3 pejantan lainnya treking ke puncak Pulau Kelor, katanya viewnya bagus dari atas. Treknya lumayan susah karena kemiringannya hampir 90 derajat kayanya hahahaha tapi lebih susah turunnya dibanding naiknya, percaya deh. Pemandangan dari atas Pulau Kelor cantik bangets! karang-karang di sekitar pulau terlihat jelas, sayangnya rada mendung. Kalo cerah pasti lebih kece!

View dari atas Pulau Kelor
View dari atas Pulau Kelor
Sehabis dari Pulau Kelor kapal kembali ke Labuan Bajo dan rombongan kembali ke penginapannya masing-masing. Saya kembali ke hostel dan makan malam di Kampung Ujung sebelum beristirahat. Kampung Ujung ini adalah tempat makan kuliner di sisi paling timur Labuan Bajo, ada pecel, nasi goreng , dan makanan seafood disini. Harganya standar mulai dari Rp 15.000 - Rp 75.000. Sepulang dari makan malam, beruntungnya saya lagi, ada tour yang menawarkan tour ke Padar untuk keesokan harinya, sekalian sama Pulau Komodo dan Manta Point, tanpa pikir panjang saya langsung ambil tour itu karena harganya juga masih masuk akal lahhhh. Akhirnya berangkat juga ke Padar!

Day 8 Komodo (Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point)

Karena Pulau Padar letaknya jauh, jadi rombongan jam 7 pagi sudah berangkat dari dermaga. Perjalanan ke Pulau Padar sekitar 3,5 jam untungnya masih pagi, jadi enak bisa tidur dijalan. Sekitar jam 11 siang, kapal akhirnya sampai di Pulau Padar! View dari pantainya aja udah cantik banget! Jadi gak sabar sampai puncak.

Pantai Padar
Masih di pantai tenang~
Dari pantai ini terlihat orang-orang lagi treking di sisi bagian kiri, dan terlihat treknya menjulang ke atas whoaaaaaa. Daripada cape mikir, saya dan teman-teman mulai treking ke atas tanpa bawa botol air minum (suka pinter yah). Dari pantai menuju ke puncak lamanya sekitar 30 menit kalo tanpa berhenti. Kalo saya lebih mending tanpa stop naiknya, nanti pas turun baru hunting foto-fotonya. Kata salah satu orang disana, mending di tengah untuk spot foto daripada di puncak, kalo di puncak katanya gak kefoto pemandangan ke arah 3 pantai didepannya itu, jadi saya cari spot yang mantap di spot tersebut untuk ambil foto. Mau dari arah mana pun fotonya tetep bagus, gimana dong?!

Foto dari puncak Pulau Padar
Foto dari puncak Pulau Padar!!!
Sudah sekitar 2 jam di Pulau Padar, kapal berangkat menuju Pulau Komodo. Di Pulau Komodo ini kita bisa memilih mau ke Pulau Komodo untuk lihat komodo atau ke Pink Beach, karena saya udah liat komodo kemarinnya, jadi saya pilih ke Pink Beach. Perahu pun singgah dulu di Pink Beach dan beberapa orang yang ke Pink Beach akan dijemput lagi sekitar 1,5 jam setelah orang yang treking di Komodo selesai.

Dari kejauhan, Pink Beach ini tidak terlalu pink seperti di Lombok. Taoi setelah menyentuh pantainya, memang pasirnya berwarna pink dan pantainya luar biasa cantiknya! Di Pink Beach ini kita bisa naik ke puncak bukit sebelah kanan dan kiri serta bisa juga snorkling. Dan menurut saya ikan dan terumbu karang di Pink Beach ini bagus, lebih bagus daripada Manjarite trip saya sehari sebelumnya. Saya betah 1 jam snorkling di tengah laut sampe gosong kulit sampe sekarang! :))

Pink Beach
Pink beach dari bukit
Pink Beach
Pink Beach
Setelah 1,5 jam di Pink Beach, bergosong ria akhirnya kapal yang kami tumpangi sudah menjemput kita dan menuju ke Manta Point. Dari Pink Beach menuju ke Manta Point lama perjalannya sekitar 45 menit. Di Manta Point semua orang sudah bersiap menggunakan peralatan snorkling, jadi nanti kalo manta terlihat, kita tinggal nyebur. Agak sulit waktu itu untuk menemukan manta, tapi 15 menit kapal berputar akhirnya kami melihat sekawanan manta dibawah kapal kami dan tanpa pikir panjang saya pun terjun ke bawah dan mengabadikan momen itu. Rasanya merinding karena persis dibawah saya ada 3 manta ukurannya besar sekali dan saat itu baru saya yang turun kebawah. Tapi the feels so good! Tapi sayangnya, saya gak punya fotonya cuman ada videonya. Videonya bisa dilihat di Instagram @irhamfaridh. Hanya menemukan 1 rombongan manta itu sesudahnya, kami tidak melihat manta lainnya lagi karena gelombangnya semakin besar, akhirnya kita naik lagi ke kapal dan berangkat pulang ke Labuan Bajo dan beristirahat dengan tenang dan puas karena trip hari ini seru sekali!

Day 9 Males-malesan

Hari ke 9 di trip, saya hanya santai aja di hostel sambil keliling cari makanan kalo laper. Asalnya mau ada rencana ke Kelimutu dan Waerebo tapi waktu gak cukup karena udah booking flight keesokan harinnya. Mungkin nanti lain waktu saya bakal start di Labuan Bajo dan explore NTT sampai ke ujung timurnya. Oh iya, kamar hostelku yang seharga Rp 50.000 punya view cakep didepannya loh, langsung menghadap ke laut, jadi seharian depan teras pun gak bosen :p

Kampung Bule Hostel
Kampung Bule Hostel

Day 10 Go back to Bandung! (Komodo Airport)

Hari terakhir di Labuan Bajo saya berpamitan sama teteh hostel yang setia menyediakan apapun yang saya butuhkan dan teman-teman di hostel lainnya. Karena jarak hostel dan bandara tidak terlalu jauh, saya memutuskan jalan kaki! Denger-denger dari temen katanya cuman 15 menit, nyatanya lebih dekit lah, tapi yang bikin berat adalah jalanannya menanjak dan panasnya naujubileh! Sampai di Bandara saya langsung check-in dan masuk ke ruang tunggu. Bandara Komodo ini kecil, ruang tunggunya aja hanya 1 area. Tapi interiornya sudah bagus lah kelas Internasional, tapi katanya bandara ini bakal di perbesar lagi nantinya agar pesawat boeing nantinya bisa mendarat disini. Selama ini hanya pesawat-pesawat ATR saja yang bisa mendarat disini.

Komodo Airport
Komodo Airport
Disini juga pengalaman saya menggunakan pesawat ATR dan rada sedih juga meninggalkan Labuan Bajo karena harus kembali ke kehidupan biasanya lagi yang saya harus memulai dari awal lagi sepulang dari Australia. Thanks teman-teman yang sudah membantu dan bertukar fikiran selama perjalanan 10 hari ini. Semoga kita sukses di masa depan! Good bye Labuan Bajo, see you again!

Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! 
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

34 comments:

  1. Salam ngabolang, weisss labuan bajo, komodo, pink beach, masih dalam angan-angan. Tahun kemarin pengennya kesini tapi nasib berkata lain. Selamat menikmati indahnya tanah air...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini juga impianku dariduluuu, puji tuhan bisa terealisasi hehehe semoga bisa menyusul :)

      Delete
  2. Ini seru banget gilak! Duh aku belum kesampaian kalau harus backpackeran gitu. Tapi emang mendingan goshow dibanding harus direncanain ini itu. Keren! Suka banget sama foto - fotonya. Salam kenal, Kak^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe thanks :) Iyaaa emag lebih suka go show lebih menantang dan ada cerita di perjalanan hehehe salam kenal juga semoga bisa nyusul backpackeran :)

      Delete
  3. wah kak detail sekali nih perjalanannya..makasih informasinya ya kak :)

    ReplyDelete
  4. seru banget perjalanan solo nya :) on the spot semua tanpa direncanakan .. cool man! Indonesia Timur memang tidak pernah bohong keindahan pesonanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru pake banget :) go show emang favoritku hehehe lebih seru. Indah banget memang :)

      Delete
  5. seru bangetttt, next mau nyobain ahhh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget! semoga cepat tercapai hehehe

      Delete
  6. gilaa inspiring banget buat gue kak. harus dicoba nih 😍😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thankssss. Ayo cepet dicoba mumpung masih muda :)

      Delete
  7. Waaaah lengkap bgt, lmyn bs jd referensi :D

    ReplyDelete
  8. Belum pernah ke pulau Kelor, tapi kalau panjatannya curam banget, kebayang perjuangan turunnya bisa2 ngesot, hahaha! Trus gimana ceritanya itu nanjak ke pulau Padar tanpa bawa air minum di tengah hari bolong, pinter emang :)

    Btw thanks Tris, your experience inspires me to do the same!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha asli kak itu balik ke bawahnya ngesot2! Soal Padar emang pada pinter itu jadi pulang jadi mayat kehausan hahahaha

      Thanks kak, semoga bisa nyusul! :)

      Delete
  9. Hai Mas,
    Blog ini seru banget loh btw. Terimakasih sudah jalan" dan terimakasih lagi sudah berbagi cerita.

    Btw mas, untuk perjalan solo 10 hari ini, budgetnya berapa ya ? diluar tiket pesawat tentunya.

    Regards

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you lohhhh! Budgetnya sekitar 3 juta exclude tiket pesawat :)

      Delete
  10. solo backpacking gini buat cewe aman ga Mas?

    ReplyDelete
  11. Mas kalo biaya kapal nya mas bonito berapa mas kliling pulau dan snorkling nya?

    ReplyDelete
  12. Mas kalo biaya kapal nya mas bonito berapa mas kliling pulau dan snorkling nya?

    ReplyDelete
  13. share costsnya donggg buat referensiiii

    ReplyDelete
  14. Hallo Irfan, rencana juga mau ke Labuan Bajo nih sama temen, kita berencana backpacker dari Jerman (haha andaikan bisa ngeteng juga dari sini) kalo boleh share costs dong sama contact person untuk hostelnya. Oh ya selain kontribusi tiket yang berbeda untung pengunjung lokal dan mancanegara, ada biaya-biaya lain yang berbeda ga? terima kasih sebelumnya ya Irfan :)


    Liebe Grüße aus Deutschland

    ReplyDelete
  15. Mas mau tnya,, itu dapet tour2 guide krn kerjasama ama hostel nya atau nemu pas di perjalanan atau gimana mas?

    ReplyDelete
  16. Mas mau tnya,, itu dapet tour2 guide krn kerjasama ama hostel nya atau nemu pas di perjalanan atau gimana mas?

    ReplyDelete
  17. Mas mau tnya,, itu dapet tour2 guide krn kerjasama ama hostel nya atau nemu pas di perjalanan atau gimana mas?

    ReplyDelete
  18. Nanti klw bacpakeran ke labuan bajo nginap aja di penginapan restu bundo. Kompleks tpi labuan bajo. Harga nettRp.50rb/malam..

    ReplyDelete
  19. Itu ditinggalin di Pink Beach selama 1.5 jam gak serem Ham? Gak tau ya, soalnya aku belum pernah ke Komodo. Dan selama ini baca kalau faktanya komodo itu bisa berenang. Jadi kadang suka bayangin, lagi asik-asik leyeh-leyeh di Pink Beach eh disamperin Komodo yang lagi berenang-renang hahahaha

    Btw, thanks banget nih sudah berbagi cerita tentang ini. Soalnya lagi kepikiran pengen ke sana juga, cuma kayaknya langsung ke Labuan Bajo aja. Soalnya teman barenganku gak bisa cuti lama-lama :-)

    ReplyDelete
  20. hello mau tanya dong, dari Kuta ke Padang Bai 35rb itu nama shuttle busnya apa inget ga? :)

    ReplyDelete
  21. mantapp mass one day semoga aja bisa ke labuan bajo, oh iya kalo boleh tau total budget habis berapa mas?

    ReplyDelete
  22. pemandangan alam di indonesia memang sangat indah..

    ReplyDelete
  23. Cek dompet; aman. Cuti? Aman. Beresin baju, dan lain-lain. Yuk berangkat, postingannya menggugah hati buat liburan bangeeet!!! Kerjaan bisa di update dari sana. Hahahahaha. Thanks for sharing, btw.

    Salam,
    Syanu.

    ReplyDelete