Aug 9, 2016

Liburan Anti-mainstream di Bali

Desa Pinggan, Bali (Sumber)
Sudah 8 bulan lamanya berkelana di Australia, bekerja banting tulang demi kepingan dollar dalam program Work and Holiday Australia, pastinya ada rasa jenuh dan butuh refreshing dari semua kegiatan yang ada di Australia. Kebetulan, pada bulan Juni 2016 kemarin setelah pindah kota dari Corindi, NSW ke Renmark, SA, kerjaan tidak begitu padat dan masih banyak liburnya karena memang belum musimnya (kerjaan saya packing Citrus). Karena memang sudah jenuh, akhirnya saya dan Lylis memutuskan untuk liburan sejenak ke Bali!

Hmmm.. bisa dibilang Bali udah terlalu mainstream buat kita, karena memang sebelumnya saya pernah liburan bersama keluarga ke Bali dan juga pernah Backpackeran ke Bali bareng Lylis tahun lalu. Tapi tujuan kita ke Bali bukan karena wisatanya, melainkan "pulang kampung" mencicipi masakan-masakan Indonesia, keramahan rakyat Indonesia dan tentu saja atmosfirnya yang selama ini udah kami rindukan sekali semuanya! Ditambah tiket dari Adelaide yang tidak terlalu mahal dan direct langsung ke Bali. Langsunglah cus kita dan stay beberapa hari di Bali sebelum balik lagi ke Australia. 

Makan pecel di pinggir jalan! #kenikmatantiadatara
Tanpa plan yang jelas di Bali, kami hanya menghabiskan waktu jalan-jalan sekitar Kuta dan Legian, makan, shopping dan menjalakan kehidupan sebagai Indonesian (lagi) :D merasa bosan, akhirnya kami memutuskan untuk menjelajahi Bali lagi! karena wisata di Bali seperti Tanah Lot, Kuta, Lovina, dan Ubud udah terlalu main-stream, kami akhirnya nanya ke penduduk lokal dan cari info di internet dan menemukan beberapa tempat yang memang belum terkenal dan masih jarang didatangi oleh wisatawan kebanyakan. Apa aja sih tempatnya? yuk cek dibawah ini listnya! ;)

Water Blow, Nusa Dua

Gerbang masuk Water Blow Nusa Dua
Gerbang masuk Water Blow Nusa Dua
Nusa Dua memiliki pantai yang cantik, ditambah lagi Nusa Dua ini pernah menjadi salah satu pantai terbaik di Asia. Di Nusa Dua ini, terdapat perhotelan elite dan siapa sangka di kawasan perhotelan elite tersebut terdapat wisata yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Ya, Water Blow namanya. Water Blow ini yaitu spot yang lokasinya di ujung karang dan kita bisa melihat ombak yang menabrak karang dan menimbulkan cipratan ke atas, how cool! Katanya kalo air laut lagi pasang, cipratannya bisa sampai ke tengah tempat kita melihat ombaknya loh!

Water Blow Nusa Dua
Boom! Ombak Water Blow Nusa Dua

Bukit Gunaksa, Klungkung

Bukit Gunaksa, Klungkung
Bukit Gunaksa, Klungkung
Lokasi ini sangat nge-hits di Instagram loh! Tapi, lokasinya memang agak sulit dicari, apalagi pakai mobil. Untungnya kami kemarin eksplor menggunakan motor dan sempat kesasar juga karena lokasinya tidak ada di google maps dan harus tanya-tanya ke penduduk setempat. Lokasinya ini terdapat di bukit yang bukitnya seperti padang rumput dan harus masuk melewati gerbang dan jalanannya agak menanjak sebelum ke parkir motor. Dari parkiran kita harus menanjak bukit tersebut sekitar 15 menit, treknya lumayan untuk ukuran beginner hikers seperti saya :)) Tapi, lelah itu worth banget kalo udah sampai puncaknya, beuh! Sawah, laut, gunung semua bersatu dalam satu pandangan keren banget! Oiya, sebelum sampai di lokasi Bukit ini, kami sempat nyasar dan masuk perkampungan dalam orang Klungkung, banyak bangunan-bangunan khas Bali banget.

Perkampungan Klungkung
Perkampungan Klungkung

Bukit Asah, Karang Asem 

Bukit Asah, Karang Asem
Bukit Asah, Karang Asem
Bukit Asah ini terletak di Karang Asem dan letaknya di sebelah Pantai Amed. Lokasinya memang jauh banget dari Denpasar, kita harus melewati jalan bypass yang panasnya joss, sampai lewat Padang Bai kesebelah sana lagi, mungkin total perjalanan dari Denpasar sekitar 2 jam lebih. Bukit ini juga terkenal di Instagram loh, tapi sayangnya kami gak nemuin lokasi yang sering dipake anak-anak IG itu :)) akhirnya setelah sampai di Bukit Asah, kami eksplor dari satu tempat ke tempat lain. Kami jalan sampai ke ujung melewati salah satu makam disana, dan berujung di salah satu spot yang menurutku spotnya cantik! Kita bisa melihat bukit, laut dan pulau disebrangnya! Biaya masuk ke Bukit Asah ini 1 orang Rp 5.000 dan ditagih di tanjakan, jadi bersiaplah pegang rem sambil buka dompet :))

Spot cantik di Bukit Asah
Spot cantik di Bukit Asah

 Pantai Gunung Payung, Ungasan

Pantai Gunung Payung
Pantai Gunung Payung
Banyak pantai terkenal berderatan di Bali Selatan seperti Pantai Pandawa, Dreamland, Grenbowl dan Padang-padang, namun 1 pantai ini memang belum terlalu terkenal dan belum banyak orang yang tahu keberadaan pantai ini.  Pantai ini bernama Pantai Gunung Payung, pantai ini terletak persis di sebelah Pantai Pandawa. Di pantai ini, kita harus melewati kompleks golf yang sedang dibangun dan parkir di Pura Gunung Payung. Dari parkiran kita bisa berjalan mengikuti jalur yang sudah tersedia. Setelah kita bisa melihat lautnya, pasti akan terkagum-kagum, karena pantainya cantik banget! dan belum banyak orang disini, sehingga pas banget kalo kagi pengen ngabur! Tapi, hati-hati disini masih banyak monyet berkeliaran dan bergerombol, jadi kalo ada mereka siap-siap lari! hahaha

Jalur menuju Pantai Gunung Payung, melewati tebing-tebing

Batur Natural Hot Spring, Kintamani

Batur Natural Hot Spring
Batur Natural Hot Spring
Sudah 2 kali saya berkunjung ke Kintamani, baru kunjungan ketiga inilah saya baru tahu kalo ternyata di Kintamani ini terdapat pemandian air panas dan lokasinya di pinggir Danau Batur! Oh God, karena badan mulai pegal-pegal dan letih rasanya pas banget berendam agar badan ini terasa rileks. Di Kintamani ini terdapat 2 hot spring yaitu Batur Natural Hot Spring dan Toya Devasya. Saya pilih yang Batur Natural Hot Spring karena lebih murah, harganya Rp 60.000/orang sedangkan Toya Devasya Rp 150.000/orang. Tapi kecewanya karena setelah masuk airnya gak panas! jauh beda dibanding pemandian air panas di Ciater Bandung hihi. Tapi not bad lah, karena bisa rileks di pinggir Danau Batur dan dikasih makanan sama jus untuk minum. Enjoy!

Desa Pinggan, Kintamani

Desa Pinggan, Kintamani (Sumber)
Ada satu lagi tempat yang sayangnya kemarin kami tidak sampai disini, karena waktu yang sudah mepet dan jaraknya ternyata yang masih jauh dari lokasi terakhir kami, yaitu Desa Pinggan. Desa ini terletak di Kintamani, desa ini terkenal juga di kalangan anak-anak IG karena kecantikannya. Disana, kita bisa melihat pemandangan pegunungan-pegunungan dan desa-desa sekitar. Dan akan lebih cantik jika kita berkunjung di waktu sunrise ataupun sunset. Next time, saya bakal kesini kalo ke Bali!

Setelah beberapa hari puas berkeliling ke tempat-tempat Anti-mainstream di Bali dan kembali menjadi Indonesian (lagi), kami menuju Bandara Ngurah Rai dan langsung kembali menuju Adelaide, Soutj Australia untuk melanjutkan kehidupan dan bekerja selama 4 bulan kedepan. See ya again Indonesia!

See you soon Indonesia!
Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! 
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

14 comments:

  1. Yang WHV seru ya liburannya ke Bali, hahaha! Btw jadi penasaran sama desa Pinggan, next time musti eksplor kesana! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe cuman mampir bentar kak :D iyaaaa harus kesana banget! keren!

      Delete
  2. thank u infonya mas Irham. off to bali again very soon jadi lagi cek2 bloggers

    ReplyDelete
  3. ternyata di bali masih banyak juga ya tempat-tempat yang belum banyak di ketahui orang, tempat-tempatnya juga bagus-bagus pemandangannya..

    ReplyDelete
  4. Beuh, bukit asah nya boleh juga tuh, pengen ke hot spring nya juga. siap-siap dijadiin destinasi wisata selanjutnya nih :D
    Nice share...

    ReplyDelete
  5. Belum sempat menyengajakan liburan ke Bali dari dulu. Karena itu selalu menganggap terlalu mainstream hehe. Cuma lewat-lewat doang. Numpang lewat saat mau ke Lombok atau ke Bali. Sepertinya pengen menyegajakan diri ngajak keluarga berlibur ke Bali suatu waktu nanti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhee wajib coba kak, walaupun emang macet dan udah mainstream memang gak bosenin di Bali itu :)

      Delete
  6. aduh itu tebing2nya eskptis banget , keabyang kalau aku melewatinya

    ReplyDelete
  7. baru pulang dari Bali karena tugas negara jadi gak sempat kemana-mana
    kayaknya memang harus meluangkan waktu untuk liburan kesana nih..

    ReplyDelete
  8. tempat2 ini bisa di jelajahi 1 hari ga mas? boleh contek itinerarynya?

    ReplyDelete