Jul 14, 2016

Cerita Perjalanan Keliling Melbourne, The Dream City!

Melbourne, The Dream City! (Sumber)
Sejak semasa SMA, sejak mulai menyukai hobi jalan-jalan. Saya pernah bermimpi, jalan-jalan di luar negeri, salah satunya Australia. Dulu, pikirku, boro-boro ke Australia, ke Singapura aja gak kepikiran. Tapi, mimpi adalah mimpi, suatu saat bisa jadi kenyataan, pada waktunya. Tahun 2015 kemarin  alhamdulillah bisa traveling ke luar negeri untuk pertama kalinya, ke Singapura dan Malaysia, dan akhirnya pada akhir tahun 2015 setelah saya lulus kuliah, menemukan visa yang bernama Work and Holiday Visa ke Australia, yang membuat saya bisa menginjakan kaki di Australia, dan bahkan tinggal dan bekerja di tanah kangguru ini.

Sudah sekitar 8 bulan saya menjelajahi Australia, semua rintangan sudah saya lewati. Tersesat di Brisbane, terpanggang di Darwin, hidup pantai ala Coffs Coast, backpacker ke Sydney, dan masih banyak lagi. Pada bulan Mei 2016 lalu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu kota di Australia yang paling saya mimpikan sejak dulu saat melakukan roadtrip untuk ke-2 kalinya, dari Corindi Beach, New South Wales menuju Renmark, South Australia yaitu MELBOURNE!. Perjalanan roadtripnya bisa dilihat (disini)

Hari Pertama - Brighton Beach, Clayton dan Shrine of Remembrance

Setelah perjalanan panjang melewati Sydney dan Canberra dari Corindi Beach, kami sampai di Melbourne pada malam hari. Kami sudah memesan hostel dari 2 hari sebelumnya di St. Kilda Hostel. Tempatnya tidak terlalu jauh dari CBD dan kamarnya juga lumayan, isinya 4 tempat tidur, pas dengan jumlah rombongan kami, jadi kamar itu isinya kita-kita aja, ada TVnya juga, asyik.

Share room di St. Kilda Hostel
Keesokan paginya kita bangun pagi hari banget karena gak mau rugi, bela-belain belok sekitar 300 km untuk mengunjungi the liveable city in the world, Melbourne. Awalnya kita bingung mau jalan pake apa, ada mobil ada tram. Setelah dikalkulasi, ternyata lebih murah kalau kita naik mobil sudah plus dengan biaya parkirnya yang sekitar $3-5/jam, akhirnya kita bakal keliling Melbourne pakai Cammo! Destinasi pertama yang kita datangi yaitu Brighton Beach, karena lokasinya yang dekat dengan hostel kita menginap.

Brighton Beach
Brighton Beach
Di Brighton Beach ini yang terkenal bukan pasir pantainya atau lautnya, melainkan bathing boxesnya yang berwarna bendera-bendera negara di dunia. Bathing boxesnya ini terkenal sekali, jadi kalo ke Brighton Beach ini wajib foto dengan latar belakang bathing boxesnya, sayangnya gak ada bendera Indonesia disini, jadi saya pilih yang kece aja :D 

Setelah puas di Brighton Beach kami mampir ke daerah Clayton, yaitu daerah dimana banyak penjual Asian Groceries disana untuk stok makanan-makanan atau bumbu-bumbu yang kami prediksi bakal sulit di dapat di Renmark nanti. Jadi kita stok sambel terasi yang banyak, secara sambel terasi ini yang menjadi nyawa kehidupan kita di Australia :))

Clayton
Puas berbelanja sambel terasi, kita langsung cussss menuju Shrine Of Remembrance. Perjalanan dari hostel, Brighton Beach, Clayton dan Shrine Of Remambrance ini tidak terlalu jauh, karena memang saya set ittenerary hari ini lokasinya yang berdekatan saja dan tidak di CBD, karena kita akan eksplor CBD Melbourne di keesokan harinya. 

Sampai di SOR, kami parkir di pelataran parkirannya yang adem sejuk karena banyak pepohonan rindang di sekitarnya. Dari tempat parkir kita jalan sekitar 5 menit menuju gedung SOR. Untuk masuk kedalamnya, tidak ada ticketingnya, alias GRATIS!

Shrine of Remembrance\
Shrine of Remembrance
Di dalam Shrine of Remembrance ini ada museum yang menceritakan tentang perjalanan pejuang-pejuang Australia dan sejarah-sejarah pertempuran dunia, walaupun sempat kesal lihat dalamnya yang banyak memprovokasi tentang memerdekakan Papua Barat hehe. Walaupun gratis, isi museum ini terlihat sangat modern dan fasilitasnya bagus banget! sampai ada layar touch screen gede yang bisa kita mainkan *kita stay disini lama banget loh, katrok yak? gapapa yak. Selesai mengeksplor museum didalamnya, dipelataran depan bangunan, kita bisa foto-foto karena bangunannya yang megah dan eksotis, cocok dijadikan tempat foto. Shrine of Remembrance ini sepertinya cocok untuk didatangi wisatawan kalo berkunjung ke Melbourne. 

Museum dalam Shrine of Remembrance
Touch screen kece di museum
Pelataran depan SOR, kaya dimana gitu yah?
Saat sedang berfoto, kami baru ingat kalo batas parkir hanya 1 jam, kami pun berlari ke mobil karena takut mobilnya diangkut, ntar gagal kerja di Renmark malah :)) Sebelum kembali ke hostel kami makan malam di restoran Indonesia dulu di sekitar St.Kilda, namanya lupa tapi harganya murah dan rasanya  juga mantap. Kembali ke hostel, istirahat untuk perjalanan keesokan harinya.

Hari Kedua - CBD Melbourne

Pada hari kedua, kita memang merencanakan jalan-jalan di sekitar CBD Melbourne dari siang sampai malam. Untuk parkir mobil, kita nemu parkiran yang free :)) lokasinya tidak jauh dari Melbourne Visitor Centre, walaupun perjuangan untuk dapat parkirannya setengah mampus, karena muter-muter dulu cari tempat yang murah, secara liat parkiran-parkiran di CBDnya berbentuk gedung dan harganya selangit. Dari parkiran, kita jalan kaki menuju CBD melewati jembatan yang lokasinya dekat dengan Flinders Station dan Melbourne Visitor Centre. Suka banget dengan view disini, karena disini kita bisa lihat sungai dan kapal hilir-mudik dengan background gedung-gedung tinggi Melbourne. Disini sebenarnya banyak orang lewat, kita foto-foto keliatan katroknya, gak apa apa yah? yang penting gaya~

View dari jembatan <3
Setelah melewati jembatan ini kita melewati Flinders Station yang merupakan stasiun utama dan tertua di Melbourne, kita melewati stasiun itu pas ketika sedang rush hour jadi banyak orang lalu lalang dengan berbagai kecepatan~ pemandangan yang kaya gini jarang saya lihat di Australia, secara kita selalu tinggal di countryside yang hidupnya tentram, damai, dan bahkan orangnya pun gak sebanyak ini. Nyebrang dari Flinders Station, kita kongko-kongko cantik di pelataran Melbourne Visitor Centre karena ada ruang terbuka disana, enak buat menikmati suasana Melbourne yang mulai sudah gelap. Selain itu, untuk informasi-informasi wisata kita juga bisa masuk ke Melbourne Visitor Centre, disana terdapat brosur-brosur dan informasi wisata lengkap dengan berbagai kegiatan.

Flinders Station
Flinders Station
Melbourne Visitor Centre
Melbourne Visitor Centre
Tidak jauh dari Melbourne Visitor Centre, terdapat gang yang terkenal dengan street artnya. Hanya berjalanan kaki sekitar 10 menit, kita sampai di gang itu yang bernama Hosier Lane. Saya kira disini bakal sepi, ternyata banyak juga orang foto-foto disini. Tinggal cari spot cantik, foto-foto pasti jadi kece~ Panjang gang ini mungkin sekitar 500 meter panjangnya, kadang saat melewati gang ini ada beberapa anak muda yang mengkreasikan seninya ke dinding-dinding di Hosier Lane ini.

Hosier Lane
Hosier Lane
Aussie, Aussie, Aussie~
Setelah melewati Hosier Lane, untuk menghabiskan waktu sebelum dinner tiba, kami menikmati Melbourne dengan duduk-duduk di taman sebelah cathedral, hanya melihat orang lewat dan menunggu gelap tiba. Saya dan Lylis beli hot chocolate di 7/11 hanya seharga $2/cup, enjoy the hot chockee kalo kata orang Australia~

Hot Chockee~
Tempat dinner tidak jauh dari tempat kita duduk manis, jadi kita tunggu sampai jam dinner, dan berjalanan kaki menuju restauran Indonesia disana yang bernama Nelayan Restaurant. Kita memang sengaja cari makanan Indonesia terus, karena di countryside gak bakal nemu makanan-makanan ginian, paling nemu juga Indomie di supermarket~ dinner di Nelayan Restaurant ini, harganya standard tidak terlalu mahal hanya sekitar $8-15 per menu, rasanya enak banget! pelayannya pun ramah, orang Indo pastinya. Tidak seperti pelayan-pelayan di Indo Resto lainnya yang kadang melayani seenak-enaknya, cuih~

Beres dinner, kita kembali ke parkiran mobil untuk pulang ke hostel. Tapi dengan jalur yang berbeda, kami melewati jalan-jalan di pinggir sungai, lewat tempat-tempat olahraga disana yang bentuknya seperti lorong dan lewat jembatan yang keren tapi lupa namanya~ waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, tapi orang masih rame ya ternyata disini, kalo di country side jam 5 pun udah sepi kotanya :))

Jembatan yang dimaksud~
Kembali ke hostel, beristirahat untuk melanjutkan perjalanan ke Renmark, South Australia keesokan harinya. Dan saya merencanakan lewat Great Ocean Road yang terkenal dengan pantai-pantainya dan 12 Apostless itu. Rencananya, 3 jam sampai 12 Apostless dan dari GOR ke Renmark sekitar 7 jam, jadi total perjalanan sekitar 10-11 jam. Tapi ternyata, semua rencana itu buyar :))

Hari Ketiga - 1/4 Great Ocean Road

Kita check-out dari hostel sekitar jam 8 pagi. Dari St. Kilda, kita langsung menuju highway yang ke arah Great Ocean Road. Ternyata untuk sampai ke GORnya ini tidak jauh, hanya sekitar 1 jam saja. Sampai di GOR, kami sempat visit di 1 lookout bernama Bells Beach. Pemandangan di sekitar GOR ini memang memanjakan mata, lautan lepas, tebing-tebing tinggi, dan alam yang indah di sekitarnya.

Bells Beach
Bells Beach
Ternyata, Bells Beach ini menjadi tempat pertama dan terakhir kita di GOR, kenapa? karena jalanan setelah Bells Beach ini benar-benar menyusuri pantai dan berkelok-kelok! Mungkin kalo pake mobil bagus, bakal menjadi perjalanan yang menyenakngkan. Tapi, mengingat kami pakai mobil tua tahun 1994 yang umurnya sama dengan umur saya, dan kondisinya yang udah nabrak kangguru dan kalo tiap belok menghasilkan suara hebat, itu perjalanan menjadi perjalanan horrible karena semua penumpang termasuk supir merasakan mual yang super hebat :)) dan perjalanan pun semakin lama karena kecepatan hanya sekitar 40 km/jam, yang diperkirakan bakal sampai di ujung GOR 7 jam lagi, belum harus perjalanan ke Renmark dan bakal sampai entah kapan, dan kondisinya kita sudah book caravan park di Renmark untuk malam hari itu juga. Dengan kesimpulan seperti itu, kami akhirnya membelokan setir menuju utara, lewat jalan pintas menuju Renmark. Good bye, GOR :') next time datang lagi dengan mobil yang lebih bagus yaaa~

Si Cammo di Great Ocean Road
Perjalanan ke Renmark lewat jalan pintas pun diprediksi bakal lama sekitar 8 jam lebih dan sampai di tengah malam. Karena lewat jalan pintas yang jalanannya di antah berantah dan gak jelas, akhirnya kita memutuskan kembali ke Geelong, untuk masuk ke highway. Dan pada akhirnya setelah 7 jam perjalanan kami sampai di Renmark, South Australia dengan selamat dan keadaan Cammo Lag karena perjalanan panjang dengan space yang pas-pasan, secara barang bawaan kami banyak untuk kehidupan selanjutnya di....

Renmark, South Australia (Soon)

Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! 
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

26 comments:

  1. Keren mas... nice sharing! :)

    ReplyDelete
  2. Pengen ih ke Melbourne! dari sekian kota di Australia, Melbourne ini salah satu yang masuk list. :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Melbourne ini ,enurutku paling unyu dan paling fantastis, patut dicoba :D

      Delete
  3. Ah iya, Australia memang pantas jadi negeri impian untuk dikunjungi. Akhirnya impiannya terkabul dalam menjelajah Australia ya Mas. Iya dengan bermimpi kita telah menanam bibit realisasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, keren banget!!! So, keep dreaming :D

      Delete
  4. ketje badai massssss. Ditunggu post selanjutnyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you! Siappp ditunggu aja yaaa! :D

      Delete
  5. Mudah2an saya bisa jalan2 sampe melbourne jg. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnnnn, didoakan semoga bisa sampe Melbourne someday mas :D

      Delete
  6. Kelihatannya seru sekali keliling Australia dengan teman-teman, ditunggu cerita next tripnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget kak! Ditunggu aja artikel berikutnya hehehe thanks udah mampir :D

      Delete
  7. Keren... Melbourne is my dream

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you!!! Semoga dreamnya bisa terkabul. amin :D

      Delete
  8. Wohh WHV nya bareng kk Mei (geret koper) dan kk Fahmi (catperku) ya?!
    Asyiknya bisa rame-rame..
    kok dulu pas lulus kuliah saya blm tahu soal WHV ya? Sigh!
    *kemana saja diriku*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa kak, tapi kita beda kota hehe bang fahmi di Sydney, kak Mei di Melbourne, daku pindah-pindah hehehehe
      Bisa kok, bikin KTP lagi aja #ehhhh hehehehe

      Delete
  9. salah satu impian nich ke Brighton Beach, semoga kesampean

    ReplyDelete
  10. Brighton Beach ini salah satu impian gw, smeoga bisa kesana dengan segera

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe aminnn, ke Melby lah Desember ini ada Coldplay juga sekalian hehe #racunnnn

      Delete
  11. Widiiih keren banget. Suka sama perjalanannya. Selalu salut sama orang-orang yang punya passion kuat hingga tercapai apa yang diinginkannya. Semoga suatu saat saya juga bisa ke Aussie.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe thank you kak Lina :D disitu ada passion, disitulah semua akan kita kerahkan hehe amin semoga bisa nyusul kesini ya kak :D

      Delete
  12. Waduh jadi kangen Melbourne.. Aku paling suka waktu keliling Melbourne pake sepeda, seru banget. Sayangnya ke Great Ocean Road ikut tour, mustinya roadtrip ya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya, naik sepeda pinggir sungai beuhhh mantep banget kak. Roadtrip lebih asyiksyiksyik :D tapi sayangnya mobilku gak kuat sampe ujung hiks

      Delete
  13. banyak sekali tempat-tempat keren di melbourne, keliling disana juga asyik..

    ReplyDelete