Mar 29, 2016

5 Alasan Kenapa WHV (Work and Holiday Visa) di Australia!

Why Australia?
Setiap keputusan yang diambil dalam hidup pasti punya alasan. Alasan yang sangat kuat sehingga kita pun sangat percaya bahwa itulah keputusan yang sangat benar untuk hidup kita. Di saat yang lain lulus kuliah dan sesuai "aturan yang berlaku", langsung melamar ke perusahaan-perusahaan ternama dan memiliki jabatan, saya lebih memilih untuk berangkat ke Australia menggunakan visa Work and Holiday Visa untuk jalan-jalan! ... sambil bekerja. Bekerja di Australia dengan WHV ini lingkup kerjanya terbatas, hanya sebatas casual workers seperti tukang cuci piring, tukang bersih-bersih atau bahkan petani, bukan karyawan yang ruangannya ber-AC.

Banyak yang bertanya, kok mau sih? Apa gak buang-buang waktu? Kan di Indo bisa dapet kerjaan yang lebih enak dan gajinya besar? Daripada disana cuman jadi babu.?! What The F***! Ini bukan soal pekerjaan! bagi saya tujuan hidup adalah mencari makna kehidupan, yang tidak bisa diukur dari pekerjaan. Tak bisa disalahkan, kebahagiaan, kepuasaan dan "life-goal" orang berbeda-beda.

Nah, dalam artikel kali ini saya akan menulis beberapa alasan saya kenapa mengambil WHV di Australia ini, semoga bisa menjawab pertanyaan saudara-saudara terhormat dan menginspirasi kalian yang ada diluar sana :)

1. Explore Pengalaman Hidup

Dari kecil, memang saya bercita-cita sebagai wirausaha. Karena saya senang hidup mandiri, berkarya untuk diri sendiri dan mempunyai makna untuk orang lain. Untuk menjadi wirausaha memang tidak mudah, semudah kata motivator-motivator seminar yang katanya "just do it". Untuk menjadi wirausaha butuh banyak pengalaman, bukan pengalaman dalam teori tapi dalam praktik. Praktik yang bukan hanya soal jualan, tapi juga soal praktik lapangan.

Disinilah salah satu alasan saya kenapa WHV ke Australia. Karena di Australia ini saya akan kerja sebagai pekerja yang posisinya ada dibawah bos, jadi saya memiliki banyak pengalaman sebagai pekerja yang nantinya saat saya menjadi bos, saya tahu bagaimana cara memposisikan diri, berkomunikasi dan mengambil keputusan dari 2 arah, yaitu pemimpin dan bawahan. Selama di Australia saya bekerja di banyak bidang, saya pernah bekerja menjadi housekeeping di kantor, cuci caravan, kerja di packing shed, sampai kerja di farm (pekerjaan yang akan saya jalani sampai selesai WHV). Jadi pekerja, bukan berarti saya hanya kerja, tetapi memperhatikan cara kerja, sistem dan segala halnya yang semoga nantinya akan berguna untuk usaha saya dimasa depan kelak.


Kerja sebagai housekeeper di kantor.
Kerja sebagai Packer di Mango Farm
Kerja sebagai Picker di Mango Farm

2. Membiasakan Hidup Mandiri dan Berani Mengambil Resiko!

Selama tinggal di Australia, saya lebih banyak bekerja di sektor farm atau pekerbunan. Biasanya job di satu tempat memiliki durasi yang terbatas, misalnya Mango yang hanya 2 bulan atau Raspberry yang mempunyai durasi season 2 bulan. Sehabis job di satu tempat itu, saya harus berpindah ke tempat lain, tentu lokasinya pun tak dekat. Karena sering berpindah-pindah (nomaden), saya jadi terbiasa akan hal itu (sebelumnya saya orangnya tak suka dengan lingkungan yang tak biasa). Dengan hidup nomaden, saya merasa hidup lebih mandiri dan terbiasa tidak bergantung dengan orang lain. Semua hal yang menjadi keputusan seperti kemana saya selanjutnya, tinggal dimana, nge-camp dimana, pake jalur mana, mau kerja apa, mau bagaimana, itu menjadi keputusan sendiri yang menjadi resiko dan tanggung jawab sendiri. Walaupun saya juga bersama Lylis dan teman-teman, tapi untuk keputusan ada di tangan masing-masing dan didiskusikan.

Dari alasan itulah saya berharap setelah lulus WHV di Australia ini, saya terbiasa hidup mandiri, tidak bergantung dengan orang lain, dan berani mengambil resiko untuk keputusan apapun.

Hidup nomaden, membiasakan hidup mandiri
Just do what you choose and what you believe!

3. Mengenal Budaya Australia dan Negara-Negara Lainnya

Sebelum berangkat ke Australia, satu hal yang paling ditakutkan adalah kendala bahasa. Karena Australia ini memiliki aksen English yang tidak seperti US, aksennya lebih sulit didengar apalagi oleh saya yang setiap hari lebih sering berkomunikasi dengan bahasa sunda. Awalnya, saat sampai di Australia susahnya minta ampun, dengar Australian ngomong seperti tersedak-sedak :)) Tapi hari ke hari telinga pun mulai ramah, bahkan sampai sekarang saya banyak mempunyai teman Australian. Selain bahasa, saya banyak belajar dari Budaya Australia seperti cara mereka saling bersapa "G'day Mate" dengan orang yang belum pernah bertemu sama sekali dan budaya kerja yang tingkat kecepatannya mungkin 5 kali lipat lebih cepat dari Indonesia :))

Selain dari Budaya Australia pun , saya banyak belajar dari budaya-budaya negara lain dari seluruh dunia, mengingat Australia itu adalah negara imigran yang banyak sekali orang dari negara-negara seperti India, Taiwan, Europe bahkan Indonesia bekerja di Australia. Saya banyak belajar dari gigihnya orang-orang Taiwan dalam bekerja, strategi hidup orang India untuk "menjajah" negara-negara di dunia dan bahkan belajar dari imigran-imigran gelap Indonesia tentang kehidupan.

Teman-teman di Packing Shed, Katherine
Teman-teman di Mango Farm Dimbulah

4. Traveling Keliling Australia!

Karena saya memiliki hobi traveling, pergi ke Australia bagaikan pencapaian besar, bagaimana tidak, siapa sangka saya bisa berkunjung bahkan liburan jangka panjang dan bekerja di negara yang saya idam-idamkan dari semenjak SMA ini. Selama di Australia saya memulai kehidupan di Brisbane, Queensland kemudian pindah menuju Darwin, NT 2 minggu setelahnya. Di Darwin lah saya memulai bekerja di farm, dan memulai nomaden. Dari Darwin saya pindah ke Katherine, NT kemudian crossborder menuju Cairns, Queensland lalu crossborder lagi menuju Corindi Beach, New South Wales. Banyak tempat wisata favorit di Australia yang saya kunjungi seperti Litchfielnd National Park di NT, Esplanade di Cairns, Capricorn Coast, Gold Coast, Burleigh Heads, Byron Bay dan Sydney (Sydney Opera House & Harbour Bridge). Masih banyak lagi tempat yang ingin dikunjungi seperti Uluru, Alice Spring dan Great Ocean Road yang mungkin saya jelajahi nanti di sisa perjalanan saya kedepan :)

Sydney!
Katherine Gorge!
Gold Coast!

5. Menabung for better future!

Selama setahun ini saya akan pergunakan semaksimal mungkin untuk mencari pengalaman dan juga bekerja segiat yang saya bisa. Dari sisa hasil kerja keras dan kebutuhan biaya hidup sehari-hari disini saya bisa menabung, yang kalo dirupiahkan mungkin lumayan yang bisa saya simpan untuk masa depan yang lebih cerah! Selain untuk perjalanan selanjutnya, mungkin tabungan ini lebih saya prioritaskan untuk keluarga dan membangun bisnis saya terlebih dahulu. Ada pepatah berkata "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian!" and i believe on that, suatu saat saya akan menikmati hasil kerja keras saya sendiri dan untuk saya sendiri. Amin! Doakan ya guys!

Saving for future!
Bersakit-sakit dahulu, bersnang-senang kemudian. Kerja keras dahulu, enjoy kemudian :)
Itulah 5 alasan kenapa saya mengambil keputusan mengikuti WHV di Australia. Semua WHV Warrior yang menuju ke Australia pasti punya alasan yang berbeda-beda, termasuk teman Blogger saya yang mengikuti WHV di Australia juga yaitu Hilal dan Fahmi yang punya alasan dan cerita yang berbeda dengan saya, sila disimak ->

Hilal - Kenapa ke Australia lal?

Fahmi (Catperku) - Kenapa Saya Memilih Work and Holiday di Australia?

Efi Yanuar - Merantau ke Australia

Hendra Fu - Siapa Suruh Datang Australia?

Meidina - Kenapa Pilih Tinggal 1 Tahun di Australia?

Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world!  Keep dreaming and travel the world! :)
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

19 comments:

  1. Nabung buat bikim oesna nikah terAJIB tahun depan nya yaaaa hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha aminnnnn, ntar datang ya ke pernikanan kitaaa (sembunyiin makanan-makanannya dulu) :))

      Delete
  2. Kamu nikahnya di Bandung kan?! Bisalah kita mah dateng asal diendorse tiketnya. Ahahhahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha di Jakarta kak, ntr datang yah! #gakusahpakeendorse hahahaha

      Delete
  3. Houskeeper itu penjaga rumah ya gan! apa Manager rumah tangga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bersih-bersih rumah supaya tetap bersih, maintanance lahhhh

      Delete
  4. Mau tny dong pas pembuatan surat rekomendasi dari imigrasi ada pertanyaan ttng "apakah kita harus punya kenalan disana atau tidak?" Trimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, tapi tidak ada kenalan juga tidak masalah kok

      Delete
  5. Terus untuk gaji disana gimana kang??

    ReplyDelete
  6. Hendra Putra WijayaAugust 2, 2016 at 7:38 PM

    Bang, mau tanya disana sehari bisa ambil kerjaan brp jam yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung kekuatan kamu sendiri hehe saya sendiri 7-8 jam sehari aja udah cukup kok :D

      Delete
  7. Itu ada komunitas WHV onlinenya gak? kalo ane liat yang ambil visa itu rata-rata pada gabung tempat tinggal sama WHV negara lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba join ke facebook anak-anak WHV Indonesia, nama grupnya WHV Indonesia

      Delete
  8. bukan hanya kerja tapi disana juga bisa sambil travelling..

    ReplyDelete
  9. makasih gan buat infonya dan salam sukses

    ReplyDelete
  10. terimakasih bos tentang infonya dan semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  11. mantap mas artikelnya dan salam kenal ya

    ReplyDelete
  12. mau tanya dong, bagaimana cara mencari lowongan pekerjaannya dan apply nya? apakah harus sudah diterima pekerjaan dulu baru bisa dapat visa nya?

    ReplyDelete