Feb 16, 2016

When Adventure in Australia Started!

Kali ini saya mau lanjutin cerita petualangan saya di Australia. Terakhir saya cerita tentang bagaimana 5 hari pertama saya di Brisbane Australia. 5 hari panik tidak dapat kerjaan, walaupun memang terlalu dini, tapi ada "feel" disana yang memanggil kami untuk segera berpindah ke Darwin walaupun ternyata hasilnya menerima kejadian yang sangat pahit di awal. Tapi disinilah petualangan kita dimulai! ;)

This is when my adventure in Australia Started!
Ceritanya, sebelum WHV di Australia dimulai, ada orang Indonesia yang memposting kerjaan farm di daerah Northern Territory di grup facebook anak-anak WHV. Karena memang niat dan rencana kerja di farm, kontaklah saya dengan si "doi". Tapi kenapa malah ke Brisbane dulu? penasaran aja, karena jarang banget ada anak WHV Indonesia yang mau ke Brisbane, padahal Brisbane ini kota yang sedang berkembang dan banyak farm juga di sekitarnya, dan tujuan utamanya mau ngerasain New Year Eve di Sydney, tapi gak kejadian :( Luntang-lantung di Brisbane selama 5 hari, panik ga dapet kerjaan dan masih polos minta ampun, meneleponlah kita ke "doi", karena dapet respon positif 3 hari sesudahnya, kita berangkat ke Darwin dengan ongkos yang lumayan.

Suasana pulang di Mango Farm
Kami ditempatkan kerja di Mango Farm di sekitar Berry Spring. Hari kedua sampai di Darwin kami langsung diantar ke akomodasi dan langsung bekerja di keesokan harinya. Minggu pertama kerja di Mango Farm, rasanya? cape dahsyat! karena biasanya cuman keluyuran jajan sana jajan sini, tidur lagi tiba-tiba disuruh berdiri selama 10 jam setiap hari, dibawah sinar matahari yang terik, dan berjalan kaki belasan kilometer setiap hari. Kita kerja selama 10 jam, no day off, tapi karena kita kerja lewat kontraktor kita dibayar $16,5 per hour. Belum 2 minggu, ternyata owner farm bilang kalo farm bakal selesai lebih cepat karena buahnya yang memang sudah mau habis. Tapi kita santai aja karena si "doi" menjanjikan pekerjaan lain kalo pekerjaan ini selesai atau ada day off. Di minggu kedua, kami benar-benar nganggur karena farm itu berhenti dan masih menunggu kepastian dari si "doi" yang menjanjikan pekerjaan lain. Bukannya dapet kerjaan, kami disuruh pindah ke tempat lain, dengan iming-iming lebih "nyaman" dengan harga $120/week, wi-fi bapuk, di antah berantah, dengan kondisi gak ada kendaraan, kami pun gak bisa kemana-mana kecuali meminta bantuan ke asisten kontraktor tersebut. 

Minggu ketiga pun kami tetap masih diiming-imingi kerjaan, tapi si "doi" ngundur-ngundur terusss, besok lah, lusa lah, sabtu lah. Karena lelah dengan ketidakpastian ini itu dan memang sudah sadar udah ada di jalur yang salah. Kami pun decide untuk beli mobil sendiri! Walaupun belum punya tabungan yang cukup, tapi langkah ini lah yang membuka jalan dan rezeki sampai saat ini :) Saya beli mobil Toyota Camry tahun 1994 seharga $1800 dari orang India yang tinggal di sekitar Casuarina, saya dapat info mobil ini dari Gumtree (situs paling berguna di Australia). Mobilnya memang tua, tapi mesinnya gresssss! Kita berikan nama mobil ini Si Cammo, Welcome Cammo! :)

Perkenalkan Si Cammo
Setelah dapet Si Cammo ini, kami memutuskan untuk pergi dari rumah tersebut dan keluar dari lingkaran setan, halahhhh.  No more kontraktor, jadi kita decide untuk pindah ke Palmerston, 30 km dari Kota Darwin dan sewa room di keluarga Indonesia. Selama 2 minggu, kerja serabutan mulai dari kerja cleaning kantoran, nyebar pamflet, cuci caravan, dan lain-lain. Setelah itu, kami mendapatkan kerjaan di Mango Farm lagi, lokasinya 70 kman dari Berry Spring, namanya Tou's Garden. Dapet kerjaan ini karena ada WHVers Indonesia yang sebelumnya kerja disana, namanya Hilal, kebetulan si doi punya blog juga coba dicek Hiladz.com. Di Tou's Garden ini, kami hanya kerja selama 13 hari, tapi lumayan buat isi dompet yang mulai terkuras disini. Selama 13 hari di Tou's Garden, kami bekerja rata-rata 10-12 jam sehari, kadang dapet job bagian picking dan kadang di packing shed.

Work mate di Tou's Garden
Selepas kerja keras selama hampir 2 bulan, kami sempat bermain ke National Park terkenal di Northern Teritory, yaitu Litchfield National Park. Kami bersama 3 teman lainnya dari Indonesia, Jepang dan Taiwan jalan-jalan disana selama 3 hari 2 malam. Selepas liburan, saya dan Lylis dapat kerjaan di Katherine, 300km dari Darwin. Dapat kerjaan ini dari Job Shop, agency resmi di Australia yang menyalurkan kerjaan untuk para pencari kerja *ribet amat. Sebelumnya kami punya niatan untuk stay di satu tempat dan stay selama 10 bulanan sebelum hidup nomad dan traveling keliling Australia. Tapi muncul tawaran ini, walaupun tawaran ini hanya 2 minggu kerja dan balik ke kota pun belum tentu dapat kerjaan juga, tetapi feeling untuk mengikuti kerjaan disana itu kuat sekali, jadi kita decide untuk berangkat ke Katherine 2 hari setelahnya (ini perjalanan jauh pertama yang ditempuh Si Cammo). Selama perjalanan menuju Katherine selama 4 jam, entah apa yang dirasakan, rasanya begitu kuat, rasa kebolang-bolangan dan jiwa petualang muncul lalu ditambah lagu Nidji-Laskar Pelangi, rasanya sungguh luar biasa! :))

Waktu istirahat di perjalanan Darwin-Katherine
Sampai di Katherine, hotel dan segala hostel sudah tutup karena kami tiba disana pukul 9 malam. Jadi, kita melipir ke MCD untuk beli dinner dan tidur di parkiran sampai besok harinya! Keesokan harinya kami menuju kantor Job Shop di Katherine, melakukan induksi dan langsung diantar ke tempat kerjaan. Di Katherine ini kami kerja di mango packing shed. Hari pertama kerja kami langsung dihajar kerja 13 jam! Untungnya disana kami bertemu dengan orang Indonesia lainnya, Marlin yang membantu kami mendapatkan tempat untuk tinggal di tempat yang sama dengan dia. Pekerjaan di packing shed ini jamnya kadang panjang kadang dikit banget, kadang 13 jam besoknya cuman 3 jam, tergantung kondisi cuaca yang berpengaruh ke kegiatan pickingnya.

Take a selfie with work mates!
Pekerjaan di Katherine ini selesai dalam waktu 2 minggu dan galau lagi! Karena bingung mau lanjut kemana, belum ada bayangan. Mau balik ke Darwin tapi suram, mungkin ada peluang di kerjaan cleaning, housekeeping atau di restoran, tapi bukan gue banget, saya lebih suka kerjaan outdoor dan menantang halaahhh. Beruntunglah kami bertemu Marlin, bocah kecil ini ternyata sudah Permanent Resident di Australia selama 2 tahun, jadi dia tau season selanjutnya dan tempat mana yang berpeluang untuk kerjaan berikutnya. Dia bilang setelah Katherine, mango season itu mulai di Mareeba, kota kecil dekat Cairns, Queensland dan jaraknya 2500km dari Katherine! wow! *nelen ludah

Tapi entah kenapa, feeling berkata untuk berjalan lagi. Lagian kami berfikir, balik lagi ke Darwin pun udah bingung mau kerja apa, karena memang kami maunya kerja farm, dan mau gamau memang harus pindah, jadi kita decide untuk pindah, menempuh perjalanan sejauh 2500km, melewati tempat-tempat cantik selama perjalanan! Tapi, tanpa kejelasan mau kerja apa disana lohhhh...

Disinilah petualangan kami dimulai! Disinilah kita tahu kalo di Australia itu ada yang namanya Harvest Trail, jadi kita bisa bekerja di Australia dan keliling Australia sambil berpetualang mengikuti musim-musim buah dan sayuran yang tersebar di seluruh penjuru Australia! Seru kannnn? Kalo yang mau mengikuti jejak kami, coba cek di Website Harvest Trail atau di Job Agency Agrilabour Australia guys ;)

Next Story: Katherine, Kota Sederhana Alam Luar Biasa!

Simak kelanjutan cerita kami berpetualang dalam #WHVAustralia :)

Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world!  Keep dreaming and travel the world! :)
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

14 comments:

  1. Salah satu bucket list aku nih Australia ! Susah gak ya bikin visanya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo turis sih gampang, kalo WHV ini agak susah karena ada kuota 1000 per tahunnnn

      Delete
  2. anyiiink si "doi" buakakakaka,,,

    breee kalian gokil breee!!!!

    ReplyDelete
  3. gimana nih bro harvest trailnya?? sharing dong

    ReplyDelete
  4. untuk dapetin kerjaan di aussie itu gimana mas? enaknya langsung ke kota besar seperti sidney atau melbourne, atau ke kota2 kecil dulu ya?
    Secara katanya kalo di kota besar kesempatan dapat kerja lebih banyak? cuma ya itu, biaya hidup tinggi.

    menurut mas-nya gimana?

    oya, untuk grup FB WHV Indonesia namanya apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih enak kota besar dulu. Adaptasi dan kenalin culture sana dulu :)

      Delete
  5. Pengen banget,
    Tapi sy merasa ada kendala di Inggrisku :(
    Basic lumayan lah, kalo ikutan IELTS, ragu-ragu banget + biaya tes nya.
    Dan 1 lagi, WHV cocok gak sih bagi introvert? Sy kalo kenalan ma org luar seneng banget. Cuman ya gak banyak bicara aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Preparation dulu aja, kalo skill bahasa inggris mah ntr ngikutin disana :) Cocok cocok aja kok malah buat diri kita jadi open-minded :)

      Delete