Aug 23, 2015

Situ Cisanti, Hulu Sungai Citarum yang Eksotis

Beberapa tahun kebelakang, Sungai Citarum ramai diperbincangkan oleh media-media nasional karena termasuk predikat salah satu sungai paling tercemar di dunia! Sungai Citarum ini memang sering dijadikan pembuangan limbah oleh pabrik-pabrik yang ada di sekitarnya, regulasi dari pemerintah yang kurang dan kesadaran industri kepada lingkunganlah yang menyebabkan sungai ini menjadi sangat tercemar.

Tetapi siapa disangka, Sungai Citarum ini memiliki hulu yang sangat cantik dan sangat jernih airnya. Letak hulunya berada di Situ Cisanti yang berada di Perkebunan Teh Malabar, Pangalengan. Situ Cisanti ini juga terletak di kaki Gunung Wayang. Karena letaknya yang berada di ketinggian, Situ Cisanti ini mempunyai udara yang sejuk dan fresh, cocok untuk melakukan refreshing.

Pemandangan cantik ini yang bisa ditemukan di Situ Cisanti (Sumber)
Tak hanya perannya yang sangat penting bagi sumber kehidupan warga Jawa Barat Situ Cisanti merupakan salah satu dari saksi sejarah dari masa kerajaan hingga zaman kolonialisme dulu. Situ Cisanti ini merupakan sebuah petilasan (tempat persinggahan) dari Dipatiukur, yang merupakan seorang wedana para bupati Priangan pada abad ke-17. Dipatiukur memimpin pasukan untuk menyerang Belanda di Batavia pada tahun 1628. Disebutkan bahwa kekalahan Dipatiukur disebabkan oleh adanya pengkhianatan dari pemimpin masyarakat Sunda lain, sehingga akhirnya Dipatiukur dan pengikutnya mudah dikalahkan. Menurut kabar, Bujangga Manik, putra Raja Padjajaran, pada abad ke-5 pernah mengunjungi Situ Cisanti ini pada perjalanannya mengunjungi tempat-tempat suci di Pulau Jawa dan Bali dengan berjalan kaki seorang diri.

Selain berperan penting dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Jawa Barat, Situ Cisanti ini juga mempunyai pemandangan dan fasilitas seperti jembatan yang bisa dijadikan tempat untuk hunting foto. Selain hunting foto, aktivitas lain yang bisa dilakukan di Situ Cisanti ini yaitu memancing dan keliling danau menggunakan perahu, bahkan bisa camping (btw, saya tahun baruan 2015 disini hehe).

Jembatan di Situ Cisanti (Sumber)

Mirip kaya New Zealand kan? :3

Cara Menuju Situ Cisanti

Situ Cisanti terletak 60 Km dari Bandung, lama perjalanan dari Bandung adalah sekitar 2 jam perjalanan menggunakan motor atau mobil (itu kalo ga macet ya :p). Untuk mencapai Situ Cisanti ini ada dua jalur yang bisa dilalui.

Rute pertama: Bandung-Banjaran-Pangalengan. Di Pangalengan kita menuju Perkebunan Teh Malabar, di pertigaan kotanya belok kiri menuju pabrik KPBS (kalo ke kanan ke Situ Cileunca). Dari situ lurus terus sekitar 1 jam nanti bakal menemukan Situ Cisanti di pinggir jalan.

Rute kedua: Bandung-Ciparay-Pacet-Kertasari. Sebenarnya jalur ini lebih cepat dibanding jalur pertama, tapi jalur ini lebih menanjak.

Untuk kalian yang mau lebih dapet view di perjalanan lebih baik pilih rute pertama, kalo mau cepet rute kedua :)

Fasilitas dan Harga Tiket di Situ Cisanti

Untuk fasilitas yang tersedia di Situ Cisanti termasuk lengkap. Ada kamar mandi, cottage, perahu untuk mengitari danau, lahan parkir, dan mushola. Harga tiket untuk masuk ke Situ Cisanti ini yaitu sebesar Rp 7.500/orang, Rp 2.000 untuk motor dan Rp Rp 5.000 untuk mobil. Murah kan? Tentu Situ Cisanti ini bisa menjadi alternatif wisata murah meriah dan ga kalah indahnya sama wisata-wisata lain di Jawa Barat! Selamat mencoba yah guys!

Sewaktu tahun baruan di Situ Cisanti
Untuk melihat wisata-wisata lain di sekitar Bandung yang anti-mainstream bisa dilihat di artikel di bawah ini ya!

5 Tempat Wisata Alam yang Anti Mainstream di Sekitar Bandung

Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world!  Keep dreaming and travel the world! :)
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

11 comments:

  1. Bener2 gk nyangka kalo Citarum berasal dari surga dunia kaya gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuh! Alamnya keren banget Situ Cisanti ini!

      Delete
  2. Pengalaman kesana bareng teman 10 orang (laki semua ya), lewat rute kedua emang cepet tapi jalan off road apalagi waktu hujan harus hati2. Klo niat mending nginep aja disana yg penting bawa camp ama sleeping bag, anginnya kenceng bung klo malam. Tapi gantinya waktu shubuh dapat sunrise, mo ngeliat deket jembatan boleh mo bagian situ yg lain juga boleh. Pokoknya keren dah...

    NB : usahain bawa makanan dari rumah aja, klo dari warung 2x lipat yg asalnya 1500 jd 3000 tapi gk semua hhe :D
    Klo kehabisan air, di masjidnya juga ada masih kinclong seger dan alami (free pengawet)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, jalur pertama lebih keren pemandangannya :D seru banget ceritanya gannnnnn

      Delete
  3. hai ka, mau minta bantuannya untuk ngisi kuesioner skripsi di http://goo.gl/forms/ojzp7kgjyC terimakasih banyak atas bantuannya ka :)

    ReplyDelete
  4. 7 tahun di Bandung dan gue belum pernah ke sini :|
    Pemandangannya cakep banget! Bolehlah buat menyepi dari pagi sampai sore kancutan doang. #eh

    thetravelearn.com | learning by traveling

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duhhhhh 7 tahun?! main sama cewenya terus di kosan sih! eh hahahaha

      Delete
  5. Wahh..baru nyaho kang. emang ruarr biasa pemandangannya..
    thanks infonya

    ReplyDelete