Apr 25, 2015

Life Stories: The Long Way to Get My Dreams

Masa SMP

Pada tahun 2007, seorang bocah tengil yang hobi bermain bola dan bermain layang-layangan saat masa kecilnya, akhirnya dinyatakan "Lulus" dari tingkat sekolah dasar dan melanjutkan sekolahnya di pendidikan yang lebih tinggi di salah satu SMPN di Kota Bandung. Dia bernama "Irham", iya saya sendiri, dilihat sekilas dari namanya sedikit keren sih *keren darimananya. Selama pendidikan di tingkat SMP, prestasinya tidak terlalu membanggakan dan juga tidak menyedihkan, di tengah-tengah lah, kebawah sedikit lah hahaha tapi di saat itu tidak ada hal-hal aneh yang diperbuat saya. 

Mungkin memang naluri abg yang beranjak dewasa yang sedang mencari jati diri, bertemulah saya dengan orang yang berinisial AH *jangan dibaca terlalu keras, pamali. Dia hobi bermain game online, yang pada saat itu saya awam dengan hal tersebut. Dipenuhi rasa penasaran yang tinggi, saya mulai tanya beberapa hal ke si AH ini. Lama kelamaan saya mulai tertarik dengan yang namanya dengan Game Online. Mulailah saya berkecimpung di dunia per"game"an. 

Ya suasanya persis seperti ini. Pake seragam, muka serius, tanpa berkedip satu detik pun sampe mata merah :(
Bukan sampai disitu saja manteman, dari hari ke hari, bukannya tambah cape malah semakin bersemangat untuk main game online itu karena kalo difikir-fikir game online itu ga ada habisnya, mau lu sampe level 100 pun disana pasti ada yang lebih jago dan bikin kita makin penasaran lagi. Belum lagi ditambah item-item yang membuat karakter yang kita mainkan semakin kuat yang menjadikan kita serasa semakin bergengsi. Ga bakal ada habisnya, bro!

Beruntungnya! Saya bolos 34 hari berturut-turut (beruntung ini teh), kenapa? soalnya setelah 34 hari ga masuk sekolah, orang tua saya diberitahu oleh BK (Badan Konseling) sekolah! Duaaarrrrr! Saya pun ketahuan bolos sekolah dan nyokap datengin sendiri ke warnet (yang masih menjadi misteri sampai sekarang kenapa bisa tau lokasinya), lalu plak! *sudah gausah diceritakan. Syedih pokoknya. Tapi hal itu lah yang sangat berbekas dalam hidup saya, hal itu juga yang menjadikan titik balik kehidupan saya. Setelah sadar dari dunia maya yang membayangi kehidupan saya setiap hari, saya mulai sadar selama bermain game online saya tidak hidup di dunia yang "real", saya ga pernah memperhatikan orang sekitar, lebih memperjuangkan hal yang tidak ada dibanding hal yang nyata (pendidikan), tidak bersosialisasi (memang SMP teman saya sedikit), dan menggunakan waktu yang tidak produktif!

Masa SMA

Semasuk SMA saya belajar untuk membuka diri saya sendiri, saya mulai berorganisasi (OSIS) selama 1 tahun, aktif membuat acara, dan berkontribusi membuat suatu project. Dan aktif bersosialisasi dengan teman dari berbagai kalangan, nerd, preman, pemabuk, metropolitan, the real siswa dan lain-lain. Hal itu membuat diri saya semakin terbuka dan mengenali dunia luar dan sadar bahwa dunia itu luas bukan hanya sekedar rumah, keluarga, tetangga, dan teman yang ada di friend list game online kita.

Masa SMA :))

Masa Kuliah 

Tahun 2011 lulus dari masa SMA, saya pun melanjutkan studi ke perguruan tinggi di salah satu perguruan tinggi swasta di Dayeuh Kolot dengan jurusan Manajemen Bisnis. Di perguruan tinggi ini
saya bertemu dengan orang-orang dari berbagai pelosok mulai dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Hingga suatu saat saya bertemu dengan orang Jakarta yang kebetulan sekelas dan duduk di depan meja tempat dimana saya duduk. Tampak dari muka yang jutek dan berpenampilan metropolitan khas ibu kota yang membuat hati kesal tetapi semakin lama menjadi semakin penasaran. Ternyata dibalik benteng kearoganan itu terdapat banyak hal yang membuat saya jatuh hati. Dan singkat cerita, memang kami diberikan jalan untuk berdampingan, bahkan hingga lulus kuliah. Beruntungnya (lagi) saya menemukan wanita yang bernama Lylis yang dapat mendorong saya menjadi lebih baik dan memiliki banyak kesamaan diantara kita walaupun banyak juga perbedaan tapi ya itu artinya kata saling melengkapi :) Selama masa kuliah dan menjalin hubungan dari semester 2 hingga semester 4 kita merasa hidup seperti tidak ada gunanya. Kuliah-makan-nonton-makan-balik-kuliah. Terus seperti itu aktivitasnya sampai pada suatu titik kita sepakat untuk merintis usaha yang alhamdulillah masih jalan sampai sekarang :) 

Dibalik menemukan aktifitas lain selain kuliah, ternyata dalam diri kita mempunyai jiwa dan hobi yang sama, yaitu makan dan jalan-jalan. Ketika itu saya belum mengenal dengan istilah yang namanya "traveling". Tapi memang sejak kecil saya punya hobi jalan-jalan walaupun hanya sekedar keluar rumah dan keliling di sekitar rumah. Sebelum mengenal istilah itupun kita sebenernya sudah "jalan-jalan" ke berbagai tempat seperti Pantai Sawarna, Garut, dan kadang jalan-jalan sekitar Bandung menyusuri jalan yang belum pernah dilewati. Semuanya berubah ketika saya sedang iseng baca blog-blog orang/blogwalking dan menemukan website dengan nama "Couchsurfing", Couchsurfing yaitu komunitas website traveler dunia, disana kita bisa bertemu dengan berbagai traveler dari berbagai penjuru dunia, mempelajari budayanya, hingga tinggal di tempat tinggalnya selama perjalanan kita ke suatu tempat. Dari situ lah saya mengenal banyak istilah sepeti Traveling, Backpacker, Flashpacker, dan lain-lain. Dan setelah itulah saya sadar kalau mungkin ini yang menjadi hobi saya selama ini dan saya tertarik untuk mendalaminya, karena jalan-jalan/traveling bukan hanya soal menghamburkan uang saja, banyak manfaat dan makna kehidupan di dalamnya saya rasa.

Traveling :)

Pada tahun 2013, saya dan Lylis mulai giat menekuni hobi traveling ini, most of them pakai gaya backpacker, karena selain hemat, kita juga bisa mengalami penderitaan karena nothing worth having comes easy ;) lebih terasa bangga dan lebih puas ketika kita bisa melewati perjuangan itu semua dan banyak cerita di dalam perjalanan dan seru ketika diceritakan saat bernostalgia :)

We're in Dieng Pleteau
We're on the top of Gunung Api Purba, Gunung Kidul, Yogyakarta
We're in Gili Terawangan, Lombok
Setelah mengunjungi beberapa tempat di Indonesia (walaupun belum semua), kita punya mimpi suatu saat nanti bisa berkeliling dunia bersama dan tentunya yang terpenting bahagia dan sejahtera :) salah satu langkah untuk mewujudkan itu, kita punya mimpi bersama yaitu bekerja di Australia, dengan menggunakan Work and Holiday Visa (masih proses, doakan cepat granted). Sekian dulu cerita dari saya, nanti saya ceritakan lagi bagaimana cerita kehidupan saya berikutnya. Thanks for reading!

Yang mau tau mimpi saya kedepannya bisa cek artikel ini. My dream plan in 2015 hehehe

Kalau ada saran, masukan, atau pertanyaan bisa mention ke twitter @irhamfaridh atau personal ke e-mail irham.faridh@yahoo.com. See ya!

Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

0 comments:

Post a Comment