Aug 13, 2016

Giveaway 1.000.000 Pageviews Trisvelogue!

Giveaway 1M Pageviews Trisvelogue!
Giveaway 1M Pageviews Trisvelogue!
Halo! Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih kepada semua pembaca Trisvelogue karena pada tanggal 8 Agustus 2016 kemarin, Trisvelogue mencapai 1.000.000 pageviews/pembaca loh! Rasanya seneng banget karena travel blog yang sudah saya kelola kurang lebih 1,5 tahun ini ternyata diterima dan diapresiasi oleh teman-teman traveler Indonesia. 1.000.000 ini bukan angka yang kecil dan penuh perjuangan untuk mendapatkannya loh, dulu trafik Trisvelogue hanya 5 pageviews per hari karena memang niatnya cuman bikin catatan perjalanan saja, tapi karena respon pembaca ternyata bagus, darisitu saya mulai fokus menulis dan belajar sedikit tentang SEO supaya blog ini banyak yang baca dan menginspirasi teman-teman traveler. Sampai hari ini Alhamdulillah, banyak sekali teman-teman traveler yang mengunjungi blog Trisvelogue ini sehingga bisa mencapai 1.000.000 pageviews kemarin, dan buat saya ini adalah pencapaian yang luar biasa. Terima kasih teman-teman! #terharu

Sebagai balas budi akan apresiasi teman-teman, kali ini saya mengadakan giveaway yang berjudul "Giveaway 1M Trisvelogue!" dan bakal bagi-bagi voucher hotel dengan total sebesar Rp 1.000.000 dari ZenRooms! Nantinya akan ada 5 pemenang yang akan mendapatkan masing-masing voucher hotel senilai Rp 200.000 dari ZenRooms. 

Caranya mudah banget kok! Berikut caranya ikut Giveaway 1M Trisvelogue ini:
  1. Subscribe e-mail kamu di blog Trisvelogue (www.irhamfaridh.com) dan website ZenRooms.
  2. Follow Instagram @irhamfaridh dan @zenrooms.id
  3. Upload foto liburan menarikmu di Instagram sebanyak-banyaknya dengan hashtag #1MTrisvelogue dan mention ke Instagram @irhamfaridh dan @zenrooms.id . 5 peserta yang mempunyai foto menarik dan beruntung masing-masing akan mendapatkan voucher hotel senilai Rp 200.000 dari ZenRooms.
*Voucher hotel dari ZenRooms ini berlaku hingga 31 Desember 2016 dan berlaku di seluruh properti ZenRooms seluruh Indonesia.

Giveaway ini akan dimulai tanggal 14 Agustus 2016 dan berakhir pada tanggal 21 Agustus 2016. Pemenang giveaway akan diumumkan pada tanggal 21 Agustus 2016 pukul 10.30 WIB di Instagram @irhamfaridh. Jadi ada waktu seminggu buat kamu yang mau ikutan untuk upload foto liburanmu di Instagram sebanyak-banyaknya, siapa tau kamu adalah salah satu dari 5 pemenang giveaway tersebut, kamu bisa memangkas pengeluaran untuk liburanmu nanti! Hihihi! Ayo ramaikan!

Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kapada semua pembaca Trisvelogue yang selalu setia mampir ke blog ini dan kepada ZenRooms yang sudah berpartisipasi sebagai sponsor dari Giveaway #1MTrisvelogue. Semoga di kesempatan berikutnya, saya bisa bagi-bagi hadiah lagi yaaaa :D

Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! 
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

Aug 9, 2016

Liburan Anti-mainstream di Bali

Desa Pinggan, Bali (Sumber)
Sudah 8 bulan lamanya berkelana di Australia, bekerja banting tulang demi kepingan dollar dalam program Work and Holiday Australia, pastinya ada rasa jenuh dan butuh refreshing dari semua kegiatan yang ada di Australia. Kebetulan, pada bulan Juni 2016 kemarin setelah pindah kota dari Corindi, NSW ke Renmark, SA, kerjaan tidak begitu padat dan masih banyak liburnya karena memang belum musimnya (kerjaan saya packing Citrus). Karena memang sudah jenuh, akhirnya saya dan Lylis memutuskan untuk liburan sejenak ke Bali!

Hmmm.. bisa dibilang Bali udah terlalu mainstream buat kita, karena memang sebelumnya saya pernah liburan bersama keluarga ke Bali dan juga pernah Backpackeran ke Bali bareng Lylis tahun lalu. Tapi tujuan kita ke Bali bukan karena wisatanya, melainkan "pulang kampung" mencicipi masakan-masakan Indonesia, keramahan rakyat Indonesia dan tentu saja atmosfirnya yang selama ini udah kami rindukan sekali semuanya! Ditambah tiket dari Adelaide yang tidak terlalu mahal dan direct langsung ke Bali. Langsunglah cus kita dan stay beberapa hari di Bali sebelum balik lagi ke Australia. 

Makan pecel di pinggir jalan! #kenikmatantiadatara
Tanpa plan yang jelas di Bali, kami hanya menghabiskan waktu jalan-jalan sekitar Kuta dan Legian, makan, shopping dan menjalakan kehidupan sebagai Indonesian (lagi) :D merasa bosan, akhirnya kami memutuskan untuk menjelajahi Bali lagi! karena wisata di Bali seperti Tanah Lot, Kuta, Lovina, dan Ubud udah terlalu main-stream, kami akhirnya nanya ke penduduk lokal dan cari info di internet dan menemukan beberapa tempat yang memang belum terkenal dan masih jarang didatangi oleh wisatawan kebanyakan. Apa aja sih tempatnya? yuk cek dibawah ini listnya! ;)

Water Blow, Nusa Dua

Gerbang masuk Water Blow Nusa Dua
Gerbang masuk Water Blow Nusa Dua
Nusa Dua memiliki pantai yang cantik, ditambah lagi Nusa Dua ini pernah menjadi salah satu pantai terbaik di Asia. Di Nusa Dua ini, terdapat perhotelan elite dan siapa sangka di kawasan perhotelan elite tersebut terdapat wisata yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Ya, Water Blow namanya. Water Blow ini yaitu spot yang lokasinya di ujung karang dan kita bisa melihat ombak yang menabrak karang dan menimbulkan cipratan ke atas, how cool! Katanya kalo air laut lagi pasang, cipratannya bisa sampai ke tengah tempat kita melihat ombaknya loh!

Water Blow Nusa Dua
Boom! Ombak Water Blow Nusa Dua

Bukit Gunaksa, Klungkung

Bukit Gunaksa, Klungkung
Bukit Gunaksa, Klungkung
Lokasi ini sangat nge-hits di Instagram loh! Tapi, lokasinya memang agak sulit dicari, apalagi pakai mobil. Untungnya kami kemarin eksplor menggunakan motor dan sempat kesasar juga karena lokasinya tidak ada di google maps dan harus tanya-tanya ke penduduk setempat. Lokasinya ini terdapat di bukit yang bukitnya seperti padang rumput dan harus masuk melewati gerbang dan jalanannya agak menanjak sebelum ke parkir motor. Dari parkiran kita harus menanjak bukit tersebut sekitar 15 menit, treknya lumayan untuk ukuran beginner hikers seperti saya :)) Tapi, lelah itu worth banget kalo udah sampai puncaknya, beuh! Sawah, laut, gunung semua bersatu dalam satu pandangan keren banget! Oiya, sebelum sampai di lokasi Bukit ini, kami sempat nyasar dan masuk perkampungan dalam orang Klungkung, banyak bangunan-bangunan khas Bali banget.

Perkampungan Klungkung
Perkampungan Klungkung

Bukit Asah, Karang Asem 

Bukit Asah, Karang Asem
Bukit Asah, Karang Asem
Bukit Asah ini terletak di Karang Asem dan letaknya di sebelah Pantai Amed. Lokasinya memang jauh banget dari Denpasar, kita harus melewati jalan bypass yang panasnya joss, sampai lewat Padang Bai kesebelah sana lagi, mungkin total perjalanan dari Denpasar sekitar 2 jam lebih. Bukit ini juga terkenal di Instagram loh, tapi sayangnya kami gak nemuin lokasi yang sering dipake anak-anak IG itu :)) akhirnya setelah sampai di Bukit Asah, kami eksplor dari satu tempat ke tempat lain. Kami jalan sampai ke ujung melewati salah satu makam disana, dan berujung di salah satu spot yang menurutku spotnya cantik! Kita bisa melihat bukit, laut dan pulau disebrangnya! Biaya masuk ke Bukit Asah ini 1 orang Rp 5.000 dan ditagih di tanjakan, jadi bersiaplah pegang rem sambil buka dompet :))

Spot cantik di Bukit Asah
Spot cantik di Bukit Asah

 Pantai Gunung Payung, Ungasan

Pantai Gunung Payung
Pantai Gunung Payung
Banyak pantai terkenal berderatan di Bali Selatan seperti Pantai Pandawa, Dreamland, Grenbowl dan Padang-padang, namun 1 pantai ini memang belum terlalu terkenal dan belum banyak orang yang tahu keberadaan pantai ini.  Pantai ini bernama Pantai Gunung Payung, pantai ini terletak persis di sebelah Pantai Pandawa. Di pantai ini, kita harus melewati kompleks golf yang sedang dibangun dan parkir di Pura Gunung Payung. Dari parkiran kita bisa berjalan mengikuti jalur yang sudah tersedia. Setelah kita bisa melihat lautnya, pasti akan terkagum-kagum, karena pantainya cantik banget! dan belum banyak orang disini, sehingga pas banget kalo kagi pengen ngabur! Tapi, hati-hati disini masih banyak monyet berkeliaran dan bergerombol, jadi kalo ada mereka siap-siap lari! hahaha

Jalur menuju Pantai Gunung Payung, melewati tebing-tebing

Batur Natural Hot Spring, Kintamani

Batur Natural Hot Spring
Batur Natural Hot Spring
Sudah 2 kali saya berkunjung ke Kintamani, baru kunjungan ketiga inilah saya baru tahu kalo ternyata di Kintamani ini terdapat pemandian air panas dan lokasinya di pinggir Danau Batur! Oh God, karena badan mulai pegal-pegal dan letih rasanya pas banget berendam agar badan ini terasa rileks. Di Kintamani ini terdapat 2 hot spring yaitu Batur Natural Hot Spring dan Toya Devasya. Saya pilih yang Batur Natural Hot Spring karena lebih murah, harganya Rp 60.000/orang sedangkan Toya Devasya Rp 150.000/orang. Tapi kecewanya karena setelah masuk airnya gak panas! jauh beda dibanding pemandian air panas di Ciater Bandung hihi. Tapi not bad lah, karena bisa rileks di pinggir Danau Batur dan dikasih makanan sama jus untuk minum. Enjoy!

Desa Pinggan, Kintamani

Desa Pinggan, Kintamani (Sumber)
Ada satu lagi tempat yang sayangnya kemarin kami tidak sampai disini, karena waktu yang sudah mepet dan jaraknya ternyata yang masih jauh dari lokasi terakhir kami, yaitu Desa Pinggan. Desa ini terletak di Kintamani, desa ini terkenal juga di kalangan anak-anak IG karena kecantikannya. Disana, kita bisa melihat pemandangan pegunungan-pegunungan dan desa-desa sekitar. Dan akan lebih cantik jika kita berkunjung di waktu sunrise ataupun sunset. Next time, saya bakal kesini kalo ke Bali!

Setelah beberapa hari puas berkeliling ke tempat-tempat Anti-mainstream di Bali dan kembali menjadi Indonesian (lagi), kami menuju Bandara Ngurah Rai dan langsung kembali menuju Adelaide, Soutj Australia untuk melanjutkan kehidupan dan bekerja selama 4 bulan kedepan. See ya again Indonesia!

See you soon Indonesia!
Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! 
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

Jul 26, 2016

Road Trip Sydney-Canberra-Melbourne-Renmark(SA)!

My Last Roadtrip in Australia!
Ok, bisa dibilang ini adalah roadtrip terakhir kami di masa Work and Holiday Visa Australia ini. Kenapa? Karena kami akhirnya mendapatkan pekerjaan di salah satu packing shed buah citrus atau semacam jeruk-jerukan terbesar di South Australia, tepatnya di kota Renmark selama 6 bulan, tetapi saya dan Lylis hanya kerja selama 4 bulan karena visa akan expired bulan September.

2 bulan tinggal dan bekerja di Corindi, Coffs Coast, New South Wales, akhirnya kami mengemas barang-barang ke dalam Cammo, oh iya Marlin salah satu teman kami berpisah ke kota lain sehingga tersisa 4 orang. Ternyata, space mobil yang kami pikir bisa muat untuk 4 orang, kenyataannya barang-barang bawaan kami banyak banget sehingga kami harus sortir lagi barang yang perlu dan tidak perlu untuk ditinggal aja. Perasaan saat akan meninggalkan Corindi ini bisa dibilang berat banget, karena saya sangat suka dengan Corindi yang menurutku tempatnya nyaman, santai dan hostnya yang sangat lovely banget, Paul dan Vanessa. See you again somewhere guys <3 Keesokan harinya kami meninggalkan Corindi pagi harinya. Rencananya kami akan melewati Sydney, Canberra dan stay di Melbourne selama 3 hari sebelum melanjutkan perjalanan lagi ke Renmark. Let's go on roadtrip!

Liat, mobilnya penuh sama barang-barang, ada rice cooker ditengah :))

Perjalanan dari Corindi ke Sydney agak menegangkan karena banyak polisi berseliweran dan agak lama karena banyak perbaikan jalan di perjalanan. 5 jam lamanya, akhirnya kami sampai di Sydney dengan lokasi pertama kami menuju ke Anzac Parade untuk makan siang di salah satu restoran Indonesia (akhirnya makan rendang lagi). Setelah makan siang, kami lanjutkan perjalanan menuju Blue Mountain. Kenapa kesini? Karena sebelumnya saat main ke Sydney (ceritanya baca disini) kami gagal kesini karena kesorean. Dannnnnn..... pas kami sampai di Blue Mountain lagi untuk kedua kalinya, kami gak bisa liat apa-apa karena cuaca disana sedang berkabut tebal :((

Blue Mountain berkabut :(
Tak mau membuang waktu, kami lanjut perjalanan lagi menuju Canberra. Tapi karena sudah agak gelap akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di camp site sekitaran Blue Mountain. Camp sitenya suka banget! Spacenya gede untuk tenda, rumputnya enak untuk jadi sandaran, dan cuacanya gak panas kaya di Darwin. Kayanya ini campsite favorit kedua setelah The Pebbles di Tennant Creek.

Campsite Blue Mountain
Campsite Blue Mountain
Keesokan harinya, kami berangkat pagi hari menuju Camberra. Perjalanan dari Sydney menuju Canberra bisa dibilang tidak terlalu jauh karena hanya memakan waktu sekitar 3 jam. 3 jam kami tahan-tahan tidak makan biar hemat, dengan harapan bisa nemuin makanan indonesia lagi di Canberra. Selama di perjalanan dari Sydney menuju Canberra memang agak membosankan karena melewati jalur highway yang lurus terussssss. Mulai masuk daerah Canberra, kami disuguhi oleh pemandangan padang luas dan kincir angin raksasa di kejauhan, cantyik!

Kincir angin raksasa sebelum masuk Canberra
Setelah masuk Canberra yang merupakan pusat pemerintahan Australia, kami mulai merasa aneh karena pada kenyataannya Canberra ini sangat sepi! Sangat! Bahkan beda jauh dibanding Cairns di North Queensland yang bukan merupakan kota besar juga di Australia. Dengan bermodalkan google, kami mencoba mencari restaurant Indonesia yang katanya terletak di tengah kota, namun apa daya ternyata tokonya sudah tutup :( Untungnya, disebelah bangunan tersebut banyak terdapat makanan-makanan yang akhirnya kami memilih makanan Vietnam dengan menu Pho, makanan khas Vietnam yang terkenal, harganya murah hanya $8/porsi.

Daerah sentral di Canberra
Sambil makan kami menikmati suasana tengah kota Canberra. Di Canberra ini ternyata banyak juga Aborigin yang notabene sedang mabuk-mabuk dan sering berteriak tanpa alasan, sedikit mengganggu sih, tapi apa daya Australia kan memang milik mereka #eh #maapinsayaTurnbull. Setelah makan siang yang sebenarnya udah sore, kami menuju ke campsite di tengah perjalanan menuju Melbourne. Campsite disini juga asik, campsitenya terletak di sebelah lapangan baseball! dan dekat dengan lingkungan warga sekitar. Malamnya kami ngeteh sambil makan malam dengan bintang-bintang dan sinar bulan :3

Campsite di perjalanan menuju Melbourne
Di pagi harinya, kami disapa oleh warga-warga sekitar yang sedang beraktivitas di sekitar lapangan sebelum berangkat menuju Melbourne. Kami bercerita-cerita tentang perjalanan kami dan mereka juga becerita tentang sejarah town dan komunitasnya. Dari campsite tersebut menuju Melbourne lama perjalanannya sekitar 4 jam. Perjalanannya terasa lama sekali karena kami sering bergantian, mengingat semalam kami tidak bisa tidur karena hujan dan tenda basah ditambah cuacanya dingin banget :))

Sampai di Melbourne, kami langsung menuju St. Kilda Hostel tempat kami menginap selama 3 hari ke depan. Di Melbourne ini kami mengunjungi tempat-tempat favorit seperti Shrine of Remembrance, Hosier Lane, Flienders Station dan Great Ocean Road. Simak cerita lengkapnya di artikel di bawah ini:

Melbourne!
Akhirnya, setelah perjalanan panjang berhari-hari, dengan banyak cerita dan drama, kami sampai di Renmark, South Australia dengan selamat sentosa (walaupun tulang remuk hehe tapi tak apa pengalaman dan keindahan di perjalanan buat semuanya menjadi worthed). Kami akan fokus bekerja di Renmark ini untuk mendulang dollar lebih banyak lagi, agar cita-cita menjadi wirausahawan dan keliling dunia saya menjadi kenyataan, hap!

Last Stories: Kenangan Terakhir di Riverland Australia (Soon) 

Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! 
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

Jul 17, 2016

Cara Lodge Tax Return Australia Lewat My-Tax

Tax Return Australia Season! (Sumber)
Dulu, sebelum berangkat ke Australia untuk menjalani program WHV selama setahun, tentunya saya sudah banyak survey tentang seluk beluk Australia, termasuk dengan perpajakannya. Awalnya saya super-shock, kenapa? karena pemerintah Australia tarik pajak yang lumayan besar dari penghasilan kita, kalo gak salah sekitar 30%!  Tetapi, baru setelah di Australia saya tahu kalo tax tersebut bisa dikembalikan semuanya! #gakjadicemberut sebenarnya sih gak semuanya, asal penghasilan kotor kita (gross income) tidak lebih dari $18.500. Kalo lebih dari itu, nilai lebihnya akan dikenai pajak. Kalo lebih lengkapnya lagi mah saya ndak tau ya, bukan agent :p

Dari hasil obrolan sama orang Aussie maupun backpackers lain, dari taun-taun kemarin kebanyakan orang menggunakan agent atau menggunakan e-tax (perpajakan online), namun untuk tahun ini e-tax sudah tidak ada, adanya my-tax yang bisa di link dari akun my.gov.au. Memang sih pake agent lebih mudah dan gak ribet tinggal bayar, tapi ada yang gratis dan tidak ribet juga kenapa tidak dimanfaatkan? :D Berikut langkah-langkah cara lodge tax return via My Tax.

Tampilan home my.gov.au
Pertama-tama, untuk lodge tax return kita butuh untuk membuat akun MyGov yang bisa diakses di my.gov.au, disana kita hanya akan diminta nama, e-mail, dan nomor ponsel. Setelah membuat akun MyGov, buka link services, disana akan ada list beberapa link, salah satunya yaitu ke Australian Taxtation Office (ATO). Namun, untuk mendapatkan service dari ATO, kita membutuhkan linking code sebelumnya. Untuk mendapatkan linking code tersebut, kita harus menelpon ATO dengan nomor 13 28 61. Ada beberapa dokumen yang harus tersedia saat menelepon ATO yaitu sebagai berikut:

  1. Tax File Number (TFN)
  2. Paspor
  3. Alamat saat lodge TFN (untuk verifikasi)
Tampilan "services"
Setelah menerima linking code tampilan services ke ATO akan berubah menjadi "linked" yang artinya akun MyGov sudah terhubung dengan ATO dan sudah siap untuk lodge tax return!

Sebelum lodge tax return, pastikan sudah mempersiapkan dokumen yang paling penting, yaitu PAYG summary. PAYG ini biasanya dikasih sama employer pertengahan Juli, isinya jumlah tax-withheld yang bisa kita ambil lagi dan income gross yaitu jumlah penghasilan kotor kita selama bekerja bersama employer. Disitu juga terdapat nama employer dan ABNnya yang dibutuhkan ketika lodge tax return nanti. 

Contoh PAYG Summary
Ketika PAYG Summary sudah ditangan, kita bisa lodge tax return dengan langkah pertama yaitu masuk ke ATO via MyGov tadi, dan di homepagenya sudah tersedia link untuk lodge, just click lodge!

Homepage ATO
Berikut 4 langkah yang bakal dilewati
Langkah Pertama


Di langkah pertama, kita hanya make sure kalo data-data tersebut sudah benar atau tidak. Kalo tidak benar, kita bisa edit dan mengantinya dengan yang benar. Data-data tersebut adalah Nomor Mobile Phone, E-mail, dan Alamat Residential dan Alamat Pos.

Langkah Kedua



Di langkah kedua, kita akan diminta mengisi data-data account bank kita, seperti Nama Akun, BSB (Nomor cabang bank), dan Account Number.

Langkah Ketiga



Di langkah ketiga, kita akan diminta status residency kita di Australia. Karena saya menggunakan visa Work and Holiday Visa dan tinggal lebih dari 6 bulan, jadi saya tick "yes" untuk Resident for Tax Purpose.

Untuk poin kedua, tinggal tick no kalo gak punya spouse di Australia dan yes untuk sebaliknya.

Untuk poin ketiga, tinggal tick yang pertama saja, kecuali punya bisnis atau pendapatan lain di Australia.

Langkah Keempat



Langkah keempat, disini kita akan memasukan data-data dari PAYG Summary tersebut seperti Nama Employer, ABN Employer, Tax Withheld, Gross Payment dan Allowances. Kalo kerja lebih dari 1 perusahaan, ada tombol add untuk menambahkan data perusahaan lainnya.

Beresss! tinggal tunggu THRnya :p
Setelah melewati ke 4 langkah tersebut, nanti kita akan diberi receipt number dati ATO. Dari website ato.gov.au mengatakan kalo proses pengembalian yaitu selama 10 hari, tapi kenyataannya ada yang lebih lama bahkan lebih cepat. Menurut saya cara ini mudah sekali dan tidak perlu beranjak juga dari kasur dan mendapatkan tax kita kembali. Happy return your tax, guys!

Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world!  Keep dreaming and travel the world! :)
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!

Jul 14, 2016

Cerita Perjalanan Keliling Melbourne, The Dream City!

Melbourne, The Dream City! (Sumber)
Sejak semasa SMA, sejak mulai menyukai hobi jalan-jalan. Saya pernah bermimpi, jalan-jalan di luar negeri, salah satunya Australia. Dulu, pikirku, boro-boro ke Australia, ke Singapura aja gak kepikiran. Tapi, mimpi adalah mimpi, suatu saat bisa jadi kenyataan, pada waktunya. Tahun 2015 kemarin  alhamdulillah bisa traveling ke luar negeri untuk pertama kalinya, ke Singapura dan Malaysia, dan akhirnya pada akhir tahun 2015 setelah saya lulus kuliah, menemukan visa yang bernama Work and Holiday Visa ke Australia, yang membuat saya bisa menginjakan kaki di Australia, dan bahkan tinggal dan bekerja di tanah kangguru ini.

Sudah sekitar 8 bulan saya menjelajahi Australia, semua rintangan sudah saya lewati. Tersesat di Brisbane, terpanggang di Darwin, hidup pantai ala Coffs Coast, backpacker ke Sydney, dan masih banyak lagi. Pada bulan Mei 2016 lalu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu kota di Australia yang paling saya mimpikan sejak dulu saat melakukan roadtrip untuk ke-2 kalinya, dari Corindi Beach, New South Wales menuju Renmark, South Australia yaitu MELBOURNE!. Perjalanan roadtripnya bisa dilihat (disini)

Hari Pertama - Brighton Beach, Clayton dan Shrine of Remembrance

Setelah perjalanan panjang melewati Sydney dan Canberra dari Corindi Beach, kami sampai di Melbourne pada malam hari. Kami sudah memesan hostel dari 2 hari sebelumnya di St. Kilda Hostel. Tempatnya tidak terlalu jauh dari CBD dan kamarnya juga lumayan, isinya 4 tempat tidur, pas dengan jumlah rombongan kami, jadi kamar itu isinya kita-kita aja, ada TVnya juga, asyik.

Share room di St. Kilda Hostel
Keesokan paginya kita bangun pagi hari banget karena gak mau rugi, bela-belain belok sekitar 300 km untuk mengunjungi the liveable city in the world, Melbourne. Awalnya kita bingung mau jalan pake apa, ada mobil ada tram. Setelah dikalkulasi, ternyata lebih murah kalau kita naik mobil sudah plus dengan biaya parkirnya yang sekitar $3-5/jam, akhirnya kita bakal keliling Melbourne pakai Cammo! Destinasi pertama yang kita datangi yaitu Brighton Beach, karena lokasinya yang dekat dengan hostel kita menginap.

Brighton Beach
Brighton Beach
Di Brighton Beach ini yang terkenal bukan pasir pantainya atau lautnya, melainkan bathing boxesnya yang berwarna bendera-bendera negara di dunia. Bathing boxesnya ini terkenal sekali, jadi kalo ke Brighton Beach ini wajib foto dengan latar belakang bathing boxesnya, sayangnya gak ada bendera Indonesia disini, jadi saya pilih yang kece aja :D 

Setelah puas di Brighton Beach kami mampir ke daerah Clayton, yaitu daerah dimana banyak penjual Asian Groceries disana untuk stok makanan-makanan atau bumbu-bumbu yang kami prediksi bakal sulit di dapat di Renmark nanti. Jadi kita stok sambel terasi yang banyak, secara sambel terasi ini yang menjadi nyawa kehidupan kita di Australia :))

Clayton
Puas berbelanja sambel terasi, kita langsung cussss menuju Shrine Of Remembrance. Perjalanan dari hostel, Brighton Beach, Clayton dan Shrine Of Remambrance ini tidak terlalu jauh, karena memang saya set ittenerary hari ini lokasinya yang berdekatan saja dan tidak di CBD, karena kita akan eksplor CBD Melbourne di keesokan harinya. 

Sampai di SOR, kami parkir di pelataran parkirannya yang adem sejuk karena banyak pepohonan rindang di sekitarnya. Dari tempat parkir kita jalan sekitar 5 menit menuju gedung SOR. Untuk masuk kedalamnya, tidak ada ticketingnya, alias GRATIS!

Shrine of Remembrance\
Shrine of Remembrance
Di dalam Shrine of Remembrance ini ada museum yang menceritakan tentang perjalanan pejuang-pejuang Australia dan sejarah-sejarah pertempuran dunia, walaupun sempat kesal lihat dalamnya yang banyak memprovokasi tentang memerdekakan Papua Barat hehe. Walaupun gratis, isi museum ini terlihat sangat modern dan fasilitasnya bagus banget! sampai ada layar touch screen gede yang bisa kita mainkan *kita stay disini lama banget loh, katrok yak? gapapa yak. Selesai mengeksplor museum didalamnya, dipelataran depan bangunan, kita bisa foto-foto karena bangunannya yang megah dan eksotis, cocok dijadikan tempat foto. Shrine of Remembrance ini sepertinya cocok untuk didatangi wisatawan kalo berkunjung ke Melbourne. 

Museum dalam Shrine of Remembrance
Touch screen kece di museum
Pelataran depan SOR, kaya dimana gitu yah?
Saat sedang berfoto, kami baru ingat kalo batas parkir hanya 1 jam, kami pun berlari ke mobil karena takut mobilnya diangkut, ntar gagal kerja di Renmark malah :)) Sebelum kembali ke hostel kami makan malam di restoran Indonesia dulu di sekitar St.Kilda, namanya lupa tapi harganya murah dan rasanya  juga mantap. Kembali ke hostel, istirahat untuk perjalanan keesokan harinya.

Hari Kedua - CBD Melbourne

Pada hari kedua, kita memang merencanakan jalan-jalan di sekitar CBD Melbourne dari siang sampai malam. Untuk parkir mobil, kita nemu parkiran yang free :)) lokasinya tidak jauh dari Melbourne Visitor Centre, walaupun perjuangan untuk dapat parkirannya setengah mampus, karena muter-muter dulu cari tempat yang murah, secara liat parkiran-parkiran di CBDnya berbentuk gedung dan harganya selangit. Dari parkiran, kita jalan kaki menuju CBD melewati jembatan yang lokasinya dekat dengan Flinders Station dan Melbourne Visitor Centre. Suka banget dengan view disini, karena disini kita bisa lihat sungai dan kapal hilir-mudik dengan background gedung-gedung tinggi Melbourne. Disini sebenarnya banyak orang lewat, kita foto-foto keliatan katroknya, gak apa apa yah? yang penting gaya~

View dari jembatan <3
Setelah melewati jembatan ini kita melewati Flinders Station yang merupakan stasiun utama dan tertua di Melbourne, kita melewati stasiun itu pas ketika sedang rush hour jadi banyak orang lalu lalang dengan berbagai kecepatan~ pemandangan yang kaya gini jarang saya lihat di Australia, secara kita selalu tinggal di countryside yang hidupnya tentram, damai, dan bahkan orangnya pun gak sebanyak ini. Nyebrang dari Flinders Station, kita kongko-kongko cantik di pelataran Melbourne Visitor Centre karena ada ruang terbuka disana, enak buat menikmati suasana Melbourne yang mulai sudah gelap. Selain itu, untuk informasi-informasi wisata kita juga bisa masuk ke Melbourne Visitor Centre, disana terdapat brosur-brosur dan informasi wisata lengkap dengan berbagai kegiatan.

Flinders Station
Flinders Station
Melbourne Visitor Centre
Melbourne Visitor Centre
Tidak jauh dari Melbourne Visitor Centre, terdapat gang yang terkenal dengan street artnya. Hanya berjalanan kaki sekitar 10 menit, kita sampai di gang itu yang bernama Hosier Lane. Saya kira disini bakal sepi, ternyata banyak juga orang foto-foto disini. Tinggal cari spot cantik, foto-foto pasti jadi kece~ Panjang gang ini mungkin sekitar 500 meter panjangnya, kadang saat melewati gang ini ada beberapa anak muda yang mengkreasikan seninya ke dinding-dinding di Hosier Lane ini.

Hosier Lane
Hosier Lane
Aussie, Aussie, Aussie~
Setelah melewati Hosier Lane, untuk menghabiskan waktu sebelum dinner tiba, kami menikmati Melbourne dengan duduk-duduk di taman sebelah cathedral, hanya melihat orang lewat dan menunggu gelap tiba. Saya dan Lylis beli hot chocolate di 7/11 hanya seharga $2/cup, enjoy the hot chockee kalo kata orang Australia~

Hot Chockee~
Tempat dinner tidak jauh dari tempat kita duduk manis, jadi kita tunggu sampai jam dinner, dan berjalanan kaki menuju restauran Indonesia disana yang bernama Nelayan Restaurant. Kita memang sengaja cari makanan Indonesia terus, karena di countryside gak bakal nemu makanan-makanan ginian, paling nemu juga Indomie di supermarket~ dinner di Nelayan Restaurant ini, harganya standard tidak terlalu mahal hanya sekitar $8-15 per menu, rasanya enak banget! pelayannya pun ramah, orang Indo pastinya. Tidak seperti pelayan-pelayan di Indo Resto lainnya yang kadang melayani seenak-enaknya, cuih~

Beres dinner, kita kembali ke parkiran mobil untuk pulang ke hostel. Tapi dengan jalur yang berbeda, kami melewati jalan-jalan di pinggir sungai, lewat tempat-tempat olahraga disana yang bentuknya seperti lorong dan lewat jembatan yang keren tapi lupa namanya~ waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, tapi orang masih rame ya ternyata disini, kalo di country side jam 5 pun udah sepi kotanya :))

Jembatan yang dimaksud~
Kembali ke hostel, beristirahat untuk melanjutkan perjalanan ke Renmark, South Australia keesokan harinya. Dan saya merencanakan lewat Great Ocean Road yang terkenal dengan pantai-pantainya dan 12 Apostless itu. Rencananya, 3 jam sampai 12 Apostless dan dari GOR ke Renmark sekitar 7 jam, jadi total perjalanan sekitar 10-11 jam. Tapi ternyata, semua rencana itu buyar :))

Hari Ketiga - 1/4 Great Ocean Road

Kita check-out dari hostel sekitar jam 8 pagi. Dari St. Kilda, kita langsung menuju highway yang ke arah Great Ocean Road. Ternyata untuk sampai ke GORnya ini tidak jauh, hanya sekitar 1 jam saja. Sampai di GOR, kami sempat visit di 1 lookout bernama Bells Beach. Pemandangan di sekitar GOR ini memang memanjakan mata, lautan lepas, tebing-tebing tinggi, dan alam yang indah di sekitarnya.

Bells Beach
Bells Beach
Ternyata, Bells Beach ini menjadi tempat pertama dan terakhir kita di GOR, kenapa? karena jalanan setelah Bells Beach ini benar-benar menyusuri pantai dan berkelok-kelok! Mungkin kalo pake mobil bagus, bakal menjadi perjalanan yang menyenakngkan. Tapi, mengingat kami pakai mobil tua tahun 1994 yang umurnya sama dengan umur saya, dan kondisinya yang udah nabrak kangguru dan kalo tiap belok menghasilkan suara hebat, itu perjalanan menjadi perjalanan horrible karena semua penumpang termasuk supir merasakan mual yang super hebat :)) dan perjalanan pun semakin lama karena kecepatan hanya sekitar 40 km/jam, yang diperkirakan bakal sampai di ujung GOR 7 jam lagi, belum harus perjalanan ke Renmark dan bakal sampai entah kapan, dan kondisinya kita sudah book caravan park di Renmark untuk malam hari itu juga. Dengan kesimpulan seperti itu, kami akhirnya membelokan setir menuju utara, lewat jalan pintas menuju Renmark. Good bye, GOR :') next time datang lagi dengan mobil yang lebih bagus yaaa~

Si Cammo di Great Ocean Road
Perjalanan ke Renmark lewat jalan pintas pun diprediksi bakal lama sekitar 8 jam lebih dan sampai di tengah malam. Karena lewat jalan pintas yang jalanannya di antah berantah dan gak jelas, akhirnya kita memutuskan kembali ke Geelong, untuk masuk ke highway. Dan pada akhirnya setelah 7 jam perjalanan kami sampai di Renmark, South Australia dengan selamat dan keadaan Cammo Lag karena perjalanan panjang dengan space yang pas-pasan, secara barang bawaan kami banyak untuk kehidupan selanjutnya di....

Renmark, South Australia (Soon)

Irham Faridh Trisnadi (Tris)
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! 
Twitter       : @irhamfaridh
Instagram   : irhamfaridh
Facebook   : Irham Faridh
E-mail        : irham.faridh@gmail.com
Travel, Love & Be Happy!