Jul 26, 2016

Road Trip Sydney-Canberra-Melbourne-Renmark(SA)!

My Last Roadtrip in Australia!
Ok, bisa dibilang ini adalah roadtrip terakhir kami di masa Work and Holiday Visa Australia ini. Kenapa? Karena kami akhirnya mendapatkan pekerjaan di salah satu packing shed buah citrus atau semacam jeruk-jerukan terbesar di South Australia, tepatnya di kota Renmark selama 6 bulan, tetapi saya dan Lylis hanya kerja selama 4 bulan karena visa akan expired bulan September.

2 bulan tinggal dan bekerja di Corindi, Coffs Coast, New South Wales, akhirnya kami mengemas barang-barang ke dalam Cammo, oh iya Marlin salah satu teman kami berpisah ke kota lain sehingga tersisa 4 orang. Ternyata, space mobil yang kami pikir bisa muat untuk 4 orang, kenyataannya barang-barang bawaan kami banyak banget sehingga kami harus sortir lagi barang yang perlu dan tidak perlu untuk ditinggal aja. Perasaan saat akan meninggalkan Corindi ini bisa dibilang berat banget, karena saya sangat suka dengan Corindi yang menurutku tempatnya nyaman, santai dan hostnya yang sangat lovely banget, Paul dan Vanessa. See you again somewhere guys <3 Keesokan harinya kami meninggalkan Corindi pagi harinya. Rencananya kami akan melewati Sydney, Canberra dan stay di Melbourne selama 3 hari sebelum melanjutkan perjalanan lagi ke Renmark. Let's go on roadtrip!

Liat, mobilnya penuh sama barang-barang, ada rice cooker ditengah :))

Perjalanan dari Corindi ke Sydney agak menegangkan karena banyak polisi berseliweran dan agak lama karena banyak perbaikan jalan di perjalanan. 5 jam lamanya, akhirnya kami sampai di Sydney dengan lokasi pertama kami menuju ke Anzac Parade untuk makan siang di salah satu restoran Indonesia (akhirnya makan rendang lagi). Setelah makan siang, kami lanjutkan perjalanan menuju Blue Mountain. Kenapa kesini? Karena sebelumnya saat main ke Sydney (ceritanya baca disini) kami gagal kesini karena kesorean. Dannnnnn..... pas kami sampai di Blue Mountain lagi untuk kedua kalinya, kami gak bisa liat apa-apa karena cuaca disana sedang berkabut tebal :((

Blue Mountain berkabut :(
Tak mau membuang waktu, kami lanjut perjalanan lagi menuju Canberra. Tapi karena sudah agak gelap akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di camp site sekitaran Blue Mountain. Camp sitenya suka banget! Spacenya gede untuk tenda, rumputnya enak untuk jadi sandaran, dan cuacanya gak panas kaya di Darwin. Kayanya ini campsite favorit kedua setelah The Pebbles di Tennant Creek.

Campsite Blue Mountain
Campsite Blue Mountain
Keesokan harinya, kami berangkat pagi hari menuju Camberra. Perjalanan dari Sydney menuju Canberra bisa dibilang tidak terlalu jauh karena hanya memakan waktu sekitar 3 jam. 3 jam kami tahan-tahan tidak makan biar hemat, dengan harapan bisa nemuin makanan indonesia lagi di Canberra. Selama di perjalanan dari Sydney menuju Canberra memang agak membosankan karena melewati jalur highway yang lurus terussssss. Mulai masuk daerah Canberra, kami disuguhi oleh pemandangan padang luas dan kincir angin raksasa di kejauhan, cantyik!

Kincir angin raksasa sebelum masuk Canberra
Setelah masuk Canberra yang merupakan pusat pemerintahan Australia, kami mulai merasa aneh karena pada kenyataannya Canberra ini sangat sepi! Sangat! Bahkan beda jauh dibanding Cairns di North Queensland yang bukan merupakan kota besar juga di Australia. Dengan bermodalkan google, kami mencoba mencari restaurant Indonesia yang katanya terletak di tengah kota, namun apa daya ternyata tokonya sudah tutup :( Untungnya, disebelah bangunan tersebut banyak terdapat makanan-makanan yang akhirnya kami memilih makanan Vietnam dengan menu Pho, makanan khas Vietnam yang terkenal, harganya murah hanya $8/porsi.

Daerah sentral di Canberra
Sambil makan kami menikmati suasana tengah kota Canberra. Di Canberra ini ternyata banyak juga Aborigin yang notabene sedang mabuk-mabuk dan sering berteriak tanpa alasan, sedikit mengganggu sih, tapi apa daya Australia kan memang milik mereka #eh #maapinsayaTurnbull. Setelah makan siang yang sebenarnya udah sore, kami menuju ke campsite di tengah perjalanan menuju Melbourne. Campsite disini juga asik, campsitenya terletak di sebelah lapangan baseball! dan dekat dengan lingkungan warga sekitar. Malamnya kami ngeteh sambil makan malam dengan bintang-bintang dan sinar bulan :3

Campsite di perjalanan menuju Melbourne
Di pagi harinya, kami disapa oleh warga-warga sekitar yang sedang beraktivitas di sekitar lapangan sebelum berangkat menuju Melbourne. Kami bercerita-cerita tentang perjalanan kami dan mereka juga becerita tentang sejarah town dan komunitasnya. Dari campsite tersebut menuju Melbourne lama perjalanannya sekitar 4 jam. Perjalanannya terasa lama sekali karena kami sering bergantian, mengingat semalam kami tidak bisa tidur karena hujan dan tenda basah ditambah cuacanya dingin banget :))

Sampai di Melbourne, kami langsung menuju St. Kilda Hostel tempat kami menginap selama 3 hari ke depan. Di Melbourne ini kami mengunjungi tempat-tempat favorit seperti Shrine of Remembrance, Hosier Lane, Flienders Station dan Great Ocean Road. Simak cerita lengkapnya di artikel di bawah ini:

Melbourne!
Akhirnya, setelah perjalanan panjang berhari-hari, dengan banyak cerita dan drama, kami sampai di Renmark, South Australia dengan selamat sentosa (walaupun tulang remuk hehe tapi tak apa pengalaman dan keindahan di perjalanan buat semuanya menjadi worthed). Kami akan fokus bekerja di Renmark ini untuk mendulang dollar lebih banyak lagi, agar cita-cita menjadi wirausahawan dan keliling dunia saya menjadi kenyataan, hap!

Last Stories: Kenangan Terakhir di Riverland Australia (Soon) 

Travel, Love & Be Happy!
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Jul 17, 2016

Cara Lodge Tax Return Australia Lewat My-Tax

Tax Return Australia Season! (Sumber)
Dulu, sebelum berangkat ke Australia untuk menjalani program WHV selama setahun, tentunya saya sudah banyak survey tentang seluk beluk Australia, termasuk dengan perpajakannya. Awalnya saya super-shock, kenapa? karena pemerintah Australia tarik pajak yang lumayan besar dari penghasilan kita, kalo gak salah sekitar 30%!  Tetapi, baru setelah di Australia saya tahu kalo tax tersebut bisa dikembalikan semuanya! #gakjadicemberut sebenarnya sih gak semuanya, asal penghasilan kotor kita (gross income) tidak lebih dari $18.500. Kalo lebih dari itu, nilai lebihnya akan dikenai pajak. Kalo lebih lengkapnya lagi mah saya ndak tau ya, bukan agent :p

Dari hasil obrolan sama orang Aussie maupun backpackers lain, dari taun-taun kemarin kebanyakan orang menggunakan agent atau menggunakan e-tax (perpajakan online), namun untuk tahun ini e-tax sudah tidak ada, adanya my-tax yang bisa di link dari akun my.gov.au. Memang sih pake agent lebih mudah dan gak ribet tinggal bayar, tapi ada yang gratis dan tidak ribet juga kenapa tidak dimanfaatkan? :D Berikut langkah-langkah cara lodge tax return via My Tax.

Tampilan home my.gov.au
Pertama-tama, untuk lodge tax return kita butuh untuk membuat akun MyGov yang bisa diakses di my.gov.au, disana kita hanya akan diminta nama, e-mail, dan nomor ponsel. Setelah membuat akun MyGov, buka link services, disana akan ada list beberapa link, salah satunya yaitu ke Australian Taxtation Office (ATO). Namun, untuk mendapatkan service dari ATO, kita membutuhkan linking code sebelumnya. Untuk mendapatkan linking code tersebut, kita harus menelpon ATO dengan nomor 13 28 61. Ada beberapa dokumen yang harus tersedia saat menelepon ATO yaitu sebagai berikut:

  1. Tax File Number (TFN)
  2. Paspor
  3. Alamat saat lodge TFN (untuk verifikasi)
Tampilan "services"
Setelah menerima linking code tampilan services ke ATO akan berubah menjadi "linked" yang artinya akun MyGov sudah terhubung dengan ATO dan sudah siap untuk lodge tax return!

Sebelum lodge tax return, pastikan sudah mempersiapkan dokumen yang paling penting, yaitu PAYG summary. PAYG ini biasanya dikasih sama employer pertengahan Juli, isinya jumlah tax-withheld yang bisa kita ambil lagi dan income gross yaitu jumlah penghasilan kotor kita selama bekerja bersama employer. Disitu juga terdapat nama employer dan ABNnya yang dibutuhkan ketika lodge tax return nanti. 

Contoh PAYG Summary
Ketika PAYG Summary sudah ditangan, kita bisa lodge tax return dengan langkah pertama yaitu masuk ke ATO via MyGov tadi, dan di homepagenya sudah tersedia link untuk lodge, just click lodge!

Homepage ATO
Berikut 4 langkah yang bakal dilewati
Langkah Pertama


Di langkah pertama, kita hanya make sure kalo data-data tersebut sudah benar atau tidak. Kalo tidak benar, kita bisa edit dan mengantinya dengan yang benar. Data-data tersebut adalah Nomor Mobile Phone, E-mail, dan Alamat Residential dan Alamat Pos.

Langkah Kedua



Di langkah kedua, kita akan diminta mengisi data-data account bank kita, seperti Nama Akun, BSB (Nomor cabang bank), dan Account Number.

Langkah Ketiga



Di langkah ketiga, kita akan diminta status residency kita di Australia. Karena saya menggunakan visa Work and Holiday Visa dan tinggal lebih dari 6 bulan, jadi saya tick "yes" untuk Resident for Tax Purpose.

Untuk poin kedua, tinggal tick no kalo gak punya spouse di Australia dan yes untuk sebaliknya.

Untuk poin ketiga, tinggal tick yang pertama saja, kecuali punya bisnis atau pendapatan lain di Australia.

Langkah Keempat



Langkah keempat, disini kita akan memasukan data-data dari PAYG Summary tersebut seperti Nama Employer, ABN Employer, Tax Withheld, Gross Payment dan Allowances. Kalo kerja lebih dari 1 perusahaan, ada tombol add untuk menambahkan data perusahaan lainnya.

Beresss! tinggal tunggu THRnya :p
Setelah melewati ke 4 langkah tersebut, nanti kita akan diberi receipt number dati ATO. Dari website ato.gov.au mengatakan kalo proses pengembalian yaitu selama 10 hari, tapi kenyataannya ada yang lebih lama bahkan lebih cepat. Menurut saya cara ini mudah sekali dan tidak perlu beranjak juga dari kasur dan mendapatkan tax kita kembali. Happy return your tax, guys!

Travel, Love & Be Happy!
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)



Jul 14, 2016

Cerita Perjalanan Keliling Melbourne, The Dream City!

Melbourne, The Dream City! (Sumber)
Sejak semasa SMA, sejak mulai menyukai hobi jalan-jalan. Saya pernah bermimpi, jalan-jalan di luar negeri, salah satunya Australia. Dulu, pikirku, boro-boro ke Australia, ke Singapura aja gak kepikiran. Tapi, mimpi adalah mimpi, suatu saat bisa jadi kenyataan, pada waktunya. Tahun 2015 kemarin  alhamdulillah bisa traveling ke luar negeri untuk pertama kalinya, ke Singapura dan Malaysia, dan akhirnya pada akhir tahun 2015 setelah saya lulus kuliah, menemukan visa yang bernama Work and Holiday Visa ke Australia, yang membuat saya bisa menginjakan kaki di Australia, dan bahkan tinggal dan bekerja di tanah kangguru ini.

Sudah sekitar 8 bulan saya menjelajahi Australia, semua rintangan sudah saya lewati. Tersesat di Brisbane, terpanggang di Darwin, hidup pantai ala Coffs Coast, backpacker ke Sydney, dan masih banyak lagi. Pada bulan Mei 2016 lalu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu kota di Australia yang paling saya mimpikan sejak dulu saat melakukan roadtrip untuk ke-2 kalinya, dari Corindi Beach, New South Wales menuju Renmark, South Australia yaitu MELBOURNE!. Perjalanan roadtripnya bisa dilihat (disini)

Hari Pertama - Brighton Beach, Clayton dan Shrine of Remembrance

Setelah perjalanan panjang melewati Sydney dan Canberra dari Corindi Beach, kami sampai di Melbourne pada malam hari. Kami sudah memesan hostel dari 2 hari sebelumnya di St. Kilda Hostel. Tempatnya tidak terlalu jauh dari CBD dan kamarnya juga lumayan, isinya 4 tempat tidur, pas dengan jumlah rombongan kami, jadi kamar itu isinya kita-kita aja, ada TVnya juga, asyik.

Share room di St. Kilda Hostel
Keesokan paginya kita bangun pagi hari banget karena gak mau rugi, bela-belain belok sekitar 300 km untuk mengunjungi the liveable city in the world, Melbourne. Awalnya kita bingung mau jalan pake apa, ada mobil ada tram. Setelah dikalkulasi, ternyata lebih murah kalau kita naik mobil sudah plus dengan biaya parkirnya yang sekitar $3-5/jam, akhirnya kita bakal keliling Melbourne pakai Cammo! Destinasi pertama yang kita datangi yaitu Brighton Beach, karena lokasinya yang dekat dengan hostel kita menginap.

Brighton Beach
Brighton Beach
Di Brighton Beach ini yang terkenal bukan pasir pantainya atau lautnya, melainkan bathing boxesnya yang berwarna bendera-bendera negara di dunia. Bathing boxesnya ini terkenal sekali, jadi kalo ke Brighton Beach ini wajib foto dengan latar belakang bathing boxesnya, sayangnya gak ada bendera Indonesia disini, jadi saya pilih yang kece aja :D 

Setelah puas di Brighton Beach kami mampir ke daerah Clayton, yaitu daerah dimana banyak penjual Asian Groceries disana untuk stok makanan-makanan atau bumbu-bumbu yang kami prediksi bakal sulit di dapat di Renmark nanti. Jadi kita stok sambel terasi yang banyak, secara sambel terasi ini yang menjadi nyawa kehidupan kita di Australia :))

Clayton
Puas berbelanja sambel terasi, kita langsung cussss menuju Shrine Of Remembrance. Perjalanan dari hostel, Brighton Beach, Clayton dan Shrine Of Remambrance ini tidak terlalu jauh, karena memang saya set ittenerary hari ini lokasinya yang berdekatan saja dan tidak di CBD, karena kita akan eksplor CBD Melbourne di keesokan harinya. 

Sampai di SOR, kami parkir di pelataran parkirannya yang adem sejuk karena banyak pepohonan rindang di sekitarnya. Dari tempat parkir kita jalan sekitar 5 menit menuju gedung SOR. Untuk masuk kedalamnya, tidak ada ticketingnya, alias GRATIS!

Shrine of Remembrance\
Shrine of Remembrance
Di dalam Shrine of Remembrance ini ada museum yang menceritakan tentang perjalanan pejuang-pejuang Australia dan sejarah-sejarah pertempuran dunia, walaupun sempat kesal lihat dalamnya yang banyak memprovokasi tentang memerdekakan Papua Barat hehe. Walaupun gratis, isi museum ini terlihat sangat modern dan fasilitasnya bagus banget! sampai ada layar touch screen gede yang bisa kita mainkan *kita stay disini lama banget loh, katrok yak? gapapa yak. Selesai mengeksplor museum didalamnya, dipelataran depan bangunan, kita bisa foto-foto karena bangunannya yang megah dan eksotis, cocok dijadikan tempat foto. Shrine of Remembrance ini sepertinya cocok untuk didatangi wisatawan kalo berkunjung ke Melbourne. 

Museum dalam Shrine of Remembrance
Touch screen kece di museum
Pelataran depan SOR, kaya dimana gitu yah?
Saat sedang berfoto, kami baru ingat kalo batas parkir hanya 1 jam, kami pun berlari ke mobil karena takut mobilnya diangkut, ntar gagal kerja di Renmark malah :)) Sebelum kembali ke hostel kami makan malam di restoran Indonesia dulu di sekitar St.Kilda, namanya lupa tapi harganya murah dan rasanya  juga mantap. Kembali ke hostel, istirahat untuk perjalanan keesokan harinya.

Hari Kedua - CBD Melbourne

Pada hari kedua, kita memang merencanakan jalan-jalan di sekitar CBD Melbourne dari siang sampai malam. Untuk parkir mobil, kita nemu parkiran yang free :)) lokasinya tidak jauh dari Melbourne Visitor Centre, walaupun perjuangan untuk dapat parkirannya setengah mampus, karena muter-muter dulu cari tempat yang murah, secara liat parkiran-parkiran di CBDnya berbentuk gedung dan harganya selangit. Dari parkiran, kita jalan kaki menuju CBD melewati jembatan yang lokasinya dekat dengan Flinders Station dan Melbourne Visitor Centre. Suka banget dengan view disini, karena disini kita bisa lihat sungai dan kapal hilir-mudik dengan background gedung-gedung tinggi Melbourne. Disini sebenarnya banyak orang lewat, kita foto-foto keliatan katroknya, gak apa apa yah? yang penting gaya~

View dari jembatan <3
Setelah melewati jembatan ini kita melewati Flinders Station yang merupakan stasiun utama dan tertua di Melbourne, kita melewati stasiun itu pas ketika sedang rush hour jadi banyak orang lalu lalang dengan berbagai kecepatan~ pemandangan yang kaya gini jarang saya lihat di Australia, secara kita selalu tinggal di countryside yang hidupnya tentram, damai, dan bahkan orangnya pun gak sebanyak ini. Nyebrang dari Flinders Station, kita kongko-kongko cantik di pelataran Melbourne Visitor Centre karena ada ruang terbuka disana, enak buat menikmati suasana Melbourne yang mulai sudah gelap. Selain itu, untuk informasi-informasi wisata kita juga bisa masuk ke Melbourne Visitor Centre, disana terdapat brosur-brosur dan informasi wisata lengkap dengan berbagai kegiatan.

Flinders Station
Flinders Station
Melbourne Visitor Centre
Melbourne Visitor Centre
Tidak jauh dari Melbourne Visitor Centre, terdapat gang yang terkenal dengan street artnya. Hanya berjalanan kaki sekitar 10 menit, kita sampai di gang itu yang bernama Hosier Lane. Saya kira disini bakal sepi, ternyata banyak juga orang foto-foto disini. Tinggal cari spot cantik, foto-foto pasti jadi kece~ Panjang gang ini mungkin sekitar 500 meter panjangnya, kadang saat melewati gang ini ada beberapa anak muda yang mengkreasikan seninya ke dinding-dinding di Hosier Lane ini.

Hosier Lane
Hosier Lane
Aussie, Aussie, Aussie~
Setelah melewati Hosier Lane, untuk menghabiskan waktu sebelum dinner tiba, kami menikmati Melbourne dengan duduk-duduk di taman sebelah cathedral, hanya melihat orang lewat dan menunggu gelap tiba. Saya dan Lylis beli hot chocolate di 7/11 hanya seharga $2/cup, enjoy the hot chockee kalo kata orang Australia~

Hot Chockee~
Tempat dinner tidak jauh dari tempat kita duduk manis, jadi kita tunggu sampai jam dinner, dan berjalanan kaki menuju restauran Indonesia disana yang bernama Nelayan Restaurant. Kita memang sengaja cari makanan Indonesia terus, karena di countryside gak bakal nemu makanan-makanan ginian, paling nemu juga Indomie di supermarket~ dinner di Nelayan Restaurant ini, harganya standard tidak terlalu mahal hanya sekitar $8-15 per menu, rasanya enak banget! pelayannya pun ramah, orang Indo pastinya. Tidak seperti pelayan-pelayan di Indo Resto lainnya yang kadang melayani seenak-enaknya, cuih~

Beres dinner, kita kembali ke parkiran mobil untuk pulang ke hostel. Tapi dengan jalur yang berbeda, kami melewati jalan-jalan di pinggir sungai, lewat tempat-tempat olahraga disana yang bentuknya seperti lorong dan lewat jembatan yang keren tapi lupa namanya~ waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, tapi orang masih rame ya ternyata disini, kalo di country side jam 5 pun udah sepi kotanya :))

Jembatan yang dimaksud~
Kembali ke hostel, beristirahat untuk melanjutkan perjalanan ke Renmark, South Australia keesokan harinya. Dan saya merencanakan lewat Great Ocean Road yang terkenal dengan pantai-pantainya dan 12 Apostless itu. Rencananya, 3 jam sampai 12 Apostless dan dari GOR ke Renmark sekitar 7 jam, jadi total perjalanan sekitar 10-11 jam. Tapi ternyata, semua rencana itu buyar :))

Hari Ketiga - 1/4 Great Ocean Road

Kita check-out dari hostel sekitar jam 8 pagi. Dari St. Kilda, kita langsung menuju highway yang ke arah Great Ocean Road. Ternyata untuk sampai ke GORnya ini tidak jauh, hanya sekitar 1 jam saja. Sampai di GOR, kami sempat visit di 1 lookout bernama Bells Beach. Pemandangan di sekitar GOR ini memang memanjakan mata, lautan lepas, tebing-tebing tinggi, dan alam yang indah di sekitarnya.

Bells Beach
Bells Beach
Ternyata, Bells Beach ini menjadi tempat pertama dan terakhir kita di GOR, kenapa? karena jalanan setelah Bells Beach ini benar-benar menyusuri pantai dan berkelok-kelok! Mungkin kalo pake mobil bagus, bakal menjadi perjalanan yang menyenakngkan. Tapi, mengingat kami pakai mobil tua tahun 1994 yang umurnya sama dengan umur saya, dan kondisinya yang udah nabrak kangguru dan kalo tiap belok menghasilkan suara hebat, itu perjalanan menjadi perjalanan horrible karena semua penumpang termasuk supir merasakan mual yang super hebat :)) dan perjalanan pun semakin lama karena kecepatan hanya sekitar 40 km/jam, yang diperkirakan bakal sampai di ujung GOR 7 jam lagi, belum harus perjalanan ke Renmark dan bakal sampai entah kapan, dan kondisinya kita sudah book caravan park di Renmark untuk malam hari itu juga. Dengan kesimpulan seperti itu, kami akhirnya membelokan setir menuju utara, lewat jalan pintas menuju Renmark. Good bye, GOR :') next time datang lagi dengan mobil yang lebih bagus yaaa~

Si Cammo di Great Ocean Road
Perjalanan ke Renmark lewat jalan pintas pun diprediksi bakal lama sekitar 8 jam lebih dan sampai di tengah malam. Karena lewat jalan pintas yang jalanannya di antah berantah dan gak jelas, akhirnya kita memutuskan kembali ke Geelong, untuk masuk ke highway. Dan pada akhirnya setelah 7 jam perjalanan kami sampai di Renmark, South Australia dengan selamat dan keadaan Cammo Lag karena perjalanan panjang dengan space yang pas-pasan, secara barang bawaan kami banyak untuk kehidupan selanjutnya di....

Renmark, South Australia (Soon)

Travel, Love & Be Happy!
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)

Jun 13, 2016

Coffs Coast, Sleep Eat Work Beach Repeat!

coffs coast
Cammo di salah satu pantai sekitar Coffs Coast
Setelah perjalanan yang sangat panjang dan tentu juga menarik selama 3 hari (ceritanya bisa dibaca disini) dari Cairns, North Queensland, akhirnya kami mencapai tujuan akhir kami yaitu Corindi Beach, New South Wales. Di Corindi Beach ini kami kerja selama 2 bulan lebih di kebun Raspberry. Apakah yang kami lakukan disana? terntunya metik buah Raspberry. Buah imut berwarna merah, berbentuk agak love, yang kami liatnya aja udah jijik saking bosennya tiap hari metik itu buah :))

Corindi Beach ini masuk kedalam negara bagian New South Wales di bagian Coffs Coast. Coffs Coast ini membentang dari Kota Coffs Harbour sampai Woolgoolga, kota yang terletak sekitar 8 km dari Corindi Beach. Jadi, ibaratnya Corindi Beach ini kampungnya kampung Woolgoolga, nahloh gimana. Di Corindi Beach ini hanya ada 1 pemukiman warga dan 1 shop, nothing else :)) selebihnya, kalo mau belanja kebutuhan sehari-hari kami harus melaju ke Woolgoolga, atau kadang kalo lagi hedon kami sering main ke Coffs Harbour yang letaknya 60 km dari lokasi, tapi kotanya memang besar dan bisa jajan-jajan cantik disana (walaupun biasanya cuman beli sushi, Dominoz Pizza sama KFC sih -_-

Salah satu sudut Coffs Harbour
Tapi 1 bulan kemudian, karena owner share house yang kita tinggali ini agak-agak bawel, kami pun pindah ke tempat lain dan.... $1000 uang jaminan kami diambil oleh owner share house sebelumnya dengan embel-embel kerusakan pada dinding (walaupun cuman setitik tai cicak!) fuc*ing Dave! *ups sebut nama. Tapi kami gak ambil pusing dan biar Tuhan aja yang membalasnya, wa;aupun agak nyesek itu uang gak kembali tapi yang penting bisa beli Pizza weh!

Pindah ke rumah baru dengan harga yang sama, tapi dengan rumah yang luar biasa nyamannya! Menghadap ke laut, 5 menit jalan langsung ke pantai, banyak space dan ownernya super ramah. Kami kadang BBQ di akhir pekan atau sekedar ngobrol-ngobrol asik dengan mereka. Namanya Paul dan Vanessa, pasangan asli Arrawara (tempat tinggal kami setelahnya), yang sudah berkeliling Asia Tenggara, even saya aja belum #disitu kadang saya merasa sedih.

BBQ Time!
Untuk soal kerjaan, bisa dibilang tidak terlalu capek, karena kerja hanya sekitar 5-6 jam sehari. Sistem pembayarannya kontrak, jadi semakin banyak buah yang kita dapat, semakin banyak gaji kita. Di hari pertama kami hanya dapat $20 sehari! tapi karena belajar dari teman-teman lainnya dan motivasi tingkat dewa, akhirnya bisa improve kecepatan sendiri sampai $100-150 per hari, walaupun itu masih terbilang sedikit karena teman lainnya dari Tonga, India, dan Taiwan masih banyak yang lebih banyak, even sampai $200 lebih!

Teman seperjuangan beserta Supervisor

Tempat Wisata sekitar Coffs Coast, New South Wales

Selain bekerja, saya pun masih sering menyempatkan jalan-jalan ke tempat wisata di sekitaran Coffs Coast. Kebanyakan pantai sih, tapi pantai-pantainya adem dan worth to visit :) berikut tempat-tempat wisata di Coffs Coast yang saya datangi:

1. Red Rock, Corindi

red rock
Red Rock
Di daerah Corindi terdapat muara yang langsung menuju laut timur bagian Australia bernama Red Rock. Red Rock ini letaknya sekitar 5 km dari rumah kami yang pertama. Hampir setiap minggu kami berkunjung ke tempat ini untuk sekedar menikmati alam dan berenang. Airnya jernih banget! viewnya pun luar biasa, that's why saya suka banget tempat ini. Selain berenang dan menimati alam, di Red Rock ini pun bisa memancing karena banyak ikan berkeliaran di muara ini.

2. Woolgoolga Lookout Point

Woolgoolga Lookout Point
Woolgoolga Lookout Point
Seperti yang saya bilang diatas, ada kota dekat Corindi bernama Woolgoolga. Di Woolgoolga ini terkenal dengan Istana Indianya karena rata-rata penduduk sini adalah warga keturunan India. Setiap tahun ada Festival Curry dan setiap bulan Juni-Agustus, Woolgoolga ini ramai dikunjungi karena terdapat satu lookout point dari satu tebing di Woolgoolga Beach dimana kita bisa menyaksikan paus-paus bermigrasi kalo beruntung itu ppun. Karena belum musimnya, ya saya cuman bisa menikmati pemandangan dan segarnya suasana disini. Ini salah satu tempat favorit saya.

3. Sealy Lookout, Coffs Harbour

Sealy Lookout Coffs Harbour
Sealy Lookout Coffs Harbour
60 km an dari Woolgoolga  dan Corindi terdapat kota besar bernama Coffs Harbour. Kota inisering kami datangi hanya untuk sekedar spend money=belanja KFC, Pizza, Sushi atau sekedar jalan-jalan. Di perjalanan menuju Coffs Harbour terdapat jalan menuju Sealy Lookout, karena penasaran akhirnya kami mengikuti petunjuk dan berakhir di sebuah jembatan yang depannya langsung menuju ke Kota Coffs Harbour beserta dengan laut dan gunungnya, cantik pokok'e!

4. Jetty Harbour, Coffs Harbour

Jetty, Coffs Harbour
Jetty, Coffs Harbour
Di Coffs Harbour pun, terdapat banyak tempat-tempat cantik lainnya, salah satunya Jetty. Jetty ini merupakan dermaga di Coffs Harbour. Terdapat jembatan yang menjalar sampai ke laut, dan kita bisa menuju ke ujungnya dan menikmati suasana dermaga Coffs Harbour. Rata-rata kami kesini disaat sunset, selain suasananya tenang, viewnya juga cantik!

Selain ke empat tempat wisata tersebut kami pun pernah mengexplore Waterfall Way dari Coffs Harbour hingga Armidale, banyak air terjun cantik dan Natinal Park yang kami kunjungi. Selain itu juga kami sempat berkunjung ke Sydney dalam 3 hari! berikut link ceritanya ->

Ebor Falls

Harbour Bridge, Sydney


Next Stories: Road Trip Sydney-Canberra-Melbourne-Renmark (SA)!

Travel, Love & Be Happy!
I'm a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)


This blog has been verified by Rise: Rdac596ff5acbb0229d7b4f58de7e0736

5 Alasan Kenapa Harus ke Banjarmasin!

Kota Banjarmasin (Sumber)
Pulau Jawa sudah hampir semua dijelajahi, Bali juga, Sulawesi hampir semua. Ada 1 pulau lagi yang ingin saya datangi, yaitu Kalimantan, lebih spesifik lagi yaitu ke Kota Banjarmasin. Why Banjarmasin? Karena menurut saya Banjarmasin memiliki keunikan yang berbeda dari kota-kota lainnya di Indonesia. Banjarmasin ini dikenal juga dengan kota seribu sungiai, karena banyak sungai-sungai di sekitar Kota Banjarmasin. Hal itu membuat sungai menjadi alat sebagai moda kehidupan sehari-hari warga Banjarmasin, termasuk juga di bidang pariwisata. Ada beberapa tempat wisata di Banjarmasin yang ingin saya datangi dan menjadi alasan saya ingin mengunjungi Banjarmasin, berikut listnya guys!

1. Pasar Terapung Kuin

Pasar Terapung Kuin (Sumber)
Yang pertama yaitu mengunjungi Pasar Terapung Kuin. Pasar terapung ini menjadi daya tarik wsatawan karena hanya ada di Kota Banjarmasin ini, selain itu juga pernah menjadi maskot iklan salah satu stasiun televisi besar di Indonesia. Di Pasar Terapung ini saya bisa melihat bagaimana kehidupan warga dalam bertransaksi di atas sungai! cool!

2.  Pusat Kuliner Tepian Sungai Martapura

Salah satu kios tepian Sungai Martapura (Sumber)
Sungai Martapura merupakan salah satu sungai terbesar di Banjarmasin, salah satu daya tariknya banyak wisata yang mengandalkan sungai ini. Salah satunya adalah pusat kuliner Banjarmasin yang terletak di Jalan Pos ini, terdapat puluhan kios yang menjual berbagai makanan khas Banjarmasin seperti Soto Banjar, Lupis dan Nasi Kuning dan makanan khas Nasional lainnya seperti Nasi Goreng dan lain-lain. Selain harganya terjangkau, lokasinya pun menjadi daya tarik karena bisa menikmati sungai sambil makan, knikmat bukan?! Oh iya, selain itu untuk mencari Hotel di Banjarmasin, lokasi Sungai Martapura ini juga lokasi yang pas, selain dekat dengan tempat wisata, lokasi ini juga terdapat banyak hotel-hotel dari yang murah hingga berbintang.

3. Taman Siring

Taman Siring (Sumber)
Selain pusat kuliner, di sekitaran Sungai Martapura ini juga terdapat taman yaitu Taman Siring. Di Taman Siring ini kita bisa melihat beberapa perahu khas Banjarmasin melewati Sungai Martapura dan menikmati pemandangan sekitar. Selain itu juga, jika hobi memancing, bisa juga memancing di Taman Siring ini, chakep!

4. Pasar Intan Martapura

Berbagai Intan yang dijual di Pasar Intan Martapura (Sumber)
Yang menarik lagi di Sungai Martapura yaitu adanya Pasar Intan, berbagai toko disana menjual perhiasan dari Intan. Selain warga Banjarmasin, disini pun banyak wisatawan dalam negeri dan luar negeri yang mencari perhiasan Intan disana. Salah satu alasan saya ingin ke Pasar Intan ini karena Si Cinta yang doyan mengoleksi perhiasan, pasti kalo diajak kesini doi seneng banget, sayanya mah beli jus aja diluar :3

5. Jembatan Barito

Jembatan Barito (Sumber)
Yang terakhir adalah Jembatan Barito. Kalo di Palembang ada Jembatan Ampera, Banjarmasin punya Jembatan Barito. Dari gambar diatas, foto Jembatan Barito ini begitu megah dan cantik difoto saat sunset. Mungkin suatu saat kalo saya berkungjung ke Banjarmasin, bakal nyempetin hunting foto lama-lama disini deh :D

Sekian beberapa alasan saya mengapa ingin ke Kota Banjarmasin, Kota Seribu Sungai. Untuk perkiraan pergi mungkin kondisional lah ya, tergantung tiket promonya kapan atau siapa tau ada yang mau sponsori #eh. Untuk akomodasi tentunya banyak Hotel di Banjarmasin, dari yang murah hingga berbintang. Untuk mencarinya pun zaman sekarang gak perlu repot karena ada Traveloka dimana kita bisa mencari hotel yang sesuai dengan selera dan kantong kita, jadi liburan pun lebih mudah ahiw!



Travel, Love & Be Happy!
I'am a backpacker who have a dream to have my own business and travel the world! untuk kalian yang mau lebih kenal dengan saya, bisa follow twitter @irhamfaridh atau facebook Irham Faridh. Untuk yang mau melihat koleksi foto perjalanan saya di berbagai penjuru Indonesia dan belahan dunia lain follow Instagram @irhamfaridh. Keep dreaming and travel the world! :)